Home » ARTIKEL » KPK MEMANG LAMBAN

KPK MEMANG LAMBAN

AKSES

  • 364,961 KALI

ARSIP

Goodreads


Dari 26 nama yang diumumkan sebagai tersangka baru untuk kasus suap travellers cheque pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia tahun 2004 tak satu pun orang-orang dari Partai Demokrat. Ini masuk akal karena waktu itu Partai Demokrat adalah partai “anak bawang” di Republik ini dan boleh disebut tidak banyak peran.

Namun demikian ada beberapa hal yang tidak dapat ditepis. Pertama, hal ini menunjukkan KPK itu memang sangat lamban. Satu kasus sederhana ternyata harus menunggu 6 tahun untuk menetapkan tersangka saja. Nanti setelah 6 tahun atau 10 tahun setelah SBY-Budiono meletakkan jabatan sebagai Presiden, barulah ada tersangka untuk kasus Bank Century. Kira-kira begitulah analoginya.

Kedua, tidak dapat dihindari adanya kesan kepentingan politik di balik penetapan tersangka ini. Oleh karena itu pimpinan partai yang kadernya menjadi tersangka hari ini justru diminta untuk semakin mempertinggi speed and power dalam menjalankan misi oposisional terhadap pemerintah. Jika perlu PPP dan apalagi Golkar bisa menentukan sikap sesegera mungkin apakah akan terus-menerus menikmati koalisi dan kerangka kolusional Setgab atau berhenti untuk lebih mementingkan peran dan fungsi advokasi kepentingan rakyat.

Ketiga, semua koruptor kecil maupun kakap di negeri ini amat faham bahwa kemampuan dan ritme kerja KPK. Oleh karena itu pengumuman daftar baru terangka korupsi ini malah akan menimbulkan keberanian baru untuk melakukan penyimpangan keungan Negara. Terlebih kinerja Menteri Hukum dan Ham, Kepolisian dan Kejaksaan yang terus-menerus menambah permasalahan baru terkait dengan kredibilitasnya sebagai lembaga-lembaga penting dalam penegakan hukum. Untuk Menteri Hukum dan Ham dan Lembaga Baru Pemberantasan Mafia Hukum tentu pengampunan terhadap beberapa koruptor untuk perayaan ultah kenegaraan 65 lebih dari cukup untuk menjelaskan bahwa mereka tidak ingin perbaikan segera dan menyeluruh. Untuk Kepolisian dan Kejaksaan cukup panjang daftar hitam yang menunjukkan keburukan lembaga-lembaga itu.

Berdoa

Jika dengan kondisi sekarang dan dengan tanpa kesungguhan SBY, maka tidak mungkin ada perubahan di Indonesia dalam hal penegakan hukum khususnya terkait kasus korupsi. Oleh karena itu terpulang kepada rakyat, bersabar saja atau berdo’a agar negeri ini cepat menyelesaikan kejanggalan-kejanggalannya yang membuat keterpurukan martabat dan ekonomi.

Selain itu ada dua institusi penting yang sebetulnya memiliki potensi besar melawan korupsi, dan itu bentuk perlawanan rakyat. Pertama, para ahli hipnotis bergabung untuk melakukan perlawanan sebagaimana diperagakan dalam setiap tv show yang dilakukan oleh Uya Kuya. Diperkirakan hasilnya cukup besar dan rakyat pasti amat mendukung.

Kedua, spontanitas FPI (Forum Pembela Islam) sebagaimana selama ini dicontohkannya dalam melawan berbagai kebathilan di Indonesia . Terlepas dari pro kontra yang berkembang terhadap FPI selama ini, tetapi secara keseluruhan FPI itu justru harus diberi penghargaan tertinggi dalam bidang penegakan hukum di Indonesia . Kini FPI itu hanya memerlukan orientasi manajemen untuk menggeser focus terjangan dari hal remeh temeh berdasarkan tafsiran fiqh sederhana para pemimpinnya ke focus substantive berdaasrkan ijtihad fiqh baru hingga korupsi menjadi salah satu sasarannya. Amat terasa pemerintah demikian gerah dengan eksistensi FPI sehingga berusaha memobilisasi kekuatan lawan-lawannya untuk meminta pembubaran sampai diinginkannya perubahan UU Nomor 8 Tahun 1985 tentang keormasan.

Harap dicatat, kedua mobilisasi tersebut di atas (hipnotis Uya Kuya cs dan FPI) adalah gerakan rakyat yang mampu memperpendek sumbu masa tenggang revolusi.

Oleh karena itu SBY-Budiono harus berusaha keras.

About these ads

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,934 other followers

%d bloggers like this: