Home » ARTIKEL » MUHAMMADIYAH DAN AMAL USAHA MUHAMMADIYAH DI BIDANG PENDIDIKAN

MUHAMMADIYAH DAN AMAL USAHA MUHAMMADIYAH DI BIDANG PENDIDIKAN

AKSES

  • 366,148 KALI

ARSIP

Goodreads


Oleh: Muhadjir Efendy

Sebagaimana yang dipahami umum, Muhammadiyah dengan seluruh sepak terjangnya itu ’hanyalah’ merupakan konstruksi sosial dari surat Al Ma’un. Oleh sebab itu secara ideologi Muhammadiyah itu adalah Al Ma’unisme. Sehingga warga Muhammadiyah bisa disebut sebagai kaum ”Al Ma’unis”.

Sebagai konsekuensi dari ideologi Al Ma’unisme, maka orientasi ke-Islaman kaum Al Maunis ini menjadi lebih antroposentris dari pada teosentris, dengan berbagai macam implikasinya. Kaum Al Ma’unis lebih eksoteris dalam beragama, lebih empati terhadap masalah-masalah berkaitan dengan ”yang tercipta” daripada ”Sang Pencipta”.

Kiprah Muhammadiyah yang sangat ekstensif di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan sosial adalah konsepsi, formulasi, dan realisasi dari karakter Islam yang terpusat pada ”yang tercipta” tersebut.

Dalam gerakan Muhammadiyah, konsep tentang ”Yatim” dan ”Miskin” dewasa ini belum mengalami perluasan makna. ”Yatim” sebetulnya bukan hanya secara harfiah anak yang sudah tidak memiliki orang tua. Begitu juga konsep miskin tidak sekedar kalangan masyarakat yang tidak berkecukupan dasar secara ekonomis, tetapi juga sosial bahkan spiritual.

Awal gerakan Muhammadiyah di bidang pendidikan menemukan momentum sebagai pelopor. Ketika negara dan kelompok masyarakat yang lain belum melakukannya. Namun setelah memasuki satu abad kiprahnya, Muhammadiyah mulai kehilangan kepeloporan itu.

Peran Muhammadiyah di bidang pendidikan mulai diadopsi oleh isntitusi-institusi dan terutama telah diakuisisi oleh negara. Sehingga kiprah Muhammadiyah di bidang pendidikan dewasa ini mengalami kemerosotan yang agak tajam karena gagal melakukan inovasi dalam menghadapi kompetitor-kompetitor yang sebetulnya mereka dulu meniru Muhammadiyah. Kompetitor itu adalah termasuk negara.

About these ads

13 Comments

  1. [...] Amal Usaha Muhammadiyah Dalam Bidang Pendidikan Possibly related posts: (automatically generated)RENUNGAN SUKSESI BERMARTABATPEMILUKADA KOTA MEDAN 2005SELAYANG PANDANG TENTANG PERMASALAHAN PENDIDIKAN [...]

  2. Aisyiyah yang merupakan ortom Muhammadiyah juga mengelola pendidikan khususnya tingkat Taman Kanak Kanak (Busthanul Athfal)yang tersebar di cabang Aisyiyah.
    Dalam perjalanannya gerakan ini banyak mengalami perubahan disebabkan oknum pengurus bersikap primordial. Dari catatan yang ada, guru yang sudah mengabdi sekian lama diberhentikan dan guru PNS dikembalikan ke Dinas Pendidikan (terjadi di Kota Medan), yang penyebabnya adalah kepentingan si pengurus yang senantiasa memaksakan kehendak. Jika tidak direspon, maka terjadilah pemecatan atau menolak PNS dari sekolah tersebut. Nauzu billah, banyak oknum pimpinan yang telah lari dari khittah perjuangan Muhammadiyah (baca Aisyiyah).

    ‘nBASIS: di cabang mana kejadian yang digambarkan? Tentu ini amat kasuistik. Terimakasih dan semoga pihak berwenang memberi perhatian

  3. ardhan says:

    secara pribadi, (diluara sejarah dan perjuangan Muhammadyah dulu), saya kecewa dgn Muhammadyah saat ini. Politik praktis telah menggerusnya menjadikan Muhammadyah bagian “permainan” dari “kerusakan” bangsa ini.

    Karena, saat ini, yang saya lihat, yg memperjuangkan dan menjaga bangsa ini justru personal-personal tangguh seperti pemilik blog ini.

    Lebih memprihatinkan, pengurus2 Muhammadyah juga kurang respek melihat kondisi yg terjadi di negeri ini.

    Konsep pendidikan misalnya, ratusan lembaga pendidikan muhammadyah, nyatanya, sistem yang dipakai juga sama bahkan banyak pula kasus-kasus “pelucutan” keadilan terjadi. ah ah….
    Andaikan Muhammadyah kini seperti awal-awal dahulu.. oh..

    *maaf kang, lagi-lagi berandai nih :)

    ‘nBASIS:(1) deskripsi yang objektif dan kritis. (2) ekspektasi semacam itu seakan utopi utk Muhammadiyah saat ini. mudah-mudahan ada (lagi) Sang Pencerah (baru)

  4. [...] MUHAMMADIYAH DAN AMAL USAHA MUHAMMADIYAH DI BIDANG PENDIDIKAN February 2010 3 comments 3 [...]

  5. abdi says:

    hmmm..
    Muhammadiyah ku sayang muhammadiyah kumalang..!

    semangat muswil xi sumut
    semoga melahirkan Sang Pencerah2
    bagi Matahari umat..!

    Bicara kepentingan Perut,
    semua orang saling sikut dan saling rangkul utk bersubahat..
    ngetrend “korupsi berjamaah”..

    ada seorang yg vokal disebuah ranting,
    “dia bilang, dengan kenyataan saat ini,
    semboyan, hidup-hidupi muhammadiyah dan jangan cari hidup dimuhammadiyah,
    sudah selayaknya diganti..!

    terlalu byk yg munafik dgn amal usaha, bukan masalah honor atau gaji..
    tapi seberapa pantas, hasil keringat ATAU dengan istilah balas jasa,
    semua kita mengetahui yg sudah pensiunan dr amal usaha
    ada UANG TUNJANGAN SEUMUR HIDUP?
    begitu tragiskah dengan alasan balas jasa atau uang pensiun yg nilai nya jauh lebih besar dr pensiunan PNS…

    JANGAN TUTUP MATA..!

    DAN JUGA “sang vokal” td bilang,
    ” muhammadiyah ini akan jalan harus ada sekretaris executive mulai dr ranting hingga ke PP..
    tapi dengan honor yg pantas minimal UMR..

    bagaimana kita memaksa seseorang untuk beramal jika kita tidak bisa beramal dengan alasan kesibukan masing2..

    JADI HARUS DIPISAH, HONOR SEKRETARIS EKSEKUTIF
    DENGAN HONOR GURU, DOSEN, REKTOR, X-REKTOR..

    ‘nBASIS: aktivis ranting yang cerdas itu ingin memberi solusi. agaknya ia pantas diberi penghargaan

  6. Kholid Qowaid says:

    As.Mohon dikirim berita selengkapnya tentang amal usaha Muhammadiyah, khususnya di bidang ekonomi. Tks.Wslm


    ‘nBASIS:
    kita belum mempunyai data itu. sayang sekali.

  7. Kholid Qowaid says:

    ketika mentari mulai bersinar
    sang pencerah mulai berkiprah
    burung-burung mulai beterbangan
    ikan-ikan mulai berkeliran
    semua mahluk mulai menggeliat
    dari mulai katak sampai pejabat
    semua mencari jati diri
    dari mulai prestise sampai prestasi
    kadang-kadang ada yang tahu diri
    yang tidak punya nyalipun ingin berprestasi
    padahal hanya ingin cari prestise dan sensasi
    kalau hanya ingin cari sensasi,jangan berorganisasi
    nanti hanya merusak tatanan yang pasti
    dan akhirnya hanya untuk memperkaya diri

    ‘nBASIS: terimakasih atas ungkpan-ungkapan ini. semoga bisa menggugah untuk perbaikan.

  8. Ibu Seina says:

    Muhammadiyah tidak akan kehilangan relevansi dalam jaman apapun dan tidak akan kalah ebrsaing, sebab kritis. Kebohongan2 publik bisa mereka kritisi, seperti Pak Amien dan Buya Syafi’i Maarif. Mereka hebat. Lihat, saat ini, ini pemerintah apa lagi ya? Rakyat hanya dijadikan alat dan dianggap sampah. Padahal kita sesama manusia harus saling menghargai dan menghormati. Tetapi kita perlu memerangi mentalitas yang buruk dan orang-orang tidak kapabel dan kita perlu bersama atau kelompok masing-masing. Lihatlah filosofi semut. Kenapa ini perlu, sebab di dunia ini tak ada kebenaran mutlak. Kecuali hukum fisika. Itu juga tidak mutlak penuh. Dan bagi kami orang Cina/Tionghoa, kami orang hanya lebih suka yang klasik yaitu yang ikut Muhammadiyah atau NU. Kami tidak suka yang jenggot2 seperti orang2 PKS, atau orang2 Muslim ektrim lainnya, seperti aliran Maliki, Hambali dan lainnya yang baru “diimpor” ke Indonesia belum lama, dan cenderung ekstrim, ada yang pakai jengot, norak. Ahmadiyah sebetulnya baik dan orang-orangnya tidak ekstrim. Tapi karena baik dan bisa banyak pengikut, maka difitnah dan dijegal bahkan mereka dibunuh. Padahal, negeri ini bukan negara Islam, tapi sekuler berdasarkan Ketuhanan YME seperti pada Pancasila, dasar negara, ini sangat penting. Artinya, orang boleh beragama apasaja memilih aliran apasaja selama tidak melanggar hukum nasional.

    Dan ini soal penting. Perombakan kabinet? Mutlak penting. Bayangkan, seorang menteri diangkat hanya karena dulu suka demo dan sok aksi di depan Kedubes Amerika memanfaatkan isu laris-manis yaitu Palestina-Israel. Membela sesama manusia di Palestina penting, tapi jangan sampai kita diperalat oleh tokoh-tokoh yang suka mengeksploitasi sentimen sesama manusia atau agama atau etnis untuk kepentingan dia-dia orang.

    Padahal itu hanya untuk mendapat kursi menteri atau persentase perolehan dalam pemilu. Itu permainan mudah dibaca dari PKS. Kini terbukti sudah bahwa Tifatul Sembiring tidak kapabel. Semua orang tahu pasti dan harusnya dia sudah di-reshuffle sejak dulu. SBY sendiri sejak dulu sudah di atas angin, padahal, dia menang hampir mutlak pada pemilu 2009. Tapi SBY takut tanpa alasan, dengan memutuskan membuat “jaring pengaman” tak perlu yaitu koalisi bersama PKS dan Golkar. Sekarang SBY baru tahu kalau Menkominfo itu, Tifatul Sembiring, tidak berguna. Kalau sudah begini, apa tidak pemborosan itu orang. Negara mau dikemanakan kalau sudah begini? Itu uang rakyat diboroskan hanya untuk menggemukkan kabinet. Pada kabinet SBY, terlalu banyak menteri dan komisi.

    ‘nBASIS: mudah-mudahan lebih maslahat ke depan

  9. Muhamad Lukman says:

    Jaman ini suka yang baru-baru, sebaiknya selain memajukan berbagai ketinggalan yang ada juga mampu mengikuti perkembangannya tanpa meninggalkan sedikitpun ADARTnya. “Jgn berputus asa”, mari tingkatkan kadar iman kita sebisa-bisanya. Kita sesama muslim adalah saudara dan sepatutnya saling isi-mengisi, nasehat-menasehati, do’a-mendo’ai dan saling amin-mengamini. Agar semakin tegak agama yang kita miliki.

    ‘nBASIS: saran yang bijaksana

  10. naiim says:

    Asslm.Mohon dikirim berita selengkapnya tentang macam macam amal usaha Muhammadiyah . Trima ksh.Wslm

    ‘nBASIS: wa’alaikum salam. maaf, media ini tidak memusatkan diri pada pemberitaan melainkan analisis atas hal-hal yang sengaja dipilih. terimakasih.

  11. SUDIRMAN THO MALEWANG says:

    SEBAGAI TENAGA PENDIDIK ATAU TENAGA KEPENDIDIKAN, APA YANG HARUS KITA LAKUKAN UNTUK MENGEMBANGKAN AMAL USAHA MUHAMMADIYAH?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,931 other followers

%d bloggers like this: