LIMA BELAS MASALAH MENDESAK DI SUMUT
DI TENGAH kecenderungan perilaku kelompok-kelompok tertentu bekerja membuat opini untuk mendukung salah satu figur atau pasangan figur, memang amat diperlukan pekerja yang berpikir dan berbuat lebih dari sekedar orang sewaan untuk tujuan singkat yang amat pragmatis.
Atas dorongan itulah, dan untuk menawarkan sesuatu yang lebih maslahat bagi semua pihak, pada pertengahan Desember 2007 sampai pertengahan Januari 2008 ‘nBASIS (Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya) melakukan penelitian yang dalam salah satu item pertanyaannya dimaksudkan untuk mengetahui harapan apa yang dimiliki oleh masyarakat Sumatera Utara dari pelaksanaan pilgubsu yang akan berlangsung 16 April 2008. Kepada responden diajukan 15 sektor kehidupan untuk dinilai apakah dianggap merupakan permasalahan yang mendesak atau tidak mendesak ditanggulangi oleh Gubsu 2008-2013.
Responden penelitian ini sebanyak 210 (laki-laki dan perempuan berimbang), semuanya berusia di atas 17 tahun dan berhak memilih. Mewakili Kota Medan diambil 30 responden, Deliserdang 25, Binjai/Langkat, Simalungun dan Labuhan Batu masing-masing 15 responden. Selebihnya, Pematangsiantar, Tanah Karo, Asahan, Tapanuli Selatan, Kab Nias dan Nisel, Tobasa, Paluta dan Palas, Madina, Padangsidempuan, Sibolga dan Tapteng masing-masing 10 responden.(Untuk jasa mereka, melalui kesempatan ini diucapkan terimakasih kepada sejumlah mahasiswa yang telah membantu pengumpulan data di lapangan. Mereka, meski tidak mengatasnamakan lembaga, berasal dari FISIP UMSU, Sastera Inggeris Harapan, Fak Hukum UISU, Fak Tarbiyah dan Fak Dakwah IAIN dan UNIMED).
Sebagian hasil yang dilaporkan dalam naskah berikut dipilih sesuai dengan pertimbangan urgensi. Beberapa artikel dalam bagian berikutnya didasarkan pada hasil penelitian ini. Mudah-mudahan bermanfaat. (*)