'nBASIS

Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya

Debat Capres Putaran I: SANDIWARA ORANG-ORANG GAGAL

with 3 comments

TRIO1OBSESI menjadi Presiden RI 2009-2014 begitu mempengaruhi penampilan ketiga Capres, terutama pada babak awal debat. Sampai-sampai begitu kaku, dan seolah sedang berada di bawah tekanan yang amat kuat. Itu hal yang bersifat psikologis belaka. Ada yang gagap, gugup dan tak begitu memikirkan kalimat-kalimat yang akan disampaikan. Padahal melihat cara mereka menjawab, sebetulnya patut diduga semua pertanyaan sudah diberi tahu sebelumnya.

Publik tahu tidak ada hal baru yang dipertanyakan oleh Anies Baswedan kepada ketiga Capres ini. Semua masalah substantif bangsa yang bisa diselesaikan, seyogyanya diselesaikan, jika ada kekuasaan di tangan, meski tentunya tidak amat mudah. Tidak amat mudah hanya karena political will atau orientasi kekusaan yang digenggam jauh dari kepentingan bangsa dan tidak diartikulasikan untuk itu.

Tema debat puratan I fokus pada Tatalaksana Pemerintahan Yang Baik dan Bersih (Good Governance and Clean Goverment), Penegakan Supremasi Hukum serta Perlindungan terhadap HAM. Tidak ada yang tuntas, dan seolah tidak ada yang begitu perlu ditelaah kecuali performance belaka dari ketiga capres itu.

Jelas sekali tampak bahwa Mega lebih pintar dan lebih berwawasan dari biasanya. Tetapi tak tampak kepiawaian maksimal dari uji coba mengurai konprehensif tema yang diserahkan Anies Baswedan. JK tanpa beban, lincah saja dan seolah tak memikirkan untuk menang atau untuk apa, yang penting berikan rakyat sesuatu secara jujur. Bahasa lugas seperti biasa.

Dalam debat ini Anies Baswedan selalu mengajukan pertanyaan proyektif dengan ungkapan ”jika Bapak atau Ibu menjadi Presiden”. Itu sebuah kondisi yang diandaikan dengan penuh ketak-pastian. Ketiga Capres secara bergiliran memberi jawaban, jauh dari kenyataan. Jawaban-jawaban ketiga capres ini mengundang pertanyaan, apa yang sedang terjadi di Indonesia? Mega pernah jadi Presiden, tetapi berapologi dengan waktu yang terbatas sebagai penerus Gus Dur yang hanya untuk setengah periode. SBY berdalih sudah melakukan banyak, hanya saja perlu dilanjutkan. JK bersikukuh harus lebih cepat untuk lebih baik, karena sesungguhnya kesempatan belum pernah memberi kewenangan baginya.

Di dunia ini banyak sekali negara. Semua negara itu bisa dimasukkan dalam salah satu kategori yang dibuat berdasarkan identifikasi terhadap karakteristik yang ada.

Ada negara yang bangsanya pekerja keras sambil cakap keras dan banyak. Ada pula negara yang bangsanya sedikit sekali bicara tetapi banyak kerja atau suka kerja keras tanpa gembar-gembor. Indonesia? Dari debat ini Indonesia tercermin sebagai negara yang bangsanya unik sekali: lain yang dipikirkan, lain yang diucapkan dan lain pula yang dikerjakan. Indonesia, kapan berubah?

Possibly related posts: (automatically generated)

Written by nbasis

June 19, 2009 at 7:20 pm

3 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. Debat Capres putaran I kita lihat para Capres saling mendukung dalam forum debat itu, tapi di luar dari pada itu semua, mereka sebenarnya saling sikut-menyikut dan tekung-menikung. sebenarnya apa yang ingin mereka perbuat untuk NKRI? yakinkah kita Indonesia bisa berubah atau maju untuk kedepanya atau paling tidak untuk lima tahun kedepan.

    hyoga

    June 21, 2009 at 9:53 am

  2. ‘nBASIS: Setuju, dan dari pengalaman ini akan ada sesuatu yang makin “hot” pada putaran kedua, apalagi temanya jati diri bangsa.

    nbasis

    June 21, 2009 at 9:12 pm

  3. [...] Debat Capres Putaran I: SANDIWARA ORANG-ORANG GAGAL [...]

    DIALOG UANG « 'nBASIS

    November 7, 2009 at 6:47 am


Leave a Reply