'nBASIS

Pengembangan Basis Sosial Inisiatif & Swadaya

SEBUAH INTERUPSI

leave a comment »

Bagaimana hukum melihat ini? Narkoba, tak punya SIM, lalai yg menyebabkan melayangnya nyawa sejumlah orang. Tetapi kita tak sekadar ingin mengetahui hukuman bagi setiap pelanggaran hukum. Karena akhirnya kita yakin bahwa ini adalah sebuah interupsi untuk negara dan bangsa. Sebuah fakta yang menjadi penjelasan terhadap fakta lainnya.

HARI NAAS Minggu (22/01/2012), seorang perempuan yang bekerja di sebuah rumah produksi, Apriyani Susanti (29), bersama teman-temannya melaju kencang dengan mobil Daihatsu Xenia B 2479 XI di Jalan MI Ridwan Rais, Tugu Tani, Gambir, Jakarta Pusat. Saksi mata memperkirakan laju mobil itu mencapai 100 km/jam, dan zig-zag. Dua belas orang pejalan kaki di trotoar ditabrak, sebelum akhirnya berhenti setelah menabrak halte dan terus merangsek ke halaman kantor Kementerian Perdagangan. Korban meninggal dan luka-luka tak terhindari.

Berdasarkan hasil tes urine di Direktorat Reserse Narkoba, dipastikan bahwa pengemudi dan para penumpangnya positif mengandung unsur metamphetamin. Mereka akhirnya mengaku memakai ekstasi. Pengemudi juga tidak memiliki SIM. Di Mobilnya pun tidak dilengkapi dengan dokumen Surat Tanda Nomor Kenderaan (STNK).

Mengapa kecelakaan maut ini terjadi? Kata Apriyani Susanti rem mobil yang dikenderainya blong. Tetapi Subdit Penegakkan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Sudarmanto membantahnya setelah memeriksa, “Remnya berfungsi dengan baik, enggak blong,” katanya.

Dari kejadian ini banyak hal membuat kita bertanya-tanya.  Jika benar Apryiani Susanti tak punya SIM (Surat Izin Mengemudi), tentulah itu gambaran bahwa masyarakat kita masih sangat lazim seperti itu. Di ibukota SIM masih tak diperlukan? Mungkin juga ini sebuah gambaran susahnya akses untuk mendapatkan SIM, bukan karen apa-apa melainkan birokrasi yang menjenuhkan. Tetapi saya yakin, Apriyani Susanti bukan tak mahir mengemudi.

Jika benar Apriyani Susanti sedang mengkonsumsi narkoba sebelum mengemudi dan saat mengemudi berada dalam pengaruh kuat obat itu, maka sesungguhnya kini kita (masyarakat) telah, sedang dan akan tetap dalam ancaman besar. Gambaran serangan narkoba dari berita-berita resmi begitu mencekam. Bagaimana jika persentase pemakai narkoba begitu besar di kalangan pengemudi saat menjalankan tugasnya? Baru saja tersiar berita tentang pilot sebuah maskapai diproses karena kasus yang sama. Saya kira itu bukan dominasi maskapai itu saja. Jadi di darat, di laut dan udara, kita terancam: lalu, kini dan esok.

Bagaimana hukum melihat ini? Narkoba, tak punya SIM, lalai yg menyebabkan melayangnya nyawa sejumlah orang. Akhirnya, ini adalah sebuah interupsi untuk negara dan bangsa. Sebuah fakta yang menjadi penjelasan terhadap fakta lainnya.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisement

Written by nbasis

January 23, 2012 at 4:28 pm

Posted in ARTIKEL

Tagged with , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 28 other followers