Archive for December 2011
AGENDA KEUMATAN, KEBANGSAAN DAN KEMANUSIAAN
Century Gate telah mempertontonkan kelumpuhan total dalam penegakan hukum termasuk reformasinya yang berakhir tragis. Ketika KPK menganggap dirinya amat tersanjung dan semakin penting untuk secara abadi menjadi lembaga superbody sambil berangan-angan memperluas sayap kekuasaan aneh hingga ke daerah-daerah, sembari menertawakan lembaga-lembaga penegak hukum konvensional sebagai cacat nasional kebangsaan, maka kuburan cita-cita pemberantasan korupsi telah digali di sekeliling wilayah Indonesia yang luas, bahkan termasuk di garis-garis perbatasan terluar dengan negara tetangga yang selalu dipertengkarkan dengan memalukan itu
TULISAN ini adalah sebuah upaya mencatat Indonesia dalam tahun 2011 yang segera akan berakhir. Saya berusaha mengelompokkan permasalahan dalam 3 level, yakni keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan internasional. Tentulah tak mungkin diceritakan detil tentang semua yang telah terjadi selama tahun 2011.
MENGGUGAH HATI, MENGETUK NURANI, MEMBANGUN PERADABAN BERBASIS NILAI-NILAI KEMANUSIAAN
Pidato Penganugerahan Gelar Doctor Honoris Causa Bidang Kemanusiaan
dari Universitas Gadjah Mada Pada Rapat Universitas Gadjah Mada
Yogyakarta, 19 Desember 2011
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Salam sejahtera bagi kita semua,
Yang terhormat:
Rektor, serta Ketua, Sekretaris dan Anggota Majelis Guru Besar, Ketua, Sekretaris dan Anggota Senat Akademik, Ketua dan para Anggota Majelis Wali Amanat, Para Wakil Rektor, serta Promotor, Co-Promotor, dan Tim Seleksi, Dekan dan para Wakil Dekan serta Ketua, Sekretaris dan para Anggota Senat Fakultas, Para Kepala Pusat Studi dan segenap Civitas Academica Universitas Gadjah Mada, Para Tamu Undangan, Hadirin, para Sahabat dan Kerabat Keraton Yogyakarta,
Puisi Akhir Tahun: BANTAL DI SEBUAH NEGERI
Dia duri
Dia batu
Tetapi tidurmu harus kau jaga sebaik-baiknya
Di atas bantal duri itu
Di atas bantal batu itu
DI ANTARA PARA PENENTANG GLOBALISASI
Salah satu masalah serius dampak globalisasi di Indonesia kini ialah pengelolaan sumberdaya alam. Beranikah SBY melakukan negosisasi ulang terhadap seluruh kontrak karya pertambangan yang pada intinya merugikan Indonesia dan memberikan keuntungan eksesif pada korporasi asing?
Meski menjadi minoritas dalam pro dan kontra pendapat tentang globalisasi, namun seseorang seperti Jan Aart Scholte (2005) tak melihat ada alasan untuk surut meneriakkan penolakan. Baginya, globalisasi sebagai fenomena internasionalisasi, liberalisasi, universalisasi, westernisasi, deterritorisasi atau yang dipermanis dengan ungkapan eupimistik lama modernisasi, bukanlah jalan baik. Legitimasi proses “pemangsaan” sadis negara kuat terhadap negara lemah berlangsung dengan mulus atas nama dan untuk globalisasi.
MASYARAKAT BUTUH SEJARAH : CATATAN DARI SEMINAR PERISTIWA BERDARAH 13 DESEMBER 1945 DI TEBING TINGGI, 6 DESEMBER 2011
“…sejarah bukanlah sekadar penanggalan untuk suatu kejadian di suatu tempat yang melibatkan orang-orang. Sejarah bukan pula cuma kenangan pahit atau ceria tentang masa silam. Sejarah adalah petunjuk masa depan”
TEMUAN RESES ANGGOTA DPRD SUMUT (2)
Tidak semua masalah yang akan dikemukakan di bawah ini tercover oleh reses anggota DPRDSU bulan Nopember 2011. Mengapa tidak mengemuka secara jelas justru menjadi pertanyaan besaar. Katakanlah kasus PT Sorik Mas Mining. Masalah ini bahkan sudah dibawa ke sebuah arena pembahasan khusus dengan membentuk pansus. Intinya harus ada asupan informasi strategis dari daerah (Sumatera Utara) kepada pemerintah pusat agar bayangan permasalahan yang amat potensil terjadi di Madina tidak akan mengulangi ancaman bahaya yang terjadi di Freeport





