Home » ARTIKEL » FKWJ Temui Wakil Gubernur Sumut: PT VAL DIMINTA KEMBALIKAN LAHAN TRANS UJUNG BATU

FKWJ Temui Wakil Gubernur Sumut: PT VAL DIMINTA KEMBALIKAN LAHAN TRANS UJUNG BATU

AKSES

  • 391,547 KALI

ARSIP


Tuntutan warga sesuai pertemuan dengan PT VAL pada 30 Juli 2010 yang saat itu dipimpin Wakil Bupati Palas Ali Sutan Harahap: PT VAL wajib menyerahkan lahan yang menjadi hak normatif 41 peserta trans masing-masing dengan luas 1,75 hektar, tanpa syarat. PT RSL dan PT SSL segera menghentikan aktivitas di lahan trans tersebut

Warga transmigran Desa Ujung Batu I s/d V, Kecamatan Hutaraja Tinggi, Padang Lawas (Palas), mengadu ke Wakil Gubernur Sumut Gatot Pudjonuroho. Mereka memohon peran Pemprop Sumut menghentikan aktivitas PT Viktorindo Alam Lestari (VAL) dan dua perusahaan asal Propinsi Riau di lahan transmigrasi tersebut.

PT VAL sendiri merupakan anak perusahaan PT Permata Hijau Group (PHG) milik Robert, pengusaha Sumut. Sedang dua perusahaan lain adalah PT Riau Sumatera Lestari (RSL) dan PT Silva Sumatera Lestari (SSL).

“Kehadiran ketiga perusahaan itu telah mengusik ketenangan kami sebagai warga trans. Padahal, penempatan kami di kawasan itu pada 1981 dan 1992, merupakan program nasional cq Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans),” kata H Sujito, Kepala Desa Ujung Batu III, Jumat (18/3) malam di Medan.

Karena itu, dalam pertemuan dengan wakil gubernur, Kamis (17/3) malam di Medan, Sujito menjelaskan, untuk menghindari konflik langsung antara 2.700 kepala keluarga (KK) warga trans dengan pihak ketiga perusahaan itu, pemerintah hendaknya segera menyelesaikan kasus tersebut. “Ketiga perusahaan itu harus menghentikan aktivitasnya di lahan trans,” tegas Sujito.

Pertemuan warga trans dengan wakil gubernur itu difasilitasi Forum Komunikasi Warga Jawa (FKWJ) Sumut. Sujito sendiri merupakan Bendahara FKWJ Sumut. “Karena itu, pertemuan dengan wakil gubernur itu diikuti Ketua FKWJ Sumut Mbah Djamin Sumitro, Ketua Dewan Penasehat Shohibul Anshor Siregar dan pengurus lainnya seperti Bambang Irawan” kata Sujito yang didampingi Sekretaris Desa Zumbadi.

Sujito menjelaskan, ketiga perusahaan itu masuk ke lahan trans dengan cara yang berbeda. PT VAL sendiri diawali kerjasama dengan warga trans melalui Koperasi Unit Desa (KUD) Sentosa dan KUD Makmur. Ini dimaksudkan untuk pengembangan lahan. Kerjasama itu pun diwujudkan setelah PT IVAL mengantongi Izin Pelaksanaan Transmigrasi (IPT) dari Menakertrans dan PPH RI Nomor: 07/MEN/1996. Perlu dijelaskan, saat ini, masa berlaku IPT milik PT VAL itu telah habis sejak 2001 dan hingga kini belum diperpanjang.

Dengan masuknya PT VAL sebagai investor, maka dilakukan perubahan pola transmigrasi dari Transmigrasi Umum (TU) menjadi Perkebunan Inti Rakyat (PIR)-Trans. Lokasi lahan pun ditata ulang. Lahan Usaha (LU)-I dan LU-II diubah menjadi lahan plasma dengan ketentuan masing-masing warga mendapatkan 2 hektar. BPN Sumut juga telah mengukur kadastral lahan plasma dan menerbitkan peta bidang Nomor 24/10/2008 tanggal 10 Mei 2008 dan Nomor 39/10/2008 tanggal 8 Agustus 2008. “Pengukuran kadastral itu dibiayai warga trans melalui KUD Sentosa dan KUD Makmur,” kata Sujito.

Bermasalah
Tapi, lokasi itu kini jadi bermasalah. Karena menurut SK Menteri Kehutanan (Menhut) No 44/Menhut-II/2005 tanggal 16 Februari 2005 juncto SK Menhut Nomor 201/Menhut-II/2006, terjadi perubahan fungsi kawasan hutan menjadi Hutan Produksi (HP). Artinya, tidak lagi berstatus Areal Penggunaan Lain (APL) yang menjadi syarat untuk lahan transmigrasi.

Di saat perubahan status lahan dari APL menjadi HP inilah, PT RSL dan PT SSL—dua perusahaan asal Riau yang bergerak di bidang Hutan Tanaman Industri (HTI)—masuk ke lahan trans tersebut. “Dua perusahaan ini mengatakan bahwa lahan trans itu sebagai kawasan hutan berdasarkan SK Menhut No 44/Menhut-II/2005. Atas dasar itu pula, PT RSL dan PT SSL melakukan pembersihan lahan menggunakan alat berat,” tegas Sujito berekspresi bingung.

Terkait kerjasama dengan PT VAL, penerbitan SK Menhut No 44/Menhut-II/2005 tersebut justru membuat masyarakat merasa tidak jelas sebagai peserta trans. Karena sertifikat lahan peserta dengan bagian masing-masing 2 hektar/KK, hingga kini tidak bisa dilakukan karena terganjal SK Menhut No 44/Menhut-II/2005 tersebut. Padahal, sebelum kerjasama dengan PT VAL, masyarakat sudah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) atas lahan tersebut. Tapi, SHM itu dilebur karena untuk kepentingan kerjasama dengan PT VAL.

Sujito merincikan, akibat kerjasama dengan PT VAL itu, saat ini tercatat 41 KK peserta trans yang tidak memiliki lahan. Padahal, mereka termasuk peserta trans yang didatangkan tahun 1981 dan 1992. Bahkan, sebelum kerjasama dengan T VAL, mereka sudah memperoleh SHM atas lahan trans itu dengan luas masing-masing 2 hektar/KK. Bahkan, selama ini bayar pajak atas lahan tersebut.

“Untuk kejelasan nasib peserta trans itulah, kami memohon ini segera diselesaikan. Karena bila tidak, akan berpotensi menimbulkan konflik di lahan transmigrasi tersebut” tegas Sujito. Ia menjelaskan, tuntutan warga adalah sesuai pertemuan warga dengan PT VAL pada 30 Juli 2010 yang saat itu dipimpin Wakil Bupati Palas Ali Sutan Harahap. Putusan itu adalah, agar PT VAL menyerahkan lahan yang menjadi hak normatif 41 peserta trans masing-masing dengan luas 1,75 hektar. Sedang PT RSL dan PT SSL diminta untuk segera menghentikan aktivitas di lahan trans tersebut.

Wakil Gubernur Sumut Gatot Pudjonugroho pada kesempatan itu meminta agar masyarakat trans tetap tenang dan tidak bertindak anarkis. Gatot mengatakan akan mempelajari masalah tersebut hingga kemudian nantinya diambil langkah yang tidak merugikan masyarakat. (aby).

About these ads

2 Comments

  1. […] fkwj temui wakil gubernur sumut pt val diminta kembalikan lahan trans ujung batu […]

  2. indra says:

    sudah saatnya pemerintah berpihak pada rakyat kecil agar kiranya dapat mengurangi tingkat pengangguran

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,983 other followers

%d bloggers like this: