Hari-hari belakangan ini banyak media memuat berita tentang peredaran gambar berbau rasis Presiden Obama ini dengan keterangan yang cukup singkat namun jelas. Aktivis dari OC County GOP, Marilyn Davenport adalah pelakunya.
Konon pejabat Orange County Komite Pusat Partai Republik ini telah mengirimkan gambar itu melalui email, meski Marilyn Davenport sendiri kabarnya sudah resmi meminta maaf, Senin lalu. “Den
gan penuh kerendahan hati saya meminta maaf dan meminta pengampunan Anda atas perilaku tidak bijaksana saya,” pintanya.
Ia juga tak lupa mengutip Alkitab dalam permohonan maafnya, dan mengakui terus terang kadar “kekristenannya yang tidak sempurna dan ” yang mencoba “hidup seperti Kristus.”
Kini banyak pihak menuntutnya untuk keluar dari Orange County Komite Pusat Partai Republik. Tetapi ia tidak hendak melakukan itu meski pun desakan terutama dari kalangan pemimpin berkulit hitam lainnya berusaha menegaskan sikap pengunduran diri itu melalui konferensi pers yang secara khusus diselenggarakan untuk menuntut Davenport dibuang.
Persaingan Capres. Pada gambar rasis yang menghinakan Presiden Obama itu ada teks berbunyi “Sekarang Anda tahu mengapa tidak ada akta kelahiran.”
Masalah ini terkait dengan pemilu presiden di Amerika. Adalah orang kaya Donald Trump yang sebulan lalu pernah mengatakan keraguannya bukan cuma atas masalah kewarganegaraan Obama, tetapi juga sekaligus potensi pelanggaran konstitusi.
Akibat dari persaingan politik ini publik Amerika kini disuguhi bermacam pelecehan terhadap presiden mereka. Tampaknya Amerika begitu liar dalam hal penghargaan sesama. Jika seorang presiden bisa diperlakukan sedemikian buruk, bagaimana dengan yang lain, rakyat biasa misalnya?
“Kenapa keluarganya sendiri tidak tahu di rumah sakit mana dia lahir. Lupa tentang akte kelahiran? Katakanlah tidak ada akte kelahiran, namun mengapa di rumah sakit itu sendiri tidak ada catatan kelahirannya?”, begitu tegas Donald Trump.
Banyak rincian tentang itu memang.
Misalnya berapa biaya persalinan yang mereka membayar, siapa dokternya, dan lain sebagainya. Meskioun demikian para pejabat di Hawaii telah melakukan sertifikasi bahwa Obama lahir di negara itu. Tapi lawan-lawan politik Obama berdalih sambil menuntut bukti tambahan, karena menurut dugaan mereka Obama bisa saja lahir di Kenya.
Bayangkan, warga elit dari sebuah negara yang dikatakan paling berperadaban masih berperilaku seperti itu.
Masihkah “berushwah” demokrasi beradab kpd elit negara ini ?
‘nBASIS: memang kita yakin hatinujrani SBY sendiri menolak. tetapi sistem dunia memaksa.
Mungkin pralambang…bahwa sudah waktunya siklus-kehidupan(yuga) berganti…
BANGSA YANG TERFITRAH…
BERDAULAT DITANAH YANG TERFITRAH…
‘nBASIS: gimana ya nasib idiologi millenaian saat ini? ha ha
Kang Samin.., BAGONG membaca posting di atas, bagaimana ‘manusia’ bertingkah liar, buas, penuh kebencian…jadi benar2 miris.
Akhirnya terlintas bayangan.., mungkin memang ada manusia yang ber-DNA WEREWOLF…
gghhrrr…aaauuuuu…
‘nBASIS:tetapi Kang Sikapsamin gak setuju juga teori mbah Darwin kan?
emang eddan..
‘nBASIS: ya edhan memang
[...] Pelecehan Abama [...]