Membangun Indikator: SERATUS HARI PEMERINTAHAN SBY-BUDIONO
Seratus hari itu 3 bulan lebih. Tentu banyak yang bisa dilakukan. Seratus hari dari 5 tahun mandat pemerintahan tentu amat singkat. Tetapi lazim dianggap penting memberi penilaian awal terhadap kinerja sebuah pemerintahan pada masa paling ”dini” ini. Artinya jika dalam 100 hari pertama tidak ada indikasi perubahan, maka disangsikan pidato-pidato kampanye tempohari hanya rencana kosong yang tidak siap ”dibumikan”. Lemah konsepsi, dan disangsikan pula kegalauan akan berkelanjutan.
SBY-BUDIONO memenangkan pilpres hanya 1 putaran dari yang tadinya amat disangsikan berlangsung 2 putaran dan sukar diprediksi hasilnya. Setelah pengumuman pemenang oleh KPU, acara Acceptance Speech Ceremony yang dilangsungkan di kubu SBY-BUDIONO begitu meriah. Hal yang paling memukau tentu bukan pada yel-yel dari ”sejuta” kepalan tangan ke udara dari para pendukung pasangan ini. Ingatlah pada waktu itu SBY berpidato bagus sekali: konsepsional; dan disampaikan dalam dwibahasa: Indonesia dan Inggeris. Luar biasa pidato itu, bukan karena diucapkan oleh seorang pemenang pilpres.
Pidato tanpa teks berulang lagi dengan kepiawaian yang amat sempurna ketika upacara kenegaraan di Gedung DPR-RI yang sudah merupakan konvensi dalam rangka hari kemerdekaan RI. Kandungan dan cakupan terasa berusaha memenuhi panggilan hati semua orang tanpa kecuali. Di dalamnya setiap orang diwarga-nomor-satukan, dihargai dan diberi harapan.
Kedua pidato di atas tidak bisa ditandingi oleh pidato-pidato di depan halayak pendukung saat kampanye pilpres. Tak
bisa ditandingi bukan saja karena performance maupun bangun logika yang dipakai pada saat itu. Katakanlah ketika SBY membela kebijakan BLT dan pembagi-bagian beras untuk orang miskin yang dinilai para ekonom yang kritis sebagai kebijakan populis penumpukan utang. Begitu pun saat menjanjikan pendidikan gratis di depan pendukung, yang nyatanya menyisakan sejuta pertanyaan. Saat pidato Acceptance Speech Ceremony dan Pidato Kenegaraan di Gedung DPR-RI, SBY sudah menjadi Presiden RI ke 7 menunggu pelantikan dan secara psikologis perasaan plong setelah ”pertempuran” melelahkan sangat mendukung untuk seluruh aspek penilaian yang dapat dibuat untuk penampilan itu.
Apa pun prioritas program yang dibahasakan oleh SBY-BUDIONO dan kabinet 2009-2014, ’nBASIS menilai ada keharusan merevitalisa software negara ini, dan keharusan untuk menyintuh sisi-sisi paling krusial dalam kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Banyak keluhan terucapkan maupun teriakan terpendam yang mesti dibaca. Untuk 100 hari pertama pemerintahannya, ’nBASIS mengajak SBY-BUDIONO untuk memberi waktu dan pikiran serius membenahi 10 fokus yang begitu penting kaitannya dengan martabat bangsa. Selamat bekerja dan semoga sukses.
-
Pembentukan Kabinet: ANTARA PENGUTAMAAN STABILITAS DAN EFEKTIVITAS PEMERINTAHAN
-
Dari Diskusi Bulanan ’nBASIS: UNTUK EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS, LIKWIDASI BEBERAPA KEMENTERIAN DAN HAPUSKAN MENKO
-
MENTERI-MENTERI SONTOLOYO
-
Keputusan Mahkamah Konstitusi Tentang Gugatan Hasil Pilpres: SELAMATLAH UNTUK SBY-BUDIONO
-
Dilema Indonesia: BERCERMINLAH PADA “LUPA SYAIRNYA” DAN “TAK GENDONG”………….
-
OPOSISI: SEBUAH KENISCAYAAN BARU DALAM DEMOKRASI DAN POLITIK INDONESIA

[...] Membangun Indikator: SERATUS HARI PEMERINTAHAN SBY-BUDIONO [...]
Thesis Korupsi: BERHENTI ADU ARGUMEN DI PENTAS POLITIK YANG TAK EFEKTIF « 'nBASIS
November 1, 2009 at 11:07 pm
[...] Membangun Indikator: SERATUS HARI PEMERINTAHAN SBY-BUDIONO [...]
KEPRIHATINAN & PERNYATAAN SIKAP GRUP DISKUSI AKTIVIS 77/78 « 'nBASIS
November 2, 2009 at 12:11 am
[...] Membangun Indikator: SERATUS HARI PEMERINTAHAN SBY-BUDIONO [...]
Pemerintah: JALAN PIKIRAN DAN KEPEDULIANNYA « 'nBASIS
November 3, 2009 at 5:57 pm
[...] Membangun Indikator: SERATUS HARI PEMERINTAHAN SBY-BUDIONO [...]
Nama-Nama dalam Rekaman: MEANING FULL? « 'nBASIS
November 5, 2009 at 9:22 am
Sampaikan ungkapan cinta, keluh kesah, kritik, dan saran anda untuk pemimpin kita
http://www.facebook.com/pages/Presiden-Indonesia/204016290557
Rakyat Biasa
November 6, 2009 at 5:31 pm