Archive for April 2008
CAPITAL FLIGHT
ENAM BELAS PERSEN ORANG KAYA SINGAPURA, WONG INDONESIA
Koordinator Umum ‘nBasis Jare Smart —lembaga swadaya masyarakat nirlaba berjaringan internasional— Shohibul Anshor Siregar mengatakan di Medan, beberapa hari lalu. Data terakhir per 2008, ada sekitar 50.000 orang superkaya di Singapura, 16 persennya adalah orang Indonesia.
LIMA BELAS MASALAH MENDESAK DI SUMUT
DI TENGAH kecenderungan perilaku kelompok-kelompok tertentu bekerja membuat opini untuk mendukung salah satu figur atau pasangan figur, memang amat diperlukan pekerja yang berpikir dan berbuat lebih dari sekedar orang sewaan untuk tujuan singkat yang amat pragmatis.
Atas dorongan itulah, dan untuk menawarkan sesuatu yang lebih maslahat bagi semua pihak, pada pertengahan Desember 2007 sampai pertengahan Januari 2008 ‘nBASIS (Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya) melakukan penelitian yang dalam salah satu item pertanyaannya dimaksudkan untuk mengetahui harapan apa yang dimiliki oleh masyarakat Sumatera Utara dari pelaksanaan pilgubsu yang akan berlangsung 16 April 2008. Kepada responden diajukan 15 sektor kehidupan untuk dinilai apakah dianggap merupakan permasalahan yang mendesak atau tidak mendesak ditanggulangi oleh Gubsu 2008-2013.
Responden penelitian ini sebanyak 210 (laki-laki dan perempuan berimbang), semuanya berusia di atas 17 tahun dan berhak memilih. Mewakili Kota Medan diambil 30 responden, Deliserdang 25, Binjai/Langkat, Simalungun dan Labuhan Batu masing-masing 15 responden. Selebihnya, Pematangsiantar, Tanah Karo, Asahan, Tapanuli Selatan, Kab Nias dan Nisel, Tobasa, Paluta dan Palas, Madina, Padangsidempuan, Sibolga dan Tapteng masing-masing 10 responden.(Untuk jasa mereka, melalui kesempatan ini diucapkan terimakasih kepada sejumlah mahasiswa yang telah membantu pengumpulan data di lapangan. Mereka, meski tidak mengatasnamakan lembaga, berasal dari FISIP UMSU, Sastera Inggeris Harapan, Fak Hukum UISU, Fak Tarbiyah dan Fak Dakwah IAIN dan UNIMED).
Figur, Networking dan Budgeting
oleh Shohibul Anshor Siregar
Tiga variable utama dalam setiap event pemilihan langsung yakni Figur, Networking dan Budgetting. Ketiga-tiganya harus berinteraksi secara serasi untuk memastikan peluang kemenangan pasangan kandidat. Salah satu pincang yang lain bisa tak bekerja maksimal dalam sistem.
What Next Pasca Rudolf
Kalau Anda menyangka artikel ini baru, siap-siaplah kecewa. Tapi kalau Anda berharap artikel ini bisa membuka cakrawala soal dinamika politik Sumut, pra dan pasca meninggalnya HT Rizal Nurdin, maka bersegeralah untuk menyimpannya dalam file Anda.
Salam
admin
…………………………………………………………………………………………………………….
WHAT NEXT PASCA RUDOLF?
………………………………………………………………………………………………………………
oleh:
Shohibul Anshor Siregar
Tanpa mengabaikan prinsip praduga tak bersalah, kalangan yang banyak tahu substansi kasus Rudolf Matzuoka Pardede sudah memprediksi bahwa nasib Wagubsu ini tinggal menunggu waktu saja. Jika nanti ia terbukti tak memiliki persyaratan yang ditentukan untuk pencalonan sebagai Wagubsu, maka status hukum kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut 2003-2008 jadi masalah. Fatwa hukum diperlukan, termasuk untuk menilai kemungkinan pasangan runner up dalam pemilihan tahun 2003 lalu itu untuk mengisi kekosongan kepemimpinan di Sumut.
Mainkan Pilkada Bermartabat
Kordinator Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya (‘nBASIS), Shohibul Anshor Siregar, meminta kepada segenap elemen masyarakat Sumatera agar melaksanakan Pilgubsu 2008-2013 secara lebih bermartabat.
“Maunya suksesi nanti bermartabat dan damailah, jangan sampai memunculkan konflik, karena hal itu jelas merugikan kita semua, ” kata Shohibul kepada pers usai menjadi salah satu pembicara dalam Seminar Prospek Demokrasi dan Politik Pasca Pemilu 2009 di Hotel Madani Medan Kamis (10/4) kemarin.
Partai Politik
Partai politik (parpol) adalah salah satu pilar demokrasi. Bahkan negara yang sesungguhnya otoritarian pun sering sekali harus dikesankan demokratis dengan membentuk quasi parpol, badan yang seperti parpol meski bukan. Namun ia tak ada sangkut paut dengan kepentingan perjuangan aspirasi rakyat, melainkan tak lebih dari instrumen kekuasaan belaka untuk stabilitas politik yang diperlukan. Instrumen itu juga menjadi sarana kepentingan bagi sejumlah elit di sentral kekuasaan, untuk mengatur mekanisme kepatuhan dan bahkan ketakutan semua rakyat ketika tak tunduk pada sistem, meski seburuk apa sistem itu.
‘nBASIS
n’BASIS merupakan singkatan dari Pengembangan Basis Sosial Inisiatif dan Swadaya. Tidak seperti LSM pada umumnya, organisasi ini memusatkan gerakannya pada gerakan intelektual dengan strategi pemberdayaan masyarakat, pendidikan, basis ekonomi dan kemandirian individu serta kelompok.
Dengan wawasan global dan bertindak spesifik mungkin, ‘nBASIS tidak ingin menghanyutkan diri dalam magnitude kekuasaan. Kekuasaan diyakini sebagai salah satu cara dari kekuatan gerak masyarakat demi mencapai perubahan reformatif, komprehensif dan berketerusan.
‘nBASIS percaya bahwa suatu bangsa mestilah mendasari negara dan pemerintahannya, dengan manifestasi ideologi yang ditarik dari peradaban dan kebudayaan yang menjunjung tinggi kemuliaan harga diri manusia, kesempatan yang adil dan merata, keuletan dan kerja keras, serta kemampuan untuk terus merubah diri menjadi lebih baik di masa depan.