OPOSISI: SEBUAH KENISCAYAAN BARU DALAM DEMOKRASI DAN POLITIK INDONESIA
SBY-BUDIONO diperkirakan secara meyakinkan akan memenangkan Pilpres 2009. setidaknya perhitungan berbagai lembaga survei kita jadikan sebagai sandaran. ‘nBASIS termasuk di antara pihak yang melakukan itu dan merasa yakin hasil akhirnya untuk kemenangan pasangan bernomor urut 2 ini.
Agenda kedepan ialah menggalang kolaborasi yang baik di antara kubu pendukung
kedua pasangan Capres/Cawapres yang kalah. Mereka harus secara kritis melakukan pengawasan dan bahkan jika menemukan bukti pelanggaran dalam menjalankan pemerintahan pada periode 2009-2014, ajukan saja impeachment, jika syarat untuk itu dipenuhi secara konstitusional.
Ini sebuah pertanda baik bagi demokrasi dan politik Indonesia ke depan. Sambil melakukan koreksi yang dapat menolong masyarakat untuk menjadi lebih nalar dan tak diabaikan hak-haknya, tokoh-tokoh oposisi bisa melakukan kampanye 5 tahun penuh.
Di antara tokoh oposisi terkemuka ke depan kemungkinan besar ialah Prabowo Subianto. Seakan dapat dipastikan, dialah tokoh terakhir dari militer dalam pentas politik Indonesia dengan format yang segera akan berubah ini. Faktor figur dan faktor-faktor lain tampaknya mendukung. Hanya saja, Prabowo Subianto harus membuktikan partainya tidak terpuruk pada pemilu 2014 nanti.
Dari kubu PKS diperkirakan secara organik akan dimunculkan tokoh calon pemimpin Indonesia masa depan. Partai inilah yang paling memperhitungkan masa depan dengan cara-cara organisatoris dan pembinaan kompetensi kader dalam mekanisme yang relatif berada di atas keadaan terbaik yang dapat dilakukan oleh partai mana pun di Indonesia saat ini.
Dari kubu kekaryaan (Golkar) tentu akan ada perubahan besar setelah menelaah kekalahan 2009. Partai ini belum kekurangan figur. Akan halnya kader PDIP, selama belum ada perbaikan managemen partai yang mentradisikan semacam budaya hipokritas, belum ada harapan akan menyumbang kondisi terbaik bagi Indonesia. Membanggakan nama Soekarno saja tidak cukup, karena toh di tempat lain dalam bumi Indonesia yang luas ini banyak sekali orang yang mengagumi Soekarno dan pemikirannya dengan tanpa apresiasi sama sekali terhadap Megawati dan partainya. Pewarisan segala ascribed status kepada seseorang bernama Puan Maharani tentu amat sangat perlu dipikirkan jika partai berlambang banteng bermoncong putih ini memang akan berbuat lebih banyak untuk bangsa Indonesia.
Partai Demokrat tentu tidak akan berdiam diri. Peluang partai penguasa untuk selamanya berkuasa, adalah rumus politik yang sudah lazim.
Jika Indonesia memiliki kelompok politik oposisi yang kuat, tentu akan semakin baik negeri ini. Kita boleh berharap.
[...] OPOSISI: SEBUAH KENISCAYAAN BARU DALAM DEMOKRASI DAN POLITIK INDONESIA [...]
Nama-Nama dalam Rekaman: MEANING FULL? « 'nBASIS
November 6, 2009 at 5:51 pm