Nama-Nama dalam Rekaman: MEANINGFULL?
Amat dapat dibenarkan jika untuk kejelasan masalah ini Tim-8 memanggil nama-nama yang disebut dalam rekaman. Namun diperkirakan Tim-8 akan hanya membatasi diri pada pemanggilan semua orang selain SBY. Mengapa?
BANYAK nama disebut dalam rekaman pembicaraan yang menghebohkan seputar kasus dugaan “kriminalisasi KPK” yang membawa Bibit Samad Riyanto dan Chandra Hamzah ke tahanan Kepolisian. Di antara nama-nama yang disebut-sebut dalam rekaman yang diperdengarkan dalam sidang Mahkamah Konstitusi kemarin itu terdapat nama Anggodo, Anggoro, Antasari, Bibit Shamad Riyanto, Chandra Hamzah, Ritonga, Eddy, Ketut, Wisnu Subroto, Susno Duaji, dan lain-lain.
Selain itu, hal yang tentu paling mengejutkan ialah disebut-sebutnya RI-1 dalam bagian-bagian tertentu rekaman pembicaraan berdurasi beberapa jam itu. Selama ini publik hanya tahu nama RI-1 (SBY) dicatut, dari lingkungan istana melalui keterangan resmi.
“Yo pokoke saiki berita acarane kene dikompliti (ya pokoknya sekarang berita acaranya dilengkapi).”
“Wis gandeng karo Rit (nama salah satu pucuk pimpinan Kejaksaan Agung) kok dek’e (dia sudah nyambung kok dengan R).”
“Janji ambek Rit, final gelar iku sama kejaksaan lagi, trakhir Senen (Janji sama Rit gelar perkara final dengan kejaksaan lagi, terakhir Senin).”
“… sambil ngenteni surate RI-1 thok nek? (… tinggal menunggu surat dari Rl-1?)”
“Lha, kon takok’o Truno, tho (ya kamu tanyakan ke Trunojoyo, dong).”
“Yo mengko bengi, ngko bengi dek’e (ya nanti malam saya tanyakan ke dia).”
Pembelaan Seorang Menteri
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Patrialis Akbar secara tegas berani menjamin bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sama sekali tidak terlibat dalam posisi buruk seperti terungkap dalam rekaman itu.
“Saya mohon dengan hormat jangan menganggap ini sebagai kebenaran. Presiden tidak terlibat seujung kuku pun. Saya jamin. Ini 100 persen rekayasa. Ini hanya permainan,” ujarnya sambil mengimbau agar jangan ada politisasi pencatutan nama ini karena berhubungan dengan nama Kepala Negara.
Namun jawabannya berbeda untuk kemungkinan keterlibatan nama-nama lain. “Itu saya tidak tahu. Ini kan masih proses persidangan. Kita tunggu saja,” ujar Patrialis Akbar.
Ada sekian lakon dan peristiwa serta nama yang disebut dalam rekaman. Tentang SBY Patrialis Akbar berani menjamin 100 persen tidak benar. Sedangkan untuk sekian lakon, peristiwa dan nama lain di luar yang menyangkut nama SBY Patrialis Akbar memilih ungkapan “saya tidak tahu”.
Sebelumnya, beberapa jam sebelum Sidang MK selesai, Dino Pati Jalal, juru bicara Presiden menyatakan bahwa Pemerintah akan menuntut pihak-pihak yang mencatut nama Presiden.
TIM-8 Memanggil
Masuk akal dan tampaknya amat dapat dibenarkan jika untuk kejelasan masalah ini Tim-8 memanggil nama-nama yang disebut dalam rekaman. Namun diperkirakan Tim-8 akan hanya membatasi diri pada pemanggilan semua orang selain SBY. Mengapa? Tanpa melandasi sikap pada prinsip dasar equal before the law, banyak pihak (dan kemungkinan besar juga Tim-8) akan berdalih SBY adalah pemberi mandat kerja, untuk tidak persis sebahasa dengan Patrialis Akbar. Nanti perasaan keadilan masyarakat bisa terusik karena ini.
Ini tidak sederhana. Implikasinya luar biasa, bukan cuma domain hukum melainkan politik sekaligus.
-
MENTERI-MENTERI SONTOLOYO
-
Thesis Korupsi: BERHENTI ADU ARGUMEN DI PENTAS POLITIK
-
Pemerintah: JALAN PIKIRAN DAN KEPEDULIANNYA
-
Membangun Indikator: SERATUS HARI PEMERINTAHAN SBY-BUDIONO
-
OPOSISI: SEBUAH KENISCAYAAN BARU DALAM DEMOKRASI DAN POLITIK INDONESIA
[...] Nama-Nama dalam Rekaman: MEANINGFULL? [...]
Rekomendasi Tim-8: JANGAN CUMA BERHENTI MENDESKRIPSIKAN “PUNCAK GUNUNG ES” « 'nBASIS
November 15, 2009 at 9:01 pm
[...] Nama-Nama dalam Rekaman: MEANINGFULL? [...]
Pernyataan Aktivis Gerakan ‘77/’78 : PRESIDEN SUSILO BAMBANG YUDHOYONO TIDAK LAYAK SEBAGAI PEMIMPIN NASIONAL « 'nBASIS
November 26, 2009 at 8:44 pm
[...] Nama-Nama dalam Rekaman: MEANINGFULL? [...]
PERNYATAAN SIKAP POLITIK: PERJUANGAN MENEGAKKAN KEBENARAN HARUS BERLANJUT « 'nBASIS
December 3, 2009 at 2:26 am