Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5,352 other followers

Top Rated

SETETES AIR MATA UNTUK ABU AYYUB AL-ANSHORI


abu faisal
Oleh: Ustadz Abdurrahman Lubis

Apalah artinya kalau cuma setetes air mata dibanding pengorbanan habis-habisan seperti Abu Ayyub Al Anshori ra. Karena ia telah menyetorkan nyawanya secara tepat guna kepada Allah Swt. Tapi paling tidak, seperti seekor burung pipit yang meneguk air laut kemudian terbang tinggi-tinggi dan meludahkannya ke atas api yang menyala membakar Nabi Ibrahim as.
Ketika ditanya malaikat, “Apa yang engkau kerjakan Pit ?” Dijawab: “Aku ingin memadamkan api yang sedang membakar Nabiullah Ibarahim”.

(more…)

PILKADA KOTA MEDAN: PKS DAN GERINDRA


 

Menjawab pertanyaan seorang jurnalis:

Jika diinstruksikan oleh partainya tentulah Gus Irawan dengan terpaksa akan menolak jika bukan menjadi calon walikota. Hal yang sama akan dilakukan oleh Tifatul Sembiring. Kita pun ingat bahwa perolehan kursi di DPRD Kota Medan berbeda untuk kedua partai: Gerindra unggul.

(more…)

P O D A


Basir, Anto, Sa'adi (Kandidat)Cobalah renungkan, apa yang diperbuat pada periode yang segera akan berakhir ini. Bulatkan tekad untuk sebuah perubahan naik kelas. Bantu pemerintah memberantas korupsi, meski mereka menjadi salah satu pelaku utama dalam kejahatan itu.

(more…)

MAKLUMAT YANG MENOHOK JOKOWI


Sama sekali di luar dugaan saya bahwa ternyata pendukung Jokowi mengakui keadaan negara morat-marit dan memberi kritik pedas dengan solusi minim dan terkesan amat pragmatis.

(more…)

MENDIRIKAN PTPN GANJA DI ACEH


ganja

Berbekal pengalaman selama ini semua orang pasti dengan ringan mengatakan tidak ada kekuatan apa pun di Indonesia yang dapat mengeliminasi perdagangan dan peredaran gelap ganja. Undang-undang dan pola penegakan hukum hanya akan menceritakan lakon-lakon konyol yang memalukan dan merontokkan wibawa sebuah bangsa

(more…)

Pilkada Serentak: PERMOHONAN KEPADA KAPOLRI


badrodin haiti

Saya kira sangat tepat berharap kepada Kepolisian. Pilkada serentak akan dilaksanakan dalam keadaan buruknya sistim. Satu di antara banyak masalah serius ialah kelembagaan demokrasi, khususnya integritas penyelenggara. Semua praktik buruk yang pernah terjadi sebetulnya bisa dieliminasi jika Kepolisian mau bertindak tegas. Kepolisian tahu.

Saya ingin sekali mendengar Jenderal Badrodin Haiti menginstruksikan ke seluruh jajarannya:

“Hei para anggota tercinta, wajah kita sudah lama tercoreng. Tetapi kini tiba saatnya menunjukkan bukti bahwa kita mampu. Kita mulai dari event pilkada serentak.

Kita tahu semua orang di negeri ini yakin bahwa politik transaksi dalam setiap suksesi memiliki andil besar untuk korupsi di daerah. Semua orang di negeri sudah tahu buruknya praktik dan proses politik ini mulai dari penentuan DPT, pemberian suara, perhitungan suara dan seterusnya.

Selama ini peran kita sangat tak dirasakan oleh rakyat dengan hanya menekankan tugas pada aspek keamanan dalam arti yang sangat sempit. Sadarilah bahwa meski tak ada kerusuhan, jika pilkada penuh kecurangan, itu namanya tidak aman. Aman itu bukan hanya gangguan fisik, tetapi jika nilai dan nurani juga sudah direndahkan dalam proses demokrasi, itu namanya tidak aman.

Saya tidak mau menerima berita bahwa ada anak buah saya mendiamkan para penjahat demokrasi menyembelih Indonesia. Jangan pandangn bulu. Saya akan pecat anggota yang berdamai dengan kejahatan politik dan demokrasi ini.

Gulung semua yang melakukan pelanggaran. Tak perduli ia orang KPU, orang Panwas, orang parpol, orang penting hantu blau sampai kepada orang pengadilan (jika nanti ada sengketa), maupun rakyat jelata. Gulung semua”.

Jika sikap dan ketegasan seperti itu muncul dari Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, saya yakin demokrasi kita akan sedikit tertolong. Perbaikan pemerintahan juga dapat terjadi melalui pilkada yang jujur sejujur-jujurnya dan adil seadil-adilnya. Bukankah begitu, gerangan?

Shohibul Anshor Siregar

DEKLARASI SUMATERA


http://www.dw.de/image/0,,16434610_303,00.jpg

Seorang teman yang selama beberapa pekan ini melanglangbuana ke Pulau Jawa, meminta saya menuliskan penilaian tentang Indonesia. Sebelumnya ia banyak bercerita tentang apa yang dilihat dan didengarnya (selama kunjungannya di Pulau Jawa itu) tentang Indonesia, dan kinerja pemerintahannya, yang kemudian ia simpulkan melalui kombinasi dengan rangkaian informasi hasil pengamatan dan diskusinya dengan banyak tokoh, khususnya di Jogjakarta dan Jakarta. Ia pun berkeinginan melakukan unjuk rasa di depan istana, untuk menyampaikan kekecewaannya yang mendalam atas kondisi Indonesia.

(more…)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 5,352 other followers

%d bloggers like this: