Home » ARTIKEL » MENDAGRI HARUS SANTUN KEPADA MASYARAKAT

MENDAGRI HARUS SANTUN KEPADA MASYARAKAT

AKSES

  • 391,695 KALI

ARSIP


Negara tidak boleh tersandra oleh seseorang, karena sejatinya, orang peroranglah (warga negara, siapa pun dia) yang seharusnya berkorban kepada negaranya, apa pun taruhannya.

Saat ini besar sekali jumlah Kepala Daerah yang tersangkut dengan masalah hukum. Praktiknya, mereka yang sudah tersangka, bahkan sudah ditahan, masih berperan seperti dalam keadaan normal. Paling merugikan jika pejabat yang ditahan itu masih berkeinginan kuat menganti pejabat-pejabat di daerahnya.

Kita tahu bahwa saat ini sudah menjadi rahasia umum bahwa sebuah jabatan tidak pernah lagi dipergilirkan di antara pejabat yang kompeten dengan prinsip-prinsip yang baik, bahkan  melanggar merit system. Ini akan sangat merugikan masyarakat dan pemerintahan. Bagaimana pula jika persembahan material yang diberikan untuk mendapatkan jabatan itu pada gilirannya akan mengorbankan APBD dan APBN?

Para Kepala Daerah yang terpilih dengan mengorbankan sejumlah uang pun telah ditengarai kuat menjadi dasar korupsi dalam mengisi jabatannya, dan cenderung akan menjadi penguasa pada periode berikutnya dengan modal korupsional. Bayangkanlah betapa bahayanya. Itu pula sebab Mendagri dan orang-orang yang seide ingin mengembalikan proses pemilihan Kepala daerah kepada asal semula, yakni pemilihan di legislatif.

Meskipun ini agak terasa masuk akal, tetapi jika masalahnya adalah buruknya tingkat money politics dan pelanggaran substanstif lainnya, tidak ada alasan untuk membedakannya dengan pilpres. Pilpres juga bermasalah besar, dan bahkan dapat dipastikan telah menjadi percontohan bagi keberlangsungan kebobrokan pemilukada.

Oleh karena itu Mendagri Gamawan Fauzi harus santun kepada masyarakat dengan tidak melayani usulan dengan proses yang serupa ini. Masyarakat harus diutamakan untuk penyelamatan dari resiko pemerintahan buruk akibat kasus-kasus seperti ini.

Atas nama undang-undang dan peraturan yang ada, Indonesia tidak pernah berfikir tentang bagaimana sulitnya memerintah dari tahanan. Bahkan Menteri dalam Negeri Gamawan Fauzi mempertegas bulan lalu bahwa calon kepala daerah yang tersangka pun memiliki peluang kasusnya tidak sampai ke pengadilan. Oleh karena itu maju saja. Tanpa disadari, ketentuan ini telah menambah rumitnya persoalan bad governance di indonesia.

Revisi Ketentuan. Semangat formalisme ini memang didasarkan kepada asumsi hukum presumption of innosence (praduga tak bersalah) dan prinsip dasar equal before the law (kesetaraan di depan hukum). Tetapi berapa kerugian masyarakat dan bagaimana besarnya kendala memerintah dari tahanan, itu suatu problem besar yang secara moral harus dijawab.

Karena itu revisi ketentuan perundang-undangan yang berlaku memerlukan aturan baru yang semangatnya tak lain kecuali untuk menyelamatkan masyarakat dan pemerintahan. Negara tidak boleh tersandra oleh seseorang, karena sejatinya, orang peroranglah (warga negara, siapa pun dia) yang seharusnya berkorban kepada negaranya, apa pun taruhannya.

Hukum di Indonesia sering menganggap seseorang yang bermasalah wajib ditahan untuk mengeliminasi peluangnya untuk melakukan perlawanan hukum yang kontraproduktif terhadap negara, antara lain mengulangi perbuatan yang disangkakan, menghilangkan barang bukti dan sebagainya.

Belajar dari kondisi dan perkembangan keburukan birokrasi dan politik di Indonesia, maka ketentuan ini harus dipertegas lagi dengan memastikan setiap pejabat pemerintahan yang sudah tersangka, apalagi yang sudah ditahan, segera dinon-aktifkan. Dia akan dipulihkan jika perkaranya sudah selesai dan dia dinyatakan bebas dari tuduhan dengan keputusan bersifat inkrah (berkekuatan tetap).

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,983 other followers

%d bloggers like this: