Home » ARTIKEL » Dialog Pagi: ASMARA SUBUH

Dialog Pagi: ASMARA SUBUH

AKSES

  • 372,030 KALI

ARSIP


Ini dialog saya pagi ini dengan seorang jurnalis lokal (Medan). Saya ingin pendapat teman-teman tentang hal ini. Topiknya soal kegandrungan anak-anak muda kita dalam tradisi berasmara subuh.

Jurnalis: Asslm bang minta komentar tentang trend asmara subuh

Saya: ha ha.

Jurnalis: kenapa hahahahahaha bang

Saya: Itu sebuah kultur boncengan yang (kurang lebih) sesat. Tetapi para dai dan pemimpin agama kurang berusaha mengarahkan semua energi itu untuk menjadi positif. Bisakah? Bisa, dan mereka hrs berfikir ke arah itu.

Harus dicatat bahwa kelompok usia muda adalah harapan bangsa yang penuh energitas. Kemudaannya yg membuatnya berani meretas kebekuan dan mengembangkan hal-hal baru yang mungkin sangat mengejutkan, bertentangan maupun mencemaskan.

Dalam tradisi asmara subuh memang tak dapat dipungkiri kemungkinan terdapat banyak peluang dan hal-hal bersifat penyimpangan. Tetapi jika dicoba diarahkan secara terstruktur, misalnya mulai dari kontak-kontak awal person dan kelompok sejak syahur, sholat subuh berjamaah dengan pembagian tugas siapa yg harus azan, siapa yg harus beri tausiah pasca sholat subuh dan terus pagi itu setelah sholat shubuh akan bergerak kemana sambil mengisi pagi dengan agenda humanistik yang tak mengabaikan gaya kemudaan, pasti banyak manfaatnya.

Masa puasa kan banyak libur bagi anak muda kita itu. Mengapa tidak dimanfaatkan untuk membina mereka? Terbayangkan betapa dahsyatnya jika hal ini diarahkan?

Tidak ada hukum formal yang mereka langgar, karena itu hal yang kita lihat sebagai bentuk-bentuk penyimpangan dari tradisi asmara subuh ini lebih baik diarahkan saja. Artinya, agama juga harus “dibuat” mampu berbicara kepada mereka (anak muda itu) dengan segenap potensi dan kemudaan mereka yang khas.

Jika perlu para legislator memperjuangkan alokasi anggaran dari APBD untuk program remaja berasmara subuh di Daerah Pemilihan mereka. Masak tidak boleh? Sedangkan ramadhan fair yang jualan sambil syiar boleh menyedot dana dari sumber APBD. Begitu kan? ha ha

Bagaimana, apakah komentar saya sudah cukup?

Jurnalis: Belum, bang. Tambah lagi.

Saya: Jika setiap anggota legislatif (muslim tentunya) bersama dengan anak muda ini dan para ulama di mesjid-mesjid di dapem mereka, termasuk para guru sekolah, melakukan asmara subuh bertema dakwah dan pengembangan kreasi muda, apakah tak akan besar manfaatnya untuk mengeliminasi potensi penyimpangan lain seperti geng kreta, narkoba dan lain-lain? Polisi dan Jaksa pun bisa mendapat peluang baru untuk bekerja preventif. Malah pemerintah bisa ikut lebih menstimulus kelompok-kelompok resmi seperti organisasi kepemudaan Islam di situ. Mungkin Dinas Pemuda dan Olah Raga perlulah mendesign program yang bukan sekadar basa-basi politik dan formalitas. Beranilah berfikir progresif. Lakukan. Kita himbau para pembijaksana.

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,938 other followers

%d bloggers like this: