Archive for March 2009
MANDULO (SELAYANG PANDANG) “NEGERI PROTAP” (1)
TAK SEBURUK YANG DIDRAMATISASIKAN
MESKIPUN tak urung mendapat gugatan ke Mahkamah Konstitusi, akhirnya secara resmi pasangan Torang Lumban Tobing dan Bangkit Silaban dinyatakan sebagai pemenang Pilkada Tapanuli Utara (Taput) 2009 menyisihkan 5 pasangan lainnya. Amar putusan Mahkamah Konstitusi telah dijalankan, yakni pemungutan suara ulang di 14 dari 15 Kecamatan yang ada. Mereka memenangkannya.
PEMILU 2009 (13)
BERAPA ANGKA GOLPUT PADA PEMILU 2009?
PAGI ini sekitar pukul 10.00 seorang wartawan harian lokal meminta keterangan saya tentang kemungkinan golput dalam pemilu 2009. Atas dasar telaahan terhadap DPT tadi malam, saya pun mengatakan kemungkinan dapat mencapai 40-50 %. Alasannya, golput di Indonesia sejatinya adalah golput by design (yang sengaja dirancang) dengan tak mendaftar warga sebagai peserta pemilih. Untuk kasus Indonesia, hal ini amat menonjol. Keributan di mana-mana sering terjadi saat di TPS warga tak diperkenankan memberi suara karena tak terdaftar. Ironisnya, yang orang yang tak diberi hak memilih di TPS itu sering adalah tokoh terkenal. Bahkan bukan tidak mungkin ia seorang Kadhi Nikah yang menikahkan satu atau lebih anggota PPS yang bertugas, dan mereka satu kampung memang.
PEMLU 2009 (12)
ORANG MENINGGAL, ORANG PINDAH DAN ORANG TAK JELAS
ADA PADA DAFTAR PEMILIH TETAP (DPT):
AKANKAH PEMILU TETAP DILAKSANAKAN 9 APRIL 2009?
TAMU harap melapor 1×24 jam. Papan bertuliskan peringatan tu masih banyak terpasang di banyak lingkungan di Kota Medan. Sepintas hal itu mengesankan betapa baiknya administrasi kependudukan di negeri ini, dan betapa bagusnya system deteksi dini atas potensi kejahatan atau ancaman terhadap keamanan di negeri kita.
REKAMAN ANEKA PERBINCANGAN AWAM DAN INTELEKTUAL TENTANG PEMILU 2009
Pengantar :
Banyak hal jenaka, menyedihkan dan mendidik yang muncul di tengah-tengah masyarakat dalam kaitannya dengan pemilu 2009. Dari pengalaman bertemu dan berbincang dengan beberapa aktivis, orang-orang PPK, pengurus partai dan calon legislatif, diperdapat banyak informasi yang bermanfaat untuk ditelaah. Di bawah ini diceritakan sebagian dari temuan.
PEMILU 2009 (11)
REKENING KHUSUS KAMPANYE PARTAI, BUKAN REKENING PRIBADI
Seorang wartawan media ibukota yang sering mengajukan pertanyaan kepada saya kali ini bertanya “apa pendapat anda sewaktu KPUD Binjai dan Panwaslu Binjai mengancam coret partai yang ternyata diketahui menyerahkan rekening pribadi, bukan rekening khusus kampanye partai?
PEMILU 2009 (10)
SERUAN SUKSESI BERMARTABAT
‘nBASIS (Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya)
‘nBASIS JARE-SMART (Jaringan Relawan untuk Suksesi Bermartabat)
————————————
Untuk Para Negarawan dan Pihak-Pihak Yang Masih Perduli
Dengan Pemulihan Martabat Bangsa
————————————
Perkuatan rakyat itu wajib kita lakukan untuk melumpuhkan para perencana dan pelaku kriminalisasi demokrasi. Sepanjang sejarah demokrasi di Indonesia kita telah saksikan banyaknya peyimpangan dari nilai dan peradaban, nilai demokrasi maupun hukum.
PEMILU 2009 (9)
JIKA MAU MENANG, JANGAN PERGI KE BESILAM
TINGKAT rasionalitas yang dicapai oleh seseorang atau komunitas tertentu tidak selalu sejajar dengan kemajuan yang dicapai pada aspek-aspek lain dari kehidupan. Dalam dunia politik hal itu kerap terjadi. Seseorang mau jadi calon anggota legislatif merasa benar meminta dukungan ke kuburan orang-orang yang pernah dianggap suci. Padahal jika dirasionalkan kuburan itu kan cuma tempat bagi orang meninggal yang secara agama hanya menunggu ketentuan berikutnya: apakah ke sorga atau ke neraka.
SAVE THE NATION (15)
Pengantar: Ichwan Azhari, seorang anthropolog memiliki cara pandang yang relatif tak lazim tentang sejarah bangsa ini. Terhadap Agenda Mendesak Bangsa: Selamatkan Indonesia, inilah catatannya.
BEBERAPA CATATAN DARI PERSPEKTIF SEJARAH DAN ANTROPOLOGI ATAS BUKU AMIEN RAIS “SELAMATKAN INDONESIA”
Oleh :
Dr.phil.Ichwan Azhari
(Ketua Pusat Studi Sejarah/Ketua Program Studi Antropologi Sosial Pascasarjana UNIMED)
1. Sejarah Berlanjut
Amien menulis bab 1 bukunya dengan judul „Sejarah Berulang“ yang mensimplikasikan dan menarik garis
sederhana bahwa apa yang berlangsung di Indonesia saat ini merupakan ulangan semata dari yang terjadi sejak zaman VOC. Uraian ini bagi saya sangat menarik karena jarang ada analis yang memiliki kepekaan historis, menghubungkan akar-akar di masa lalu dengan kelanjutannya di masa kini. Akan tetapi sayang sekali sumber-sumber sejarah yang digunakan Amien sangat miskin dan tendensius menggambarkan semata kehebatan VOC dan keberhasilan eksploitasi ekonomi dan politiknya di Indonesia. Seandainya Amien berkesempatan mempelajari studi-studi sejarah periode ini yang ditulis Furnivall, Ricklefs bahkan sumber-sumber Jawa yang luar biasa banyaknya, maka analisa dan kesimpulan yang ditarik Amien tentang hubungan politik , ekonomi dan kekuasaan VOC dengan raja-raja Jawa akan lebih menarik.
SAVE THE NATION (14)
Pengantar:
Agenda Mendesak Bangsa : Selamatkan Indonesia karya M Amien Rais tidak saja menarik bagi politisi, ekonom maupun kaum pergerakan. Seorang rektor (Syawal Gultom) juga menganggap penting yang tercermin dari makalahnya berikut.
INDONESIA BANGKIT
DENGAN KEMANDIRIAN & KEMARTABATAN
H. Syawal Gultom
Rektor Universitas Negeri Medan (UNIMED)
Orang bijak mengatakan, kemandirian sebuah bangsa berbanding terbalik dengan ketergantungan. Semakin
tinggi ketergantungan dipastikan kemandiriannya rendah. Sebaliknya, semakin rendah ketergantungan dipastikan kemandiriannya semakin tinggi. Bagaimana dengan Indonesia? Nuktah kemerdekaan merupakan avant garde dalam memosisikan eksistensi negara yang berujung pada mekanisme pengelolaan kekuasaan negara yang mandiri dan bermartabat. Kemandirian menandakan eksistensi dan peran aktual yang maksimal, sedangkan kemartabatan merupakan kehendak mulia untuk menjaga eksistensi dan aktualisasi peran negara dalam mengayomi dan mewujudkan kesejahteraan rakyat.
SAVE THE NATION (13)
Pengantar: Sebuah buku berjuduk ‘Agenda Mendesak Bangsa: Selamatkan Indonesia’ karya M.Amien Rais kami anggap penting diperbincangkan hingga untuk itu diadakanlah sebuah perhelatan bedah buku pada tanggal 7 Juni 2008 di Hotel Emerald Garden Medan. Ada sejumlah makalah yang khusus membahas buku Selamatkan Indonesia, di antaranya kami sajikan di halaman ini. Moga-moga bermanfaat.
MELURUSKAN REFORMASI YANG SALAH URUS
Beberapa Catatan terhadap Buku ‘Selamatkan Indonesia!’
Oleh
Nur A. Fadhil Lubis
Menurut seyogianya seluruh bangsa Indonesia tentu menyadari betapa bangsa dan negara Indonesia sedang
mengalami masa-masa sulit, kalau bukan malah telah kritis. Namun prilaku sebagian orang, termasuk sebagian kalangan elit, tidak merasakan kegentingan ini. Semuanya aman terkendali, bagi mereka. Sebagian besar rakyat negeri ini telah merasakan betapa kian beratnya beban yang harus dipikul akibat berbagai bencana yang silih berganti. Ada bencana akibat ketidakramahan alam, namun yang lebih banyak adalah bencana akibat ulah sebagian manusia, atau gabungan dari keduanya.
DARI PINTUK LEGISLATIF: AKANKAH PEREMPUAN (LEBIH BANYAK) MASUK PENJARA?
Besar sekali desakan yang entah dari mana datangnya agar perempuan diistimewakan dalam politik. Undang-undang pun dirubah agar klop dengan desakan itu. Kini pentas politik Indonesia mewajibkan 30 % kuota kepesertaan perempuan. Partai yang dalam pencalegannya tidak memenuhi kuota itu dianggap bukan saja melanggar ketentuan hukum, melainkan sekaligus dianggap tak baik.
SAVE THE NATION (1)
MENGGAGAS INDONESIA BERMARTABAT :
Hilangnya Asa Di Tengah Fakta Buruknya Praktik Politik dan Demokrasi
(Ide tulisan bersambung ini berawal dari serangkaian diskusi panjang bersama NSEAS yang antara lain menghasilkan pembentukan Jaringan SAVE THE NATION melalui sebuah pertemuan di Jakarta Januari 2006 yang kemudian diikuti dengan diskusi, seminar dan forum-forum publik lainnya di Jakarta dan Medan pada tahun tahun berikutnya.
Beberapa di antara tulisan pernah dimuat pada media massa. Kebanyakan dari data yang disajikan adalah hasil tim NSEAS, dan bahkan mungkin juga kutipan-kutipan kalimat dari dokumen NSEAS yang tidak sempat secara teliti didudukkan sesuai aturannya.
Terimakasih dan penghargaan disampaikan kepada dua orang terpenting di lembaga itu, yakni rekan ME Harahap dan Muhammad Sutopo). Kolaborasi ‘nBASIS, ‘nBASIS JARE-SMART dan NSEAS untuk sesuatu yang kami sebut “ta’awwan alal birr wa-attaqwa” (kerjasama untuk kebajikan) ini dimaksudkan untuk pendidikan politik bagi internal anggota dan (jika bermanfaat) juga bagi masyarakat luas.
* * *
Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa sejak awal pemerintahan SBY-JK berjalan dengan rumus 2-1-2, dalam pengertian 2 tahun konsolidasi (yang nyaris tanpa hasil); 1 tahun “masa leluasa kebijakan”; dan 2 tahun persiapan menuju Pemilu 2009 (Eef Saifullah Fatah). Tampaklah dalam perilaku politik pemerintahan bahwa tidak ada hal yang lebih penting dari upaya menjaga kepentingan dan termasuk kemenangan pada Pemilu 2009. Semua poros kekuatan terserap ke dalam orbit ini, baik partai, politisi, apalagi mereka yang berniat menjadi kandidat presiden.
PEMILU 2009 (7)
BELUM TERPILIH SUDAH SOMBONG
Orang itu berjanji akan bertemu dengan sekelompok yang ingin mengajukan kontrak politik. Setelah waktu yang dijanjikan terlampaui, perjanjian baru pun dibuat lagi. Tetapi tiba saat yang ditentukan dalam perjanjian baru itu, orang itu pun mengulah lagi. Sebetulnya bukan menghindari pertemuan, melainkan menyederhanakan makna pertemuan.
PEMILU 2009 (6)
SULTAN HAMENGKU BUWONO X dan PELUANG RI-1
Makin jelas langkah Golkar menolak siapa saja yang berniat maju menjadi Capres 2009-2014 dari partai itu karena peluang hanya untuk Jusuf Kalla (JK). Langkah-langkah gesit semakin menggetarkan lawan-lawan politik meski memang banyak yang masih harus dianalisis dari semua langkah itu.
PEMILU 2009 (5)
Surat Kepada Pimpinan Partai Politik
Perihal: Tolong Bantu Jaga Suara DPD
Assalamu ‘Alaikum Wr.Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua.
Merdeka.
1. Saya berpendapat jika tidak dilakukan perubahan UU untuk mementing-perankan DPD, lebih baik dibubarkan saja. Anggaran habis untuk itu, sedangkan manfaatnya tidak terasa. Jika hanya seakan membentuk sebuah lembaga yang mirip LSM yang berkantor di Senayan, lebih baiklah biaya untuk itu dialihkan untuk peningkatan mutu pendidikan agar sumberdaya Indonesia meningkat seperti negara lain tercatat pernah dan terus menerus melakukannya.