'nBASIS

Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya

CICAK VS BUAYA: BUTUH PRASYARAT KETEGARAN SEORANG PEMIMPIN

with 7 comments

MELAWAN KORUPSIKITA semua ingat awal konflik ini. Kita semua sedang berfikir, berusaha mereka-reka akhir dari konflik ini. Kita semua (mungkin ada juga yang tidak) semakin ragu apakah akan semakin baik ataukah akan semakin buruk catatan negeri ini tentang korupsi.

Extra Ordinary Crime, itu korupsi. Jika JAPOLHA (Jaksa, Polisi, dan Hakim) bisa berfungsi baik, lalu untuk apa kita membentuk KPK? Itulah pertanyaan pertama. Jadi JAPOLHA tidak boleh kecil hati, meski kehadiran KPK adalah tamparan amat kasar terhadap wajah ketiga lembaga penegak hukum itu.

Tetapi apalah gunanya sebuah lembaga seperti KPK dibentuk jika hanya akan dipergilirkan di antara orang-orang yang tidak memiliki komitmen. Cobalah beri sebuah argumen, mungkinkah KPK mendapatkan figur terpercaya dengan komitmen yang kuat memberantas korupsi di tengah kondisi tiadanya lembaga yang steril dari korupsi? Darimanakah caranya KPK akan mendapatkan aparatur agar lembaga itu dapat bekerja baik? Inilah pertanyaan yang  barangkali saja tak mungkin dijawab di Indonesia.

Ragulah bersama saya, barangkali KPK itu bukan lembaga sungguh-sungguh untuk pemberantasan korupsi. Ragulah bersama saya bahwa jika pemimpin negeri ini tidak memiliki ketegaran dan kebersihan, percumalah berbicara tentang korupsi.

Written by nbasis

October 10, 2009 at 9:36 pm

7 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. sebuah lembaga negara yang lahir “prematur” dari kekecewaan atas lembaga-lembaga negara pada akhirnya hanya sebatas “Komisi Pemuas Kekecewaan” yang distir jadi “Komisi Pemuas Kepentingan” menjelma jadi “Komisi Pemuas Kekuasaan” dan “Komisi Pemuas Keserakahan”.

    Jadi meragukan juga produk2 REFORMASI 98 itu apa?

    Salam

    kopral cepot

    October 14, 2009 at 2:27 am

  2. Semua pelesetan ini dan yang lain mengindikasikan pesimisme publik yang dalam.
    Saya setuju, reformasi ‘98 (politik, hukum dan ekonomi) tampaknya belum berhasil atau kita harus nyatakan gagal.

    nbasis

    October 14, 2009 at 7:31 pm

  3. [...] CICAK VS BUAYA: BUTUH PRASYARAT KETEGARAN SEORANG PEMIMPIN [...]

  4. [...] CICAK VS BUAYA: BUTUH PRASYARAT KETEGARAN SEORANG PEMIMPIN [...]

  5. [...] CICAK VS BUAYA: BUTUH PRASYARAT KETEGARAN SEORANG PEMIMPIN [...]

  6. [...] CICAK VS BUAYA: BUTUH PRASYARAT KETEGARAN SEORANG PEMIMPIN [...]

  7. [...] CICAK VS BUAYA: BUTUH PRASYARAT KETEGARAN SEORANG PEMIMPIN [...]


Leave a Reply