Home » ARTIKEL » CATAT: ADA JANJI (LAGI) DI AEK LATONG

CATAT: ADA JANJI (LAGI) DI AEK LATONG

AKSES

  • 339,638 KALI

ARSIP

Goodreads


  • Dishub Sumut akan cabut izin trayek ALS? Aneh benar. ALS itu pahlawan transportasi lintas Sumatera sesuai dengan namanya (Antar Lintas Sumatera).
  • Biaya 65 milyar rupiah dijanjikan oleh pemerintah pusat dengan cara pelaksanaan multi years untuk perbaikan jalan Aek Latong.
  • Gubsu ajak semua kekuatan lokal selesaikan “noktah buruk” Aek Latong.

Sebuah catatan saya tuliskan pada akun Facebook saya siang ini. “Songonon ma dongkkon anggia (baiknya bilnag begini saja, kawan) : Aek Latong memang the design killing field in tapsel area. Perusahaan transportasi yang masih mau melayani trayek ini adalah pahlawan. Di luar kehendak semua pihak, kejadian nyungsepnya ALS kemaren adalah musibah. Karena itu kembali kepada hatinurani pemerintah lokal dan nasional yang membiarkan keadaan ini menyengsarakan rakyat”.

Narohamu do hum na mambaen regulasi dohot mangutip pajak karejo ni pemerintahon (Apakah Anda berfikir bahwa pemerintah itu cuma berkewajiban buat regulasi dan mengutip pajak?)? Izin memerintah (Bupati, Gubernur dohot Presiden) do usulkonomu dicabut (izin memerintah dari Bupati, Gubernur dan Presidenlah yang paling patut Anda cabut).

Lalu segera ada tanggapan.  Ucok Blue Eagle berkata: Darwin Purba, Kabid Angkutan Darat Dishub Sumut, mengatakan, kecelakaan itu bisa saja dipicu tiga hal. “Bisa karena human error (kelalaian supir), kondisi jalan, maupun cuaca”, dan satu lagi yg lupa dia sebutkan yakni PEMERINTAH LOKAL dan NASIONAL yg bloon. Coki Hutasuhut menyusul berkomentar: “berarti dohot do ia na oto isi (itu artinya ia ikut bodoh).

Catatan itu saya buat setelah membaca berulang-ulang keterangan pihak Dishub Sumatera Utara yang di dalamnya saya nilai terdapat hal yang bernada ancaman kepada ALS. Semua tahu Aek Latong begitu buruk. Jika ada pihak yang harus dituntut secara class action, itulah pemerintah.

Sikap Bupati Tapsel. Dengan perasaan amat gemas saya memang ”memburu” sikap Bupati Tapsel dan Plt Gubernur Sumatera Utara dan para legislator ”daerah Pemilihan Aek Latong” pasca kejadian terakhir ”nyungsepnya” bus ALS minggu pagi (26/6) yang membawa belasan korban nyawa.

Bupati Tapanuli Selatan H. Syahrul M. Pasaribu terus bergerilya memperjuangkan anggaran untuk pembangunan dan rehabilitasi Jalan Ruas Negara Aek Latong Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan.

Keterangan itu saya peroleh dari Plt. Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Tapanuli Selatan Hotma Dalid Harahap, S.Sos. M.AP tadi malam via surat elektronik (email). Menurut pengakuannya, ia berada di Jakarta mendampingi Bupati dalam rangka mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Cq. Ditjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil, termasuk dalam rangka urusan Aek Latong.

”Jangan sangsi iparhanda. Bupati malah secara khusus melaporkan kepada Mendagri kejadian Aek Latong dan sejumlah upaya yang sudah dilakukan selama ini, termasuk pengajuan permohonan atas nama 5 pemerintahan sekitar (Tapsel, Padangsidimpuan, Madina, Paluta dan Palas). Itu dilakuan dalam Rakernas”, tambah Hotma Dalid Harahap.

Mengenai Program penanganan untuk Aek Latong, lanjut Hotma Dalid, telah di design tindakan relokasi dengan panjang 2,9 km (lewat atas bukit) dan pelaksanaanya secara multy years dengan anggaran senilai 65 milyar rupiah. Tender sudah dilakukan, dan saat ini sudah pada tahap evaluasi penawaran. Selain itu akan tetap dilakukan penanganan jalan lama agar tetap fungsional sepanjang 1,1 km. Pemeliharaan rutin ini termasuk untuk peninggian dan permudahan bagi pengguna jalan”.

Pusat Juga Terlambat Tanggap. Menurut Hotma Dalid Harahap, Bupati Tapsel Syahrul M. Pasaribu secara terus menerus akan mengupayakan agar pembangunan jalan Negara Aek Latong dapat diwujudnyatakan sesegera mungkin.

”Ini bukan sesuatu yang baru terpikir bagi pemerintah Tapsel, iparhanda. Sebagai bukti sebutlah misalnya surat Bupati Nomor 620/5962/2010 tanggal 6 September 2010 perihal Usulan Penanganan Jalan Nasional, Nomor 620/6186/2010 tanggal 20 September 2010 perihal Permohonan Jalan Nasional di Kabupaten Tapanuli Selatan dan Nomor 620/557/2011 tanggal 26 Januari 2011 perihal Susulan Permohonan Jalan Nasional di Kabupaten Tapanuli Selatan, serta surat terakhir tanggal 5 Mei 2011 ditandatangani oleh Bupati/Walikota serta masing-masing Ketua DPRD dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan, Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal, Pemerintah Kota Padangsidimpuan, Pemerintah Kabupaten Padanglawas Utara dan Pemerintah Kabupaten Padanglawas bermohon kepada Bapak Menteri PU agar Jalan Negara Trans Sumatera Lintas Tengah khususnya yang melewati Desa Aek Latong Kabupaten Tapanuli Selatan mendapat perhatian penanganan yang khusus/prioritas dan komprehensif dengan mengalokasikan anggaran perbaikannya pada APBN.P Tahun Anggaran 2011 dan APBN Tahun 2012. Iparhanda juga tahu, tambah Hotma Dalid Harahap, bahwa putera daerah yang ada di Jakarta juga ikut berjuang untuk ini, di antaranya Ketua Komisi II DPR-RI H Chairuman Harahap.

Plt GUBSU Sudah Meninjau. Dalam rangkain kunjungannya ke Madina (Pelantikan Bupati-Wakil), Plt Gubsu Gatot Pujonugroho juga menyempatkan diri meninjau Aek Latong setelah sebelumnya mengunjungi daerah bencana gempa Pahae yang terjadi beberapa pekan lalu. Laporan beberapa media menyebutkan bahwa Gatot Pujonugroho jga menjanjikan penyelesaian pemindahan jalan aek Latong pada tahun 2012. Ia berucap:

Kita harus satu langkah tak ada alasan lagi jalur ini dibiarkan begini. Berapa korban yang sudah jatuh? Berapa kerugian yang sudah dialami warga pengguna jalan? Kejadian ini kiranya dapat membuka mata publik dan kondisi jalan ini menjadi manifestasi kesenjangan pembangunan di luar pulau Jawa dan luar pulau Jawa. Secara bersama, seluruh jajaran pemerintahan di provinsi secepatnya berupaya menggugat pemerintah pusat agar melakukan terobosan dalam percepatan pembangunan di jalur Aek Latong. Jika kita bersatu dan bahu-membahu untuk memperjuangkan itu, tentu tak begitu sulit. Mulai dari pimpinan DPRD Sumut dengan 100 anggotanya, 30 Anggota DPR Pusat asal Sumut, empat anggota DPD asal Sumut, bersatu dan bahu-membahu tentu tidak begitu sulit apalagi ini menyangkut kepentingan umum.

Pupusnya harapan di Aek Latong sudah begitu lama. Boleh jadi amat sesuai dengan ungkapan syair sebuah lagu lama dari Bob Dylan bertajuk “Blowing in the Wind”. Katanya begini:

How many ears must one man have

Before he can hear people cry

How many deaths will it take till he knows

That too many people have died

The answer, my friend, is blowing in the wind

The answer is blowing in the wind

About these ads

2 Comments

  1. Mustafa NH says:

    Horasssss , mungking harus BENCANA DEMI BENCANA yang akan / menjadikan GURU TERBAIK ( BAIK BENCANA MATERIAL / MORAL ) untuk menjadikan semakin bahu mebahunya yang sebangsa dan setanah air ini …….. !!!!!!!.

    ‘nBASIS: bisa saja ya. tetapi itu namanya kasep

  2. Nabhan Has says:

    pature mada….

    ‘nBASIS: ayo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,927 other followers

%d bloggers like this: