'nBASIS

RETORIKA PEMERATAAN JOKO WIDODO (1)


 

Foto Shohibul Anshor Siregar.

“…….hingga kini perguruan tinggi sudah menyelenggarakan 9 (sembilan) kali kongres Pancasila yang di sana para ahli berusaha mencari jawab atas kemusykilan yang menyebabkan ketidak-serasian lakon hidup bangsa dan negara dengan Pancasila”

(more…)

Advertisements

REKSA MANFAAT: EKONOMI MORAL ISLAM DAN NEO-LIBERALISME


web760

Abdessamad Belhaj (https://888.hu

Pengantar: Bahan ini adalah hasil wawancara dengan Abdessamad Belhaj oleh Bianka Speidl. Abdessamad Belhaj adalah seorang peneliti dari Kelompok Riset untuk Budaya Keagamaan yang berkaitan dengan Akademi Ilmu Pengetahuan Hungaria dan Universitas Szeged. Dia juga seorang dosen tamu dan rekan peneliti di Universitas Katolik Louvain (Belgia). Sejak 2014, ia juga menggelar kuliah dan fellowship yang berkunjung dan melakukan penelitian di Finlandia, Prancis, Jerman dan Belgia. Ia menerima gelar PhD dalam Studi Islam pada tahun 2001 dan PhD di bidang Ilmu Sosial dan Ilmu Politik pada tahun 2008. Dia telah menerbitkan buku dan artikel tentang berbagai aspek Islam. Buku terbarunya berjudul The Ethical Thesis: Alasan Praktis dalam Hermeneutika Hukum Islam (2015).

(more…)

PESTA SEDERHANA


RADIKALIS-INTOLERAN PROFESIONAL


RADIKALIS

Di bawah ini secara ringkas dipaparkan dua hasil survei terbaru, dengan penyelenggara yang berbeda, tentang dua hal berbeda tetapi yang sama-sama cukup hangat dalam perpolitikan di Indonesia akhir-akhir ini. Paparan pertama tentang bahaya radikalisme. Sedangkan paparan kedua tentang figur pendamping Jokowi dalam pemilihan presiden (pilpres) tahun 2019 mendatang.

(more…)

GUGATAN BATAK


sumber foto

Setidaknya sebutan Batak dan yang sangat mirip dengannya kita ketahui tak hanya ada di Sumatera Utara (Indonesia), tetapi juga di beberapa tempat lain di dunia ini, antara lain Malaysia, Singapura, Filipina dan juga diĀ  Eropa, tepatnya Bulgaria. Memang hingga hari ini tak cukup penjelasan untuk mempertemukan semuanya dalam bentuk yang terterima sebagai satu unititas tercerai-berai. Sejarah (kolonial) telah membawanya begitu rupa.

(more…)

ROHINGYA (3)


suu kyi

Kemana Nobel Perdamaian dan penerimanya? Mengapa ia diam saja? Apa yang ditunggunya gerangan? Aung San Suu Kyi mungkin terjepit antara ingin dukungan mayoritas Buddha dan Negara yang sudah terlanjur bertindak demikian tak adil dan bahkan melampaui batas nalar kemanusiaan terhadap Rohingya.

(more…)

ROHINGYA (2)


Kelompok-kelompok etnis yang terlibat dalam konflik akan lebih sukar diajak ke sebuah kesepakatan damai karena mereka tidak hanya berbeda etnis, melainkan juga berbeda agama.

(more…)