Indonesia Terguncang: Bom Hancurkan Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton
Selamanya teror itu terkutuk. Untuk tujuan apa pun para pelaku melakukannya, teror tidak dapat diberi maaf. Hitunglah, Indonesia telah berulangkali menjadi sasaran. Berapa banyak nyawa melayang, sungguh sebuah tragedi kemanusiaan yang amat memilukan.
Terjadi saat proses suksesi belum usai, tragedi memilukan ini semakin keruh. Mega ingin tragedi ini tidak dikaitkan dengan masalah pileg maupun pilpres. Hal yang sama juga dipinta oleh JK. SBY dengan tegas —sambil menujukkan bukti-bukti yang diperoleh intelijen— menghubungkan teror ini dengan masalah pilpres. Ada video yang menunjukkan serangkaian latihan menembak dengan menggunakan foto diri SBY sebagai sasaran.
Pengamat Intelijen AC Manullang kepada detikNews mengatakan, “Ini ada keterkaitan dengan Pilpres, karena itu mereka memberikan indikasi atau sign (tanda) bahwa teroris masih eksis secara nasional dan bisa sewaktu-waktu hadir”.
Sydney Jones, seorang ahli asal Amerika yang banyak meneliti tentang masalah teror di Indonesia tetap mengarahkan tuduhan ke kelompok Nurdin M.Top. Mengapa selama ini Bali dan Jakarta selalu dijadikan sasaran? Itu lebih mudah mendapat perhatian dunia, jelas Sydney Jones.
Menghadapi teror Indonesia wajib bersatu. Bahkan dunia harus bahu membahu.
- The history of black terror bombing in Indonesia during the year 2000-2009
- Indonesia shake: Bom explosion Destroy both JW Marriot and Ritz Carlton, Jakarta
BIADAB YNG BOM TUH
solihin daniel
July 18, 2009 at 3:25 am
Umumnya, kata mereka, itu keharusan saja untuk menghapus kebiadaban terstruktur dan tersistem. Dunia harus lebih adil, lebih bersahabat, lebih manusiawi agar bom-bom yang salah itu tidak ada lagi. Bagaimana pendapat Pak Solihin Daniel?
nbasis
July 26, 2009 at 3:14 pm