Archive for February 2012
DEKLARASI PERUBAHAN FKWJ MENJADI ORMAS TINGKAT NASIONAL
Inilah sebuah organisasi lokal pada zaman reformasi “naik kelas” menjadi organisasi sosial kemasyarakatan nasional. Perubahan organisasi yang lahir di Tanjung Morawa tahun 2004, Forum Komunikasi Warga Jawa (FKWJ) itu, tanggal 4 Maret 2012 nanti akan dideklarasikan dihadapan Sultan Hamengku Buwono X. Semua sepakat Ketua Umum DPP FKWJ Nusantara GKR Pembayun, putri sulung Sultan Hamengku Buwono X
KOMITMEN CALON GUBSU
- Harus ada konsepsi dan rencana sungguh-sungguh. Jika tak memahami dan tak punya ketertarikan menyelesaikan isyu sensitif ini, maka ia tak patut dilirik. Biarkan ia memasang baliho besar di setiap sudut, tetapi ia bukan gubernur kita
- Isi komitmen memang haruslah merupakan derivasi dari nilai-nilai yang ada dalam sumpah jabatan, dengan perincian yang lebih membumi dan menerangkan rencana yang jelas sesuai kondisi objektif
Demokrasi bukanlah lakon naïf hitung kepala untuk sebuah agregat dukungan dalam kaitannya dengan legitimasi pemerintahan. Lebih dari itu demokrasi itu adalah nilai yang mewarnai kehidupan. Karena itulah tidak perlu berhenti menyuarakan perubahan persepsi elit dan awam atas demokrasi.
KEDONGKOLAN POLITIK: SI REVO DAN SI LUSI
Pesimisme dan apatisme sedang bernyala-nyala di hati banyak orang, termasuk di Sumut. Memang tidak persis sama dengan kondisi kepemimpinan Mao di China dalam memasuki abad 20 tempohari. Pemimpin begitu berjarak dengan masyarakat sehingga lebih baik disebut buta dan tuli ketimbang disebut mengetahui aspirasi yang berkembang. Orang-orang yang berseliweran di sekitar Mao adalah kalangan yes man.
Masih sangat mungkin terjadi pengulangan praktik lama yang bukan cuma yang halal, tetapi juga setengah halal dan bahkan haram. Etika politik bisa dan biasa dilangkahi. Tampaknya itu tak menjadi masalah besar untuk taraf perkembangan demokrasi Indonesia, tak terkecuali Sumut. Ini andil bersama, pertumbuhannya sebagai budaya tak mungkin tak dipengaruhi langsung dan secara kuat oleh elit yang dilegitimasi dengan proses politik buruk yang identik. Masyarakat harus lebih dewasa menghadapi ketidak-jujuran ini.
PEMILUKADA SUMUT 2013: DIKHOTOMI
Ketidak-homogenan semua komunitas itu memang jarang terlihat di permukaan. Saat-saat beginilah memang salah satu penyebab kekurang serasian di antara para warga yang sebelumnya hanya berbicara soal budaya, pendidikan dan ruang-ruang yang kerap absen dari perhatian pemerintah terutama bidang ekonomi kerakyatan.
TRILOGI SUKSES PERSAINGAN PEMILUKADA
Anda tak lupa pentingnya image bagi 2 kali kemenangan SBY (pilpres) bukan? Kaum ibu menunjukkan keterpikatannya dengan pemberian suara di TPS. Tetapi semua itu harus dilembagakan menjadi jejaring efektif, dan berapa banyak uang Anda untuk membiayai itu semua.
Pemilukada Sumut akan berlangsung Maret 2013. Waktu yang tersedia untuk mempersiapkan diri sudah sangat pendek. Meski akan menyebabkan eskalasi suhu politik, rakyat tak perlu resah. Agenda 5 tahunan ini hal yang biasa saja. Jangan ikut panik. Ingat saja bahwa kalau tak gaduh malah itu bukan politik.
MENCARI AKAR MILISI-MILISI LOKAL
Selama urusan-urusan makro tidak dapat diperbaiki, maka hanya standar ganda yang memungkinkan pemberian label-label buruk terhadap milisi-milisi lokal di berbagai Negara
PEMILUKADA SUMUT 2013: PROSES SELEKSI CALON
Ada kisah kandidat berhasil memperdaya partai. Hanya saja jika kandidat “penipu” ini menang, partai masih beruntung karena dianggap memiliki investasi yang membuat para petingginya berpeluang ikut menentukan perjalanan pemerintahan, termasuk alokasi proyek-proyek fisik yang akan membawa keuntungan material.
PEMILUKADA SUMUT 2013: INCUMBENT
Jika dalam status mengganti Gus Dur incumbent Megawati Soekarnoputri justru kalah berhadapan dengan SBY, maka sebetulnya incumbent itu hanyalah sebuah kondisi awal belaka. Tetapi underestimated terhadap incumbent GPN akan menjadi keuntungan besar baginya
Dari 5 pasangan calon tahun 2008 tak satu pun berstatus incumbent karena Rudolf Matzuoka Pardede (RMP) tak berhasil mendapat tiket dari partainya (PDI-P). Padahal mestinya ia akan memperagakan incumbenitasnya waktu itu. Incumbent dengan jabatan rangkap sebagai ketua dari partai yang tak memberinya tiket pemilukada, adalah sebuah kejadian luar biasa.
TIGA KATEGORI BAKAL CAGUBSU
Nama-nama (alfabetis) seperti Amri Tambunan, AY Nasution, Chairuman Harahap, Gatot Pujo Nugroho, Gus Irawan Pasaribu, Maulana Pohan, Rahmat Shah, Rahudman Harahap, RE Nainggolan, Rudolf Matzuoka Pardede, T Erry Nuradi, Tri Tamtomo, T Milwan dan lain-lain berada dalam kategori ini.
MESKIPUN semua masih diliput ketidak-pastian, tetapi kini setidaknya belasan nama sudah mulai bekerja dengan cara masing-masing, mempromosikan diri untuk jabatan gubsu atau wagubsu 2013-2018. Jika dilihat dari aspek pemasangan target, mereka dapat dikelompokkan menjadi 3 kategori umum.
DIALOG BELAH JENGKOL
Sudah sampai dimana kemajuan pemberantasan korupsi yang pernah dijanjikan oleh SBY dalam kampanye Pilpres itu? Menggantungkan nasib kepada KPK jelas sebuah kesalahan besar, apalagi KPK itu semakin menikmati kesuperbody-annya di tengah kemarakan laju pertumbuhan korupsi.
OPTIMIS RAIH 20 % SUARA PEMILU, PENGGANTI SBY ADALAH KADER PKS
“….ada kemungkinan penurunan perolehan suara dari 7,8 % (2009) menjadi 7 %. Tetapi dengan 740 kader dan 8 juta simpatisan saat ini, PKS merasa optimis bahkan meraih 20 % suara. Kalo begitu Presiden RI 2014-2019 adalah salah seorang di antara 3 kader itu”.









