'nBASIS

Home » ARTIKEL » SOFYAN TAN SULIT MENEMBUS KOMUNITAS YANG LEBIH LUAS

SOFYAN TAN SULIT MENEMBUS KOMUNITAS YANG LEBIH LUAS

AKSES

  • 512,316 KALI

ARSIP


Sore ini Mula Tamba, seorang wartawan Harian Pos Metro Medan (sudah lama orang ini menjadikan saya sebagai narasumber tetapi belum pernah bertemu fisik sampai hari ini) mengajukan pertanyaan: kemana dukungan politik pasangan tersisih pada putaran I? Kemana pula massa Rudolf Matzuoka Pardede yang baru-baru ini gugatan terkait kepesertaannya dalam pemilukada kota Medan sudah ditolak oleh Mahkamah Konstitusi?

Memang sebelumnya Muhammad Thoriq, seorang wartawan Harian Waspada Medan, yang mencurigai akan ada transaksi di antara pasangan-pasangan yang kalah dengan kedua pasangan yang akan maju pada putaran II untuk mengalihkan dukungan, juga mempertanyakan arah dukungan pasangan tersisih.

Maulana Pohan disesali Kamaluddin Harahap. Maulana Pohan membawa jaringannya ke Sofyan Tan berikut orang-orang berserban. Itulah satu-satunya calon walikota tersisih yang secara terang-terangan dan dengan publikasi yang begitu besar melakukan penggabungan diri kepada pasangan yang akan maju pada putaran II. ‘nBASIS sejak awal sudah membaca tanda-tanda kuat bahwa betapa pun Maulana Pohan menghendaki, paling banter antara 10-15 % dari pendukungnyalah yang bisa dibawanya sesuai kemauannya. Kinerja pemenangan di lapangan, itu soal lain lagi. Jangan-jangan ada perasaan (di antara orang-orang yang digiring Maulana Pohan) penuh kegembiraan bergabung dengan Sofyan Tan karena bayangan akan mendapat reward material yang lebih besar.

Pasangan Maulana Pohan dan Ahmad Arif cuma mendapat belasan % pada putaran I, dan itu amat jauh di bawah perolehan suara ketika bersama Sigit Pramono Asri dari PKS pada pemilukada tahun 2005. Artinya dapat juga disimpulkan bahwa faktor kemilitanan kader PKS-lah penyebab perbedaan perolehan suara yang tidak begitu besar antara Abdillah-Ramli dengan Maulana Pohan-Sigit Pramono Asri waktu itu.

Bukti lain tentulah perolehan suara Sigit Pramono Asri – Nurlisa Ginting yang jauh di atas perolehan Maulana Pohan-Ahmad Arif pada putaran I. Figuritas Maulana Pohan secara empiris telah diuji amat merosot. Andil PAN (yang diketuai Ahmad Arif), PPP (yang diketuai Ahmad Parlindungan Batubara) dan Patriot (yang diketuai oleh Bangkit Sitepu) ternyata lebih signifikan mengagregasi perolehan suara bagi pasangan Maulana Pohan-Ahmad Arif.

Pasangan-pasangan lain tidak begitu sulit ditebak arah dukungannya. PKS dan PAN secara jelas sudah memihak Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin, begitu pun petinggi-petinggi di kedua partai ini. Kamaluddin Harahap, Ketua DPW PAN malah  menganggap langkah Maulana Pohan amat perlu dipermasalahkan karena dinilai tidak etis. Akan halnya PKS sudah barang tentu akan bekerja tanpa komando pihak lain, dan harus diakui kelak besarnya andil mereka dalam kemenangan Rahudman Harahap-Dzulmi Eldin.

Apakah Joko Susilo-Amir Mirza Hutagalung akan memihak Sofyan Tan? Sulit diyakini, sebagaimana Bahdin Nur Tanjung dan Kasim Siyo, apalagi Muhammad Arif Nasution dan Supratikno, Syahrial Anas-Yahya Sumardhi dan Indra Sakty Harahap-Delyuzar Harris.  Jika pun banyak orang yang mempertanyakan dukungan Ajib Shah-Binsar Situmorang, polanya tidak akan begitu jauh dengan kasus Maulana Pohan dengan persentase kecil pengikut yang dapat diarahkan ke Sofyan Tan.

Rudolf Matzuoka Pardede. Orang tidak pernah sadar bahwa pendukung Rudolf Matzuoka Pardede dan Sofyan Tan itu beririsan (itu-itu juga). Jika Rudolf Matzuoka Pardede berhasil maju tentulah Sofyan Tan tidak akan mampu menandingi, bahkan meraih posisi urutan ke 4 atau ke 5 pun Sofyan Tan tidak akan berhasil pada putaran I. Basis politik mereka adalah PDIP dan PDS serta komunitas Cina dengan perbedaan latar belakang dan tingkat pengabdian kepada partai, ditambah dengan kedekatan kultural yang amat berbeda dengan para konstituen. Jadi pendukung murni Rudolf Matzuoka Pardede sudah ke Sofyan Tan pada putaran I dan semua sudah tahu kekuatannya. Tidak ada lagi yang perlu dihitung dari tokoh yang dipecat oleh PDIP karena masalah penentuan Calon Gubernur Sumatera Utara tempohari.

Satu hal yang amat perlu dicatat mengenai Rudolf Matzuoka Pardede ialah apatisme politiknya mengingat sejauh ini ia merasa sudah tidak lagi  memiliki prospek ke depan. Karena itu ia tidak akan perduli Sofyan Tan atau siapa pun, kecuali nanti ada sebuah partai yang memintanya menjadi Ketua dan itu berarti babak baru yang memerlukan kerja keras lagi. Namanya memang masih berpengaruh, tetapi jika ajakan politiknya dianggap jauh dari aspirasi mayoritas, ia akan ditinggalkan begitu saja.

Masih perlu waktu. Karena alasan historis-politik dan etnisitas serta nilai-nilai kultural Sofyan Tan masih sukar diterima oleh masyarakat sebagai pejabat publik di kota Medan. Antara orang Cina dan orang non Cina di Medan begitu luas wilayah yang tidak dapat dijejaki bersama dengan penuh keharmonisan dan kesetaraan. Budaya amat jauh berbeda, politik pun berbeda aspirasi. Hal yang paling parah dan yang tak mungkin ditemukan solusinya tentulah masalah kesenjangan ekonomi yang begitu lebar.  Kemenangan Brilian Moktar dan sony Firdaus pada pemilu 2009 di legislatif lokal dan perolehan posisi runner up Sofyan Tan pada putaran I memang adalah bukti keinginan politik orang Cina di Medan yang masih belum dapat diaktualisasikan sepenuhnya.

Di antara orang Cina jarang diketahui orang luar bahwa sesungguhnya terdapat perbedaan yang amat tajam dalam hal politik. Sebagaimana pernah terjadi di daerah lain, tampilnya orang Cina menjadi calon dan menang malah menimbulkan kesulitan baru bagi warga Cina yang lain apalagi calon itu tidak dapat memberi bukti kinerja terbaiknya. Bukankah kita telah menguasai penuh ekonomi di kota ini, dan jika Anda akan berkuasa secara politik kan segalanya bisa rusak semua? Biarlah kita penguasa ekonomi saja dengan tingkat keistimewaan yang luar biasa kita peroleh dari Negara. Urusan politik biar yang lain saja. Begitulah kira-kira nada keluhannya.

Menghadapi putaran II tanggal 19 Juni 2010 ‘nBASIS berharap Panwas berperan sebaik-baiknya. Putaran II ini akan memperagakan semua kekuatan yang dapat saja menempuh jalan-jalan pintas seperti money politics yang aromanya sudah tercium sejak sekarang.

Panwas tidak boleh toleran terhadap penyimpangan apa pun dan secara teknis kumpulkanlah data untuk gugatan perlawanan di Mahkamah Konstitusi nanti. Heran juga sebagai pengawas yang mestinya paling tahu Panwas belum pernah secara serius melakukan gugatan sampai ke tingkat peradilan. Jika cuma tegur-tegur lunak, ujung-ujungnya respek atas keniscayaan penegakan ketentuan yang berlaku akan semakin disepelekan.

Politik transaksional harus diakhiri, karena selain secara nyata menghina orang miskin dalam kemiskinannya, juga melukiskan ketidak-bermartabatan. Tidak ada legitimasi politik bagi pemain money politics.

[posting ini dibuat untuk memenuhi permintaan sebuah harian lokal di Medan]

Shohibul Anshor Siregar


3 Comments

  1. ramon gromico says:

    SAYA BERBANGSA INDONESIA N LAHIR DI INDONESIA DAN MATI INDONESIA. SAYA BKN ORG CINA TP BANGSA KETURUNAN… TOLONG BAHASA NYA DI PERHALUS!!!

    ‘nBASIS: Maaf Pak Ramon, ‘nBASIS cuma menggunakan ungkapan bersifat standar saja yang barang tentu tidak dapat diperhalus dan diperkasar. Atau Anda punya saran bagaimana memperhalusnya? Cobalah klik di sini. Terimakasih

  2. ramon gromico says:

    saya juga tidak tahu bagaimana cara menghaluskan nya. itu sudah tugas anda sebagai penulis!! saya rasa ungkapan dgn kata cina sangat menyakitkan hati saya sebagai warga tionghua. ini saran,jika anda rasa sudah cukup halus ya di lanjutkan saja.

    ‘nBASIS: Di antara Cina dan Tionghua, Anda pilih yang kedua karena itu Anda protes. Mungkin penjelasan dengan mengklik di sini bisa memberi pengertian. Terimakasih.

  3. […] Medan, hubungan keserasian sosial antaretnis selalu bersifat dinamis. Tetapi ada jarak tertentu yang belum bisa diperpendek secara kultural, […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: