Home » ARTIKEL » ANTARA EFENDI SIMBOLON DAN RE NAINGGOLAN: LEBIH TOBA SIAPA?

ANTARA EFENDI SIMBOLON DAN RE NAINGGOLAN: LEBIH TOBA SIAPA?

AKSES

  • 365,042 KALI

ARSIP

Goodreads


pilgubsu

Memang bukan Efendi Simbolon dan RE Nainggolan saja putera Batak dalam perhelatan pemilukada Sumut 2013. Ada Amri Tambunan yang Bupati Deliserdang. Ada Chairuman Harahap yang bahkan terpilih sebagai anggota DPR-RI mewakili Sumut dari Dapil Sumut 2 yang di dalamnya tercakup Taput dan kabupaten pemekarannya. Juga ada  Gus Irawan yang mantan Dirut Bank Sumut

JANGAN takut. Jangan gentar. Politik identitas masih berlaku. Perhatikan mereka menentukan pilihan partai untuk tampil ke orbitasi politik. Perhatikan pula kecenderungan umum kekuatan partai dan kekuatan sosial politik lain dalam menentukan pencalonan dan pasangan. Semua berwarna identitas yang kental. Suku apa dia? Agama apa dia? Orang kerap berusaha seolah memantangkan berbicara tentang identitas dalam politik. Itu sebuah pengingkaran. Partai agama saja masih ada, dan tetap berkata membahagiakan negeri dengan sumsi-asumsi keagamaan subjektif mereka. Bagaimana mungkin memantangkan analisis dan pikiran politik berbasis keagamaan? Itu realitas. Ya, living reality.

Dua Calon Toba. Efendi MS Simbolon dan RE Nainggolan. Keduanya memiliki daya magnetic dilihat dari jarak sosial mereka kepada kekuatan sosial politik yang ada, baik level lokal maupun nasional. Mereka berhadap-hadapan. Meski dalam posisi berbeda, dalam perhelatan (pemilukada 2013), keduanya menempati posisi penting dalam peta. Kedua putera Batak Toba ini  akan memaksa orang Batak Toba berfikir menjatuhkan pilihan ke senior yang mantan Bupati (RE Nainggolan) atau orang muda yang anggota DPR RI.

Memang, dari segi akar politik, pijakan RE jauh lebih berakar. Sehingga ada yang bertanya mengapa akar politik tak dihitung?Namun, jika mobilisasi kepartaian bisa sukses di bawah koordinasi tim Efendi MS Simbolon, hasilnya bisa lain. Lihat saja tokoh outsourching Jokowi. Dari Solo ke Jakarta, dan kini tengah memasuki pematangan isu untuk pencapresan. Itu wah, dan wah.

Memang bukan Efendi Simbolon dan RE Nainggolan saja putera Batak dalam perhelatan pemilukada Sumut 2013. Ada Amri Tambunan yang Bupati Deliserdang. Ada Chairuman Harahap yang bahkan terpilih sebagai anggota DPR-RI mewakili Sumut dari Dapil Sumut 2 yang di dalamnya tercakup Taput dan kabupaten pemekarannya. Juga ada  Gus Irawan yang mantan Dirut Bank Sumut. Tetapi putera Toba yang beragama Kristen memang cuma mereka berdua. Ini jika harus melihatnya dari aspek politik identitas.

Tetapi dengan tak menepis peluang putera Batak lainnya dalam meraup suara  halak hita, adalah dua figur ini yang secara politik akan paling banyak bertemu dan “berkonflik” memperebutkan konstituen beririsan di lapangan. Itu karena daya tarik figuritas mereka di depan konstituen paling dekat dengan karakter masyarakat Batak.  PDIP di sini adalah usungan dominan orang Batak Toba, paling tidak secara umum. Juga PDS yang  ke-Bata-kan dengan identitas keagamaan (Kristen).

Di tengah fakta itulah dua bintang ini tengah diukur cahayanya. Banyak cara dalam mengukur. Tetapi bisa dibuat cukup sederhana. RE tentu pernah diharap konstituennya jadi gubernur. Tetapi mantan Sekdaprovsu ini hanya menjadi wakil bagi Amri. Itu tentu bisa memelorotkan dukungan. Dengan menggandeng orang Jawa, senior Djumiran Abdi, Effendi Simbolon akhirnya menjadi calon usungan PDIP. Konon ia tak pernah mendaftar untuk calon pada partainya itu.

Partai Seolah-olah. Muatan ideologi praktis sudah diparumar (dikosongkan) dari semua partai modern di Indonesia. Mereka hanya klik dan jaringan penggempur untuk kepentingan  adhock. Jangan terkecoh jika mereka berlagak mengedepankan hal-hal yang memang pantas dikemukakan sebagai kemasan untuk front stage (panggung bagian depan).

Kini hanya ada dua jenis partai. Partai yang seolah-olah nasionalis dan rajin berteriak nasionalisme sebagai jualan politik untuk meraih cita-cita terpendam yang amat jauh dari nasionalitas. Selain itu ada partai yang seolah-olah beragama atau menjadikan retorika cita-cita keagamaan jadi tujuan. Mereka hanya berdiri saja di sana, tak untuk memahami sepenuhnya dan menjalankannya untuk Tuhan mereka sesungguhnya.

Ironi ini mensahkan tuduhan berbau joke “Partai Ke Sorga dan Partai Dari Sorga”. Semua bisa dikompromikan demi transaksi yang mengusir eksistensi Tuhan. Akhirnya sah untuk menyebut fenomena “partai seolah-olah”. Partai yang seolah-olah nasionalis, seolah-olah pula tak ber-Tuhan secara normal dan menjajakan secara serampangan muatan halfdone multikulturalisme dan simbol-simbol lain.

Kosmopolitanisme juga menghiasi secara serampangan partai-partai yang seolah-olah beragama. Hancur sudah semuanya di depan pragmatisme. Memang negeri ini sudah mereka geser ke Negara Kepartaian Republik Indonesia. Mereka sudah bosan dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Penutup. Di antara etnis besar yang ada di Sumut, konon diyakini etnis Tobalah yang paling konsisten dalam rasionalitas pilihan politik. Itu menjadi alasan mengapa begitu menarik membahas calon orang Toba yang ada dalam peta.  Mungkin memang ada kesalahan konsepsi pada BPS yang menghilangkan Angkola dalam komposisi penduduk sehingga hanya ada Toba yang 20% lebih dan Mandailing yang belasan persen.

BPS tak akan mau menjawab, kemana eksistensi Angkola “disembunyikan”. Jika ke Mandailing, mustahil totalnya hanya belasan persen saja. Kalau begitu selama ini Angkola telah disembunyikan di kelompok Toba. Jika karena ini orang Toba kerap menjadi gumun (optimistik), maka ke depan konsepsualisasi keetnisan itu perlu direvisi BPS.

Meskipun begitu, dengan hanya sibuk memperebutkan suara dari Batak Toba plus Angkola saja Efendi MS Simbolon dan RE Nainggolan, tentu akan kandas. Horas, amang.

Shohibul Anshor Siregar. Naskah ini pertamakali diterbitkan oleh Harian Medan Bisnis, 10 Desember 2012, hlm 2


3 Comments

  1. Baik Effendi Simbolon maupun RE Nainggolan tidak yakin saya mereka bisa menang. Alasannya karena mereka berdua tidak mewakili hati rakyat sumut umumnya, baik toba Khususnya.
    Kunci Sukses mereka itu ada didalam diri mereka bukan di masyarakat.
    Keberhasilan Jokowi Jadi gubernur bukan dari pendukung Namun dari pribadi.
    Anda ingin Sukses, ubah dulu kepribadian : Baik Diri sendiri, keluarga dan lingkungan Anda.
    Anda ingin sukses, Bukan sekedar Kata Namun Perbuatan.

    ‘nBASIS:oh, begitu

  2. daniel says:

    Saudara siregar melihat dari kaca mata anggota atau tapsel jadi opini anda belum signifikan.kita lihat opini real anda memandang dari perspektif anda saja.Masyarakat sekarang sudah kritis dan tdk mau lg memandang dari segi agama justru masyarakat melihat dari kaca mata positif thinking.dan bagimana kiprah mrk untuk memajukan Sumut nanti dan tidak mau pemimpin tersinggung masalah korupsi.kita lihat siapa diantara mrk yg bersih dari masalah korupsi.kita tdk mau jatuh dalam lubang yg sama seperti pemimpin Sumut yg lalu.daribiogarafi da

    ‘nBASIS: (1) kacamata agama itu bukan tidak positive thinking, dan itu kita lihat dimainkan dalam seluruh perhelatan politik. partai agama saja masih ada kok (2) kiprah memajukan sumut, saya setuju. tetapi menurut saya itulah yang masih belum diyakini olh masyarakat dari kelima pasangan ini (5 pasangan) (3) melihat yang bersih, berarti dasarnya track record. saya setuju (4) kita tidak mau jatuh ke lubang yang sama. ya saya setuju, Sumut jangan lagi menjadi “anak yatim” (5) kelihatannya belum semua pikiran Anda disampaikan, bisa dilihat dari kalimat Anda yang belum selesai (6) terimakasih

  3. Pdt. Nurbety br Ginting, M.TH says:

    saudaraku masyarakat Sumatera Utara tentukan pilihanmu untuk kemajuan, kemajemukan kehidupan dan kerukunan Sumatera Utara. mintalah petunjuk kepada Tuhan yang kita percayai

    ‘nBASIS: kemajuan, kemajemukan kehidupan dan kerukunan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 4,934 other followers

%d bloggers like this: