Home » ARTIKEL » PENYERANGAN MAPOLSEK HAMPARAN PERAK

PENYERANGAN MAPOLSEK HAMPARAN PERAK

AKSES

  • 372,313 KALI

ARSIP



http://news.okezone.com/

Fakta-fakta yang dapat dikumpulkan dari berbagai sumber  menuntun kesimpulan sementara bahwa penyerangan ini dilakukan oleh orang terlatih meski diduga kemampuannya masih berada di bawah kemampuan Kepolisian. Waktu pelaksanaan (penyerangan), lewat tengah malam, bukan sesuatu kebetulan melainkan direncanakan atas berbagai pertimbangan. Durasi kejadian hanya beberapa menit saja. Mapolsek Hamparan Perak sebagai sasaran penyerangan tampaknya benar-benar direncanakan berdasarkan tingkat kemudahan melakukan, sama pentingnya dengan faktor  penentuan waktu pelaksanaan.

Mereka bersenjatakan senjata api laras panjang dan kemungkinan juga ada pistol. Pelaku diperkirakan beranggotakan banyak (mungkin belasan orang). Akibat penyerangan ini 3 orang anggota polisi tewas dan seorang luput dari serangan karena kemungkinan para pelaku tidak mengetahui keberadaannya di Mapolsek itu.

Tampaknya penyerangan ini tidak bermotif kejahatan keuangan ataupun pembebahasan tahanan (tidak ada tahanan yang dibebaskan di Mapolsek). Peristiwa ini hanya jarak beberapa hari dengan penyergapan sejumlah orang yang sampai saat ini dihubungkan dengan pelaku perampokan bank CIMB Niaga Aksara Medan.

Sembari memperdalam informasi tentang kejadian ini dikhabarkan pihak Kepolisian sudah memerintahkan Satuan Brimobda Sumatera Utara beranggotakan 200 personil untuk melakukan pengejaran. Berbagai pihak menduga para pelaku masih berada di wilayah Sumatera Utara karena daerah ini dianggap cukup aman bagi mereka termasuk karena faktor penguasaan lika-liku wilayah.

Analisis Isyu-Isyu Terkait

Selang beberapa hari sebelum penyerangan Mapolsek Hamparan Perak, Densus 88 diberitakan berhasil melakukan penyergapan dan penangkapan sejumlah tersangka teroris di Sumatera Utara. Beberapa di antara tersangka ini ada yang tewas saat penggerebekan. Terkait modus yang terkesan mengutamakan “eksekusi mati” di lipangan ini banyak pihak menyesalkan, bukan cuma karena potensi melanggar HAM tetapi juga menjadi tertutup kemungkinan memperoleh informasi lebih luas dan mendalam.

Setelah penyergapan dikhabarkan telah terjadi insiden di Airport Polonia Medan saat pasukan Densus 88 memasuki Wilayah airport. Konon Goris Mere yang urusannya adalah masalah Narkotika ada di situ dan disebut-sebut memimpin pasukan. Tetapi kemudian Kapolri membantahnya, dan Goris Mere disebut berada di Medan untuk kepentingan lain. Terkait masalah ini banyak pihak menyesalkan “arogansi” dan tidak kurang dari pihak TNI AU melakukan protes tertulis. Makin berkembang lagi pendapat rivalitas yang sesungguhnya masih memerlukan pendalaman untuk kesahihan.

Meski tak pasti, sejumlah pihak  menyebut kemungkinan keterkaitan penyerangan Mapolsek Hamparan Perak dan kejadian-kejadian sebelumnya dengan Jamaah Anshorut Tauhid (JAT) Abu Bakar Ba’asyir. Banyak pihak menyesalkan pemberian penjelasan yang amat prematur, dan analisis berkembang pula tentang siapa dan kepentingan siapa di balik semua peningkatan perang mewalan terorisme ini. Ada yang menduga-duga terorisme itu proyek ciptaan belaka, dan itu sekadar memenuhi pesanan asing. Benarkah?

Internal Kepolisian sedang dalam ketidak-nyamanan paling tidak jika dilihat dari beberapa hal, antara lain ditahannya Susno Duaji, Kasus rekening gendut, Peradilan Arafat Enani. Kemudian, tak lama lagi BHD akan pensiun dan segera akan digantikan orang baru. Di luar mulai tercium unsur-unsur yang tidak mengenakkan terkait dengan dilakukannya mutasi dan kenaikan  pangkat perwira tinggi tertentu yang diduga terkait dengan rencana pergantian pimpinan tertinggi ini.

Sebagai suatu keseluruhan Indonesia juga sedang gonjang-ganjing dalam banyak hal (ekonomi, hukum, politik dlsb) yang menyebabkan resistensi publik yang meningkat. Jangan pula dilupakan ketegangan hubungan RI-Malaysia yang melebar ke berbagai segi (ekonomi, politik, hukum, hankam, dlsb).

Asumsi-Asumsi Sementara

Bisa ya dan bisa tidak. Meskipun kejadian ini bisa didudukkan sebagai respon terhadap tindakan-tindakan yang diberikan oleh kepolisian terhadap masalah keamanan akhir-akhir ini, terutama terkait dengan perampokan bank CIMB Niaga Aksara Medan, namun bisa juga sama sekali tidak terkait. Saat ini terlalu dini untuk mengajukan sebuah dugaan dalam keadaan fakta-fakta masih minim.

Fakta Sosial terkait Fakta sosial yang lain. Dalam ilmu sosiologi ada satu model analisisi yang disebut paradigma fakta sosial. Teori ini mengajarkan bahwa sebuah fakta adalah penjelasan bagi fakta yang lain dan senantiasa dapat ditemukan benang merahnya secara sempurna. Berdasarkan teori ini kita bisa mengatakan bahwa meningkatnya radikalisasi termasuk tindakan-tindakan deviatif yang melawan hukum dapat diposisikan memiliki kaitan dengan ketidak-puasan sosial yang meluas. Meskipun demikian, tidak semua ketidak-puasan bisa melahirkan radikalisasi dan apalagi tindakan-tindakan deviatif yang melawan hukum. Pada titik ini pun orang sering mengajukan tuduhan pengalihan isyu.

Kemampuan Intelijen Lemah? Beberapa hari sebelum penyerangan Mapolsek Hamparan Perak, Kapolri BHD menggelar temu pers untuk menjelaskan penggrebekan di Medan yang menghasilkan sejumlah tangkapan dan sejumlah korban tewas. Saat itu Kapolri BHD seakan unjuk prestasi atas segala yang sudah dicapai. Jika dihubungkan dengan kejadian terakhir di Hamparan Perak, kelihatan Kepolisian tidak menduga akan ada ancaman lain. Akhirnya kesiagaan ditingkatkan di Sumatera Utara dan dirinci kemungkinan bukan saja personal kepolisian yang bertugas di jalan raya bisa jadi sasaran, tetapi juga digambarkan kemungkinan pos dan instalasi militer juga potensil sebagai sasaran bagi teroris itu.

Dialog Radio

Kemaren sore sesbuah radio swasta di kota Medan menggelar sebuah dialog yang mempertemukan berbagai pihak. Sebuah sms yang menyela dialog itu mempertanyakan apakah para narasumber tidak menyadari kemungkinan Malaysia mendalangi dalam kaitan dengan konflik mutakhir. Pengirim sms itu juga menjelaskan bahwa perairan Indonesia begitu terbuka untuk keleluasaan para teroris.

Segala macam dugaan, yang faktual dan mengarang tak urung dapat muncul. Negara harus menjawab tak sebatas meniru ucapan-ucapan terkenal di dunia “negara tak boleh kalah terhedap terorisme”.

Tetapi satu hal sudah pasti, makin lazim penyerbuan dan kontak senjata seperti yang terjadi belakangan ini dapat membuat semakin buruknya keadaan. Semua pihak termasuk masyarakat perlu menyatukan langkah. Juga kritik terhadap pola-pola penanganan teroris tak mungkin diabaikan.

Selain itu, setelah selama ini di jalanan lazim saja petugas yang berlalu lalang menenteng senjata, kelak akhirnya orang bisa menganggap hal itu tak aneh. Termasuk ketika teroris yang berlalu lalang dengan senjata, bisa dianggap juga sebagai petugas. bayangkan Bank CIMB Niaga Aksara Medan yang wilayahnya adalah wilayah padat, sejumlah orang bersenjata bisa leluasa melakukan tindakan dengan senjata di tangan.

Maka hindarilah pamer seperti itu karena memang tidak diperlukan, terutama karena kelak bisa berulang lagi teroris beraksi di jalanan namun orang bisa menganggapnya petugas yang sedang melaksanakan tugas menjaga negara dan bangsa.

About these ads

5 Comments

  1. Turut Berduka Cita atas 3 Anggota POLRI yang Gugur…
    Mudah-mudahan diditerima disisi Allah

    Himbauan :
    Kepada seluruh Masyarakat,khususnya diwilayah HAMPARAN PERAK,kiranya memberikan Kerjasama yang baik dengan Aparat setempat.

    Horas


    ‘nBASIS:
    Terimakasih atas perhatian, ucapan belasungkawa dan himbauannya. Semoga semua bentuk ancaman ini cepat berlalu.

  2. فتر says:

    S’moga pelakunya cepat tertangkap.

    ‘nBASIS: mudah-mudahan harapan itu terpenuhi

  3. Amri Munthe says:

    Pertama-tama sepatutnya kita menyampaikan rasa belasungkawa atas gugurnya tiga aparat kepolisian RI pada insiden Mapolsek Hamparan Perak beberapa hari yang lalu.

    Bagi saya, banyak kajian yang muncul berkaitan dengan kejadian ini, termasuk faktor sosiologis yakni paradigma fakta sosial yang dikemukakan di atas, pengalihan isu (tindakan deviatif) dan lain-lain. Namun persoalan lain yang juga menarik untuk dibahas dari pada sekedar berandai-andai mengulas berbagai probabilitas adalah sejujurnya Badan Intelijen kita ini impoten dan makan gaji buta.

    Tidak pernah terdengar berita yang sangat membanggakan tentang keberhasilan intelijen kita membongkar sebuah konspirasi atau ancaman serius yang benar2 potensial sebagai musuh negara. Akhirnya persis seperti Polisi India yang selalu datang terlambat seperti di film-film Bollywood.

    Permainan-permainan seperti pengalihan isu sebagaimana dipaparkan di atas sesungguhnya menampakkan ketidakjujuran pemimpin di negeri ini dalam menjalankan fungsinya, sekaligus menunjukkan kecengengan dan ketidakmampuan di dalam menangani manajemen konflik.

    Terima kasih

    ‘nBASIS: Badan Intelijen yang lemah? menarik juga membahas soal ini. Terimakasih analisisnya.

  4. kopral cepot says:

    menarik untuk di telusuri “ring Inggris Raya” (Malaysia, Singapura dan Australia) … ada apakah dng Idonesia ?


    ‘nBASIS:
    betul Kopral. betul sekali. terimakasih

  5. [...] menjadi CRISIS RESPONSE TEAM (CRT). Rencananya CRT ini akan dilatih langsung Oleh AS dan ternyata Insiden Medan adalah kado perpisahan kalau tidak ingin disebut [...]

    ‘nBASIS: Tks, Kopral

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,938 other followers

%d bloggers like this: