'nBASIS

Home » ARTIKEL » Islamophobia: MEREKA AKAN BAKAR AL-QUR’AN?

Islamophobia: MEREKA AKAN BAKAR AL-QUR’AN?

AKSES

  • 556,237 KALI

ARSIP


Abu Bakar Ba’asyir ditangkap kemaren pagi atas tuduhan keterkaitan dengan masalah terorisme. Kepolisian menyatakan yakin dengan bukti-bukti yang mereka miliki untuk tuduhan itu. Protes pun meluas, dan pihak istana melalui jurubicaranya merasa penting menjelaskan bahwa penangkapan yang diprotes itu bukan perintah presiden. Pernyataan itu malah diulangi sendiri (lagi) oleh presiden SBY.

Hal itu tidak menghalangi Front Pembela Islam (FPI), salah satu komponen pemrotes, menuduh bahwa semuanya merupakan order Amerika sembari mengalihkan perhatian  publik dari concern politik yang memprihatinkan saat ini (kenaikan tarif dasar listrik, “teror” ledakan tabung gas SNI, Century Bank Gate, rekening gendut bersimbol celengan babi, dan yang lain). Tak kurang dari Ketua Umum International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Hasyim Muzadi angkat bicara. Kepada Menlu Marty Natalegawa ia menegaskan hendaknya permasalahan terorisme diselesaikan secara Indonesia dan bukan Amerika. Natalegawa yang mengunjunginya Kamis (09/08/09) juga menerima ungkapan kekhawatiran Hasyim Muzadi bahwa jika tidak secepatnya  dilakukan pembuktian oleh aparat kepolisian, terhadap apa yang dituduhkan kepada Abu Bakar Ba’asyir, justru akan ada ruang kosong dan mengambang, sehingga bisa ‘masuk angin’ dan akan menimbulkan radikalisme.

Selang beberapa tahun yang lalu dari berbagai sekolah di Indonesia marak pemberitaan tentang pro kontra siswa (puteri) berjilbab. Bayangkan, di sebuah negara yang penduduk dan pejabat negaranya mayoritas beragama Islam dan satu-stunya negara di dunia yang memiliki kementerian agama gagal memahami sebuah masalah elementer: jilbab. Hal yang juga terjadi di Eropa belum lama ini, dan masih berlangsung. Masih ingat itu bukan?

Lalu belum lama ini marak pula protes dan bahkan minta pembubaran FPI (Forum Pembela Islam). Tetapi ada tindakan akomodasi dan bahkan pemberian porsi peran bagi FPI untuk bekerja bersama pemerintah dalam mewujudkan situasi ramadhan yang “tanpa maksiat”. Namun kemudian ada desakan penolakan dan bahkan meminta pembubaran organisasi kemasyarakatan yang sering melakukan tindakan-tindakan tegas terhadap hal-hal yang mereka nilai melanggar hukum. Ulil termasuk orang terkedepan dalam penyuaraan pembubaran ini.

Stasiun tvone pada malam hari pertama taraweh berusaha “memburu” tanggapan dari jamaah FPI tentang  “kesepakatan” tidak akan melakukan sweeping untuk menjaga kesucian ramadhan. Tvone tampak merasa tak puas dengan jawaban yang mereka peroleh: “ini baru permulaan, jika hukum dilanggar masyarakat termasuk di dalamnya FPI akan sweeping“. Adakah yang aneh pada jawaban ini? Tvone tidak tahu itu barangkali. Rakyat berhak dan malah berkewajiban menegakkan hukum, bahkan jika pemerintah sekalipun (misalnya) sudah berbohong tentang suatu kebenaran.

Jangan abaikan rentetan peristiwa yang puncaknya terjadi beberapa hari lalu, jemaat HKBP di Bekasi dihalang-halangi (dan bahkan ada yang dicederai) melaksanakan ibadah di tempat yang mereka miliki dan tuduhan terhadap FPI pun menjurus meski akhirnya tidak kuat sebagaimana halnya kejadian belum lama berselang saat seorang anggota legislatif dipaksa mengakhiri kegiatannya karena dituduh menyebarkan faham yang tidak disukai di negeri ini. Dalamilah kasus ini sebaik-baiknya, sebagaimana perlu mendalami ada apa di balik keniscayaan dan spontanitas FPI dalam setiap kemunculannya. Perlu juga keniscayaan dan spontanitas ini diperbandingkan dengan kejahatan-kejahatan kelompok-kelompok  lain di negeri ini, termasuk para birokrat yang tak beda dengan pengkhianat negara saat mereka menggunakan wewenang dan kekuasaan memperkaya diri sendiri dengan mengambil secara tak sah uang rakyat.

Mengapa sentimen anti Islam mengemuka, itu maksudnya. Pikirkan pula bahwa jika di London dan di Paris (sebagaimana pernah diceritakan oleh seorang teman yang membawa isterinya yang berjilbab untuk menghadiri wisuda putera kesayangannya yang langsung membuat teman wanita putera kesayangannya itu memutuskan hubungan karena takut ada Alqaeda bersembunyi di balik jilbab itu) kejadian kesalah-fahaman terhadap Islam itu muncul, alasan ketiadaan informasi dapat diterima, meskipun di sana banyak pionir ilmu pengetahuan yang memuji dan akhirnya masuk Islam djustru di puncak kejayaan iptek modern tanpa dipengaruhi secara aktif oleh kelompok Islam yang mana pun.  Mungkin banyak orang tidak tahu bahwa muslim di Jerman itu lebih banyak dari jumlah muslim di  Libanon, lebih banyak di China ketimbang di Syria.  Mungkin banyak orang tak kenal Mohammad Ali.  Mungkin juga sudah banyak yang lupa Mike Tyson. Orang juga mungkin sudah lupa dan tak mendengar lagi  dendang halusMorning has Broken” atau “Scarlet Ribbon” dari kelompok The Cats yang di sana Cat Steven akhirnya merubah diri menjadi Yusuf Islam tanpa diimingi-imingi apa pun apalagi paket indomie. Jonathan Birt putra Lord Birt, dan Emma Clark, cucu perempuan bekas PM Herbert Asquith, hanyalah dua di antara hampir 14.000 elit Britania (Inggris) yang menyatakan diri masuk Islam, begitu sebuah situs memulai tulisannya baru-baru ini.

Diskusi Jakarta Lawyers Club yang diasuh Karni Ilyas kemaren malam menampilkan corak pandang yang beragam tentang terorisme di Indonesia. OC Kaligis mengingatkan bukunya yang sudah pernah diberi kepada Karni Ilyas menceritakan bahwa terorisme itu kejahatan transnasional. Pembicara lain mengingatkan bukan sesuatu keberhasilan yang patut dibanggakan jika Kepolisian melaporkan jumlah dan frekuensi penangkapan teroris, karena tujuannya bukan menangkap teroris melainkan meniadakan teroris. Nasir Abbas sendiri yang setiap ada ketegangan di Indonesia yang berindikasi teroris selalu menjadi tokoh penting untuk media, yang oleh PBB sudah dicabut label terorisnya, menjelaskan tidak selalu harus dihubung-hubungkan antara pelatihan militer dengan semua kasus kekerasan teror di Indonesia, pada saat kita ketahui semua kelompok-kelompok Islam di Indonesia ingin membantu saudara-saudaranya yang ditimpa kesulitan di berbagai negara di dunia akibat kekerasan teror yang mereka alami seolah tiada henti.

Seseorang menyadarkan hukum yang ada sudah sangat amat kuat bahkan dengan sebuah motif kecurigaan kecil saja orang bisa masuk bui dengan UU anti terorisme. Seseorang lain mengatakan pesimismenya tentang kecenderungan pendekatan hukum dan tindakan represif. Seseorang lain mengingatkan bagaimana sejak awal Abu Bakar Ba’asyir disentralkan dalam isyu terorisme di Indonesia yang dengan sejarahnya yang pernah lari (dari Indonesia) karena menolak asas tunggal Pancasila (1985). Seseorang itu pun juga mengingatkan betapa simplistinya asumsi hukum yang digunakan dalam catatan perlakuan pemerintah terhadap Abu Bakar Ba’asyir. Semua ini seperti phobia saja. Semua ini seperti mengerjakan sesuatu yang tak ingin dikerjakan tetapi harus dikerjakan karena ada yang meminta dikerjakan meski tak suka untuk apa itu dikerjakan.

Al-qur’an akan dibakar

Sebuah survei yang dirilis oleh (kelompok Kristen) LifeWay pada bulan April mengumumkan bahwa 42 % dari pendeta Protestan percaya bahwa Islam “mempromosikan kekerasan” dan lebih dari setengahnya setuju dengan pernyataan terkenal seorang Penginjil Franklin Graham: Islam adalah agama “jahat”. Provakasi serupa memang berkembang belakangan baik karena refleksi atas pemahaman subjektif mereka terhadap Islam dan sejarahnya dan juga posisi Islam sebagai suatu agama yang juga memiliki perwilayahan tertentu dalam peta dunia. Silakan tidak percaya, bahwa politisi tingkat antar negara banyak memperkeruh.

Seusai perang dingin polarisasi dunia berubah dengan isyu baru. Dengan meninggalkan “bangkai” ketegangan blok Barat dan Timur, globalisasi dengan segenap isyu-isyu centralnya menjadi alat baru, termasuk isyu perdagangan bebas, Washington Concensus, dan lain-lain. Islam dirasakan merangkak maju dan amat mungkin menjadi idiologi alternatif meskipun fakta objektifnya dunia Islam saat ini berada dalam keadaan terpuruk. Bahkan negara-negara seperti Iran, Irak , Afghanistan dan lain-lain berada dalam tekanan luar biasa dengan penuh ketidak-adilan atas nama hukum-hukum dan kelembagaan internasional yang demikian menindas. Bukankah dunia mendiamkan  palestina dirobek-robek?

Tetapi satu hal yang sukar dibantah bahwa perkembangan populasi agama ini (Islam) ditandai memiliki kecepatan dari yang lain terutama dalam beberapa dasawarsa terakhir. Fakta lainnya, perkembangan baru di pusat-pusat kejayaan iptek dan ekonomi dunia tidak terhempang, dan tidak semata-mata beranggotakan populasi imigran misalnya dari Timur Tengah. Benarkah fakta ini menjadi alasan kecemasan untuk melegitimasi “perang” terhadap Islam terutama setelah komunisme dianggap gagal setelah jatuh berkeping-keping dan karenanya tidak lagi dianggap sebagai ancaman?

Lihatlah Amerika yang mendukung pengambilalihan Timor Timur saat perang dingin dan Soehrato amat patuh melaksanakannya meski dengan pengorbanan manusia dan biaya yang besar dan akhirnya memaksa Indonesia melepaskannya sesuai dengan policy politik luar negeri mereka. Kini semakin banyak orang yang percaya Amerika giat dengan politik luar negeri berbasis kecemasan terhadap Islam yang diperhalus dengan isyu war on terrorism menjadi legitimasi untuk segala tindakan. “Tangkap Ba’asyir karena seseorang yang sudah dibawa oleh agen-agen mereke ke Amerika, tanpa sebilah penghargaan terhadap kedaulatan Indonesia dan hukumnya, telah bercerita kepada Amerika bahwa Ba’asyir itu gembong teroris yang amat berbahaya”. Betapa sedih melihat fakta ini.

Masih ingatkah peristiwa yang menghancurkan WTC tanggal 11 September 9 tahun lalu? Itu disebut dosa Islam dan representasi dari brutalitas Islam yang tak beradab. Itulah yang menjadi dasar bagi sebuah kelompok radikal Kristen (Dove World Outreach Center) yang bermarkas di 5805 Northwest 37th Street Gainesville, Fl0rida USA dalam menyelenggarakan peringatan 9 tahun tragedi WTC dengan pembakaran Al-qur’an. Bagi kelompok yang giat melalukan provakasi ini ada sepuluh alasan utama mengapa Al-qur’an harus dibakar sebagai bentuk seruan berskala internasional untuk permusuhan terhadap Islam, yakni:

  1. The Koran teaches that Jesus Christ, the Crucified, Risen Son of God, King of Kings and Lord of Lords was NOT the Son of God, nor was he crucified (a well documented historical fact that ONLY Islam denies). This teaching removes the possibility of salvation and eternal life in heaven for all Islam’s believers. They face eternal damnation in hell if they do not repent.
  2. The Koran does not have an eternal origin. It is not recorded in heaven. The Almighty God, Creator of the World, is NOT it’s source. It is not holy. It’s writings are human in origin, a concoction of old and new teachings. This has been stated and restated for centuries by scholars since Islam’s beginnings, both Moslem and non-Moslem.
  3. Islam is a weapon of Arab imperialism and Islamic colonialism. Wherever Islam has or gains political power, Christians, Jews and all non-Moslems receive persecution, discrimination, are forced to convert. There are massacres and churches, synagogues, temples and other places of worship are destroyed.
  4. The Koran’s teaching includes Arabian idolatry, paganism, rites and rituals. These are demonic, an ongoing satanic stronghold under which Moslems and the world suffer.
  5. The earliest writings that are known to exist about the Prophet Mohammad were recorded 120 years after his death. All of the Islamic writings (the Koran and the Hadith, the biographies, the traditions and histories) are confused, contradictory and inconsistent. Maybe Mohammad never existed. We have no conclusive account about what he said or did. Yet Moslems follow the destructive teachings of Islam without question.
  6. Mohammad’s life and message cannot be respected. The first Meccan period of his leadership seems to have been religiously motivated and a search for the truth. But in the second Medina period he was “corrupted by power and worldly ambitions.” (Ibn Warraq) These are characteristics that God hates. They also led to political assassinations and massacres which continue to be carried out on a regular basis by his followers today.
  7. Islamic Law is totalitarian in nature. There is no separation of church and state. It is irrational. It is supposedly immutable and cannot be changed. It must be accepted without criticism.
  8. Islam is not compatible with democracy and human rights. The notion of a moral individual capable of making decisions and taking responsibility for them does not exist in Islam. The attitude towards women in Islam as inferior possessions of men has led to countless cases of mistreatment and abuse for which Moslem men receive little or no punishment, and in many cases are encouraged to commit such acts, and are even praised for them. This is a direct fruit of the teachings of the Koran.
  9. A Muslim does not have the right to change his religion. Apostasy is punishable by death.
  10. Deep in the Islamic teaching and culture is the irrational fear and loathing of the West.

Kesepuluh alasan itu berusaha menghakimi Islam dengan penuh kenaifan subjektif seorang pemeluk agama lain. Penyebaran provakasi seperti ini pastilah akan mengganggu bagi minoritas muslim di negara-negara Barat dan negara-negara lainnya, mungkin juga termasuk di Thailand dan Filipina yang sudah begitu lama berdarah. Itulah salah satu yang paling dikhawatirkan saat ini, ketimbang yang lain. Kemajuan negara-negara Barat dalam konsepsi HAM sebagaimana diagung-agungkan oleh para komprador di negara-negara dunia ketiga termasuk Indonesia sering tak menjadi kenyataan seindah ucapan dan dokumen-dokumen internasional. Provakasi Pastor Senior Terry D Jones bisa mengakibatkan dunia setback karena menumpahkan darah. Permusuhan yang mengatas-namakan agama ini mesti dihentikan.

Anehnya ketika ditanyakan apakah Terry D Jones pernah mengikuti aktivitas dialog antar agama, ia malah secara terus terang menjawab ya dan bahkan menyatakan orang muslim juga diundang dan akan dilayani berdialog dalam acara bertaraf internasional pembakaran Al-qur’an itu. Atas kesempatan Friendlyatheist mewawancarainya memang semakin tampaklah kedangkalan berfikir Terry D Jones yang amat subjektif dan penuh kebencian.

Harus dihentikan

Tuduhan-tuduhan  sejenis yang dikemukakan Terry D Jones dan para pendukung dan jaringannya bukanlah hal baru dalam dunia Islam. Tetapi hal ini malah relatif tidak pernah membuat perpecahan yang amat serius. Dalam Islam pada umumnya kontroversi di antara sesama tidak selalu menimbulkan perpecahan yang amat serius dan jika dibandingkan pun misalnya antara Sunny-Syi’ah tidaklah sehebat perbedaan yang terdapat antara Katholik dan Protestan dengan segenap sekte-sekte yang mengacu kepada arus utama itu dan begitupun sempalan-sempalan kecil lainnya.

Tetapi siapa yang akan melakukan peredaan atau penghentian semua rencana buruk itu? Amerika dan Obama? Ya, mestinya ya. Jika itu dibiarkan oleh Amerika (geli mengemukakan ini) nanti akan ada mandat Dewan Keamanan PBB untuk melakukan sesuatu di Amerika agar rencana buruk itu dihentikan, sebagaimana halnya negara itu sering pamer arogansi di berbagai belahan bumi ini termasuk Irak dan Iran, dengan kekuatan dan keperkasaan militernya. Mahasiswa Indonesia yang demonstrasi dan membakar bendera negara lain kan dihukum oleh pengadilan Indonesia?

Pamela Geller, editor dan penerbit  the Atlas Shrugs website yang pernah bekerja pada New York Observer, dan juga penerbit  The Post-American Presidency yang diterbitkan July lalu, dilaporkan memulai pengembangan isyu anti Islam ini menjadi bagian dari sebuah permusuhan terhadap Obama, Presiden Amerika Serikat yang pernah tinggal semasa kanak-kanan di Indonesia itu. Ini cuplikan laporan Geller:

“Presiden Amerika berkata kepadaku bahwa ia adalah seorang Muslim.”  Itulah klaim Menteri Luar Negeri Mesir Ahmed Aboul Gheit, seperti yang dilaporkan dalam edisi Mei 2010 Israel Today. Menurut wartawan Avi Lipkin, Gheit muncul pada  acara Neil TV “Round Table Show” pada bulan Januari, yang pada kesempatan itu dia mengatakan bahwa “ia memiliki satu-satu pertemuan dengan Obama yang bersumpah kepadanya bahwa dia (Obama) adalah seorang Muslim, putra seorang muslim, yang juga berayah-tirikan seorang muslim serta saudara tiri muslim (di Kenya) adalah Muslim, dan bahwa ia setia kepada agenda Islam. “

Terlepas apa penilaian Anda terhadap laporan di atas dan apakah benar itu akan menyulitkan bagi Obama, namun yang jelas para provakator anti Islam melihatnya sebagai sebuah ganjalan dalam menjalankan agenda permusuhan terhadap Islam. Geller juga menyebut bahwa Obama berharap agar untuk sementara dunia Islam menunjukkan kesabaran dan lalu berjanji bahwa sekali ia berhasil mengatasi beberapa masalah dalam negeri Amerika Serikat (Kesehatan), niscaya ia akan menunjukkan kepada dunia Islam apa yang akan dilakukan terhadap Israel.  Bagaimana agar semua ini masuk akal dan memiliki ketersinggungan emosional yang meluas, Geller juga mengajak melakukan peninjauan terhadap rekam jejak Obama:

  • March 2009: Obama declares the “war on terror” is over, despite a dramatic increase in jihad war ops.
  • March 2009: he floats the idea that he will talk to violent, genocidal Hamas.
  • March 2009: he demands that more Muslim Americans work in the Obama administration and insists that they be recruited.
  • April 2009: Obama tells Europe to admit Islamic Turkey into the EU, much to the consternation of the Europeans.
  • April 2009: Obama demands that non-Muslims respect Islam (despite our differences) in a speech in Turkey.
  • April 2009: Obama says in a speech from Turkey, “We are not a Christian nation.”
  • April 2009: Dalia Mogahed, the first hijab-clad senior adviser to Obama on Muslim affairs, says in an interview with terrorist- and jihad-supporting Sheik Yusuf Qaradawi’s website, “Many have claimed that terrorists have ‘hijacked Islam.’ I disagree. I think Islam is safe and thriving in the lives of Muslims around the world. What the terrorists have been allowed to take over are Muslim grievances.”
  • April 2009: Obama lays groundwork for a partnership with Hamas.
  • May 2009: Obama promises to offer his “personal commitment” to Muslims.
  • May 2009: Obama calls America “one of the largest Muslim countries on the planet.”
  • June 2009: Obama invites the Muslim Brotherhood, a violent global jihadist group whose sole objective is a universal caliphate, to his speech to the ummah (Muslim community) in Cairo.
  • June 2009: Obama makes a stunning speech to the Muslim world from Al Azhar University in Cairo. It defies explanation.
  • July 2009: Obama reaches out to the violent jihadists of Hezb’allah.
  • July 2009: Obama creates a new office at the State Department, Outreach to the Worldwide Muslim community, reporting directly to Hillary Clinton.
  • July 2009: The State Department Welcomes Hamas mouthpiece Al-Quds TV to D.C. to filmpPropaganda. Obama promises to close GITMO. Obama is rebuked when plans are revealed for CIA prosecutions for 911 interrogations: Seven Ex-chiefs of CIA Oppose Case Review: ALL Sign letter to Stop CIA Persecutions.
  • In July 2009, Obama sanctions the brutal crackdown of those marching for freedom in Iran and sides with the mullahcracy. He stands silent about the Iranian regime’s mass executions, mass rape, and murder.
  • July 2009: Obama plans to slash the U.S. nuclear arsenal.
  • September 2009: Former U.S. Ambassador to the U.N. John Bolton on Obama at the U.N.: “This is the most radical anti-Israel speech I can recall any president making…I have to say I was very shaken by this speech.”
  • October 2009: Obama offers millions in Muslim technology fund.
  • November 2009, Fort Hood Jihad Coverup: Obama Urges Congress To Put Off Fort Hood Probe, Warns Against Turning Tragedy Into “Political Theater”
  • November 2009: Obama offers the Taliban control of the Kandahar, Helmand, Oruzgan, Kunar, and Nuristan provinces, in return for a halt to the Taliban missile attacks on U.S. bases.
  • November 2009: Obama reaches out to bloodthirsty jihadis in the Philippines. On Thanksgiving eve, Obama issues a special Hajj message to the world’s Muslims.
  • December 2009: Obama’s “Non-Religious” White House Christmas and No Christmas Gifts for his Kids.
  • February 2010: Obama names a Hafiz to the Organization of the Islamic Conference. “And as a hafiz of the Koran, [Hussain] is a respected member of the American Muslim community,” Obama said in his message to the Doha meeting, using the Arabic world for someone who has memorized the Islamic holy book.
  • February 2010: Obama cuts U.S. space program, orders NASA to work with Muslim countries
  • February 2010: Covering up for jihadists in the White House. Obama’s counterterrorism adviser, John Brennan, Involved in Obama Passport Breach.
  • March 2010: Obama Obsession with Islam: Calls “entrepreneurship summit” with Muslims.
  • April 2010: Libyan President Gaddafi Praises Obama: “Barakeh Obama is friend”; “He is of Muslim descent, his policy should be supported…”
  • May 2010: Obama’s Counterterrorism Adviser Calls Jihad “Legitimate Tenet of Islam.”
  • May 2010: White House Pro-Terrorism John Brennan Speechifies in Arabic, Equates Terrorists with Shoplifters, Lawmakers Call for his Firing.
  • June 2010: Obama equivocates on the jihad warship convoy (affectionately named a “flotilla” by the media): Obama “Expressed a Deep Regret Over Loss of [Jihadist] Life”
  • June 2010: Obama administration to Support Anti-Israel Resolution at U.N. And earlier this week, Obama became the first president to host a press conference with the American flag nowhere in sight.

Seruan pembakaran al-qur’an bisa memicu perkembangan situasi baru yang lebih buruk dalam tatanan internasional.  Saling pengertian dan saling menghargai di antara sesama umat beragama amat perlu meskipun itu sesuatu yang sulit dilakukan.   Dalam penyajian data-data keberagamaan dunia Charles Hendersen pada site GodWeb banyak mengajak diskusi bukan saja untuk lebih mengenali agama-agama dunia saat ini, tetapi juga termasuk di antaranya diskusi tentang hal-hal yang selalu menjadi ganjalan.  Lihat misalnya topik Do we need god?

Voltaire said:

“If God did not exist, it would be necessary to invent him.”

Is it true? Do we need a God? Do we need more than one? A father and son team? Do we need a prophet who knows exactly what a unique God says?

What are the benefits?

Dostoevsky said:

“If God doesn’t exist, than everything is permirted?”

Is this true? Doesn’t Socrates argument against Euthyphro hold any weight?

“Is what is morally good commanded by God because it is morally good, or is it morally good because it is commanded by God?”

Illustrasi di atas menggambarkan banyak hal, tak terkecuali bahwa secara internal semua agama menghadapi masalahnya sendiri dalam kaitannya dengan perubahan. Apa pun apologi di balik keinginan defensif para pemimpin agama, akan ada wilayah-wilayah (dogmatika, misalnya) yang akan terbongkar habis dan dicaci oleh ilmu pengetahuan, dan kesiapan untuk itu tidak mungkin dibangun sama sekali. Hanya agama yang “tidak aneh” sajalah yang bakalan selamat, karena agama yang sesungguhnya itu tidak bisa dibela apalagi diruntuhkan oleh kekuatan manusia sepanjang masa. Maka dari perspektif ini, tak mengapa jika Terry D Jones dan kelompok serta jaringannya membakar Al-quran.

Site GodWeb juga memberi ajakan untuk akses ke informasi aktual lain misalnya dengan mengajukan pertanyaan Is Jesus Really God yang merupakan sebuah informasi yang menuntut ke penerbitan sebuah majalah yang masih sangat baru yang sudah dikemukakan di atas.  Perhatikan sub judulnya: Scholars Examine the Facts About Jesus Claims to be God. Sepintas hal ini adalah sebuah gugatan terhadap Jesus yang berasal dari kalangan pakar ilmu pengetahuan. Tetapi sesungguhnya tidak.  Majalah ini dipersiapkan sedemikian rupa untuk menuntun skeptisisme pembaca ke arah pengakuan Jesus secara ilmiah. Itu strateginya. Tetapi jika dibaca secara cermat dan keseluruhan, justru akhirnya  malah dikhawatirkan akan menambah masalah baru. Publikasi ini telah menuntun ke sebuah misteri tak terjawab.

Menjawab itu saja sebetulnya sudah menjadi pekerjaan yang amat sangat berat bagi Terry D Jones dan semua orang yang menaruh kebencian terhadap Islam. Sudah pasti, bahwa untuk memahami agama masing-masing dan menjalankannya secara baik-baik juga sudah merupakan tantangan yang membuat semua pihak yang memusuhi Islam kehabisan waktu sama sekali. Tetapi Islamophobia bukanlah fenomena baru.

Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, tidak usah cemas jika memang tak melakukan semua yang dituduhkan.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

6 Comments

  1. Amri Munthe says:

    Selama sikap tampuk pimpinan Indonesia raya ini masih dipegang oleh sosok coward, maka semua bisa diobok2.. termasuk penangkapan ABB yang sudah bolak-balik terjadi.Saya mengkhayalkan bilakah Indonesia akan mempunyai pemimpin bangsa sebearani Mahmoud Ahmadinejad?

    Tidak masalah, andaikan ABB bersalah… silahkan diadili secara hukum, namun sebagai umat muslim, 100% saya tidak menerima kalau Islam diidentikkan dengan terorisme.

    Jangan pernah ikut ngawur seperti Ulil Absar Abdalla, yang ingin membubarkan FPI secara terburu-buru. Keadaan ini akan memberikan pembenaran tentang teori Barat yang mengatakan islam adalah JAHAT (devil).

    Mari kita simak;
    1. Kapankah umat Islam mengejek injil (alkitab) atau Jesus (Nabi Isa)…? Jawabnya tidak pernah. Alasannya, tidak sempurna iman seorang islam bila tidak mengimani Isa sebagai seorang rasul dan Injil sebagai salah satau kitab suci yang diturunkan oleh Allah SWT. Tapi orang kafir terbukti menghina Alqur’an ; masih ingat The satanic verses milik Salman Rusdy atau film Fitna serta karikatur nabi Muhammad milik Denmark.

    2. Kapankah orang-orang Islam mendatangi kampung-kampung orang yang non-Islam untuk menjajah dan memerangi mereka..? Jawabnya TIDAK PERNAH, karena Islam bermakna selamat dan bisa menyelematkan.
    Tapi lihat sekarang, siapa yang datang ke Afganistan dan ke Irak membawa senjata dan memerangi umat Islam.?

    Itulah jawaban sesungguhnya. Mari kita ajukan pertanyaan ini kepada mereka inspirator pemikiran tentang Islam adalah JAHAT.
    Sekian dan demikian.

    Amri Munthe

    ‘nBASIS: Terimakasih atas keterangan dan penjelasnnya.

  2. soe says:

    Sebenarnya kita salah mendapatkan presiden atau apakah kita mendapatkan permasalahan personal dan psikologi dari presiden indonesia kita yang sekarang?

    Ini sangat bodoh menurut saya karena banyak hal yang harus di urus dan masih banyak manusia indonesia yang menderita yang harus di urus ketimbang harus mementingkan: “saya akan di jadikan target oleh terorisme”.

    Ini pernyataan bodoh dari seorang kepala negara.

    Tentang mereka akan membakar alquran saya sangat terkejut sekali, tetapi setelah saya cari informasi lebih mendalam ternyata ini hanya akan di lakukan oleh salah satu sekte di Amerika dan mereka sengaja melakukan ini untuk memancing kemarahan umat islam. Kalau kita memang malakukan dan terprovokasi itu sama saja kita semakin menjelaskan kepada mereka bahwa pemahaman mereka tentang islam itu memang benar. Ingat di otak mereka Islam harus di musnahkan.

    ‘nBASIS: Anda, Soe, merepresentasi ekspresi kekecewaan yang meluas saat ini di negeri kita. Rencana Terry D Jones dan jaringannya membakar al-qur’an kita lihat sebagai satu contoh ekstrim yg merefleksikan Islamophobia saat ini yg masih akan meluas. Terimakasih komentar Anda.

  3. Humala says:

    @ Amri Munthe
    anda menulis:
    “Kapankah orang-orang Islam mendatangi kampung-kampung orang yang non-Islam untuk menjajah dan memerangi mereka..? Jawabnya TIDAK PERNAH, karena Islam bermakna selamat dan bisa menyelematkan.”

    Sepertinya lae mungkin belum membaca sejarah. Perang Paderi memerangi Suku Bangsa Batak,memaksakan paham paderi kepada bangsa Batak, yang menolak ditebas.

    Turki Ottoman menyerang Konstatinople. Mereka merampok, memperkosa, merusak, serta mengubah Gereja menjadi mesjid. Menyerang Balkan dan merekrut tentara pribadi Sultan dari kaum kristen serta mengislamkannya.

    Dan masih banyak contoh yang lain.

    Kita boleh bangga dengan agama kita, tapi tidak boleh menutup mata bahwa penganut Islam pun juga melakukan hal-hal yang sama.

    Kalo mau jujur 3 agama besar di dunia ini (Islam,Kristen dan Yahudi) terlibat kekerasan dalam pengembangannya baik itu pengembangan wilayah maupun pengembangan jumlah pengikut. Tidak ada dari 3 agama tersebut yang TIDAK TERLIBAT KEKERASAN. Setau saya (mungkin saya salah) hanya agama Budha yang dalam sejarah tidak pernah memaksakan agamanya kepada orang lain, adakah perang suci agama Budha? adakah Budhanisasi? Budhaphobia? Buat saya fenomena penganut agama Budha ini menampar kita penganut “agama wahyu ilahi” yang saling tempur satu sama lain.

    Phobia-phobia tidak hanya ada di umat Kristen. seluruh umat manusia punya phobianya sendiri. Umat Islam jelas-jelas Kristenphobia, umat Kristen Islamphobia, yang ateis pasti punya religiphobia, yang sok suci pasti sekulerphobia, penduduk lokal punya sikap pendatangphobia…

    Phobia itu muncul bila suatu kelompok merasa mendapat ancaman dari suatu kelompok tertentu yang berkembang dan mereka rasa makin kuat dan dapat mengancam eksistensi mereka sebagai suatu kelompok, dan menurut saya kelompok-kelompok yang punya phobia ini sebenarnya orang2 fanatik, berpikir sempit serta mempunyai keterbatasan ekonomi sehingga melampiaskann ketidakmampuannya dalam perekonomian dengan meluapkan kebencian pada kelompok lain…jadi phobia itu adalah hal yang tidak pada tempatnya, dan amerika (barat) punya macam-macam phobia, mereka benci kulit hitam (walaupun budak2 afrika itu kebanyakan Kristen), mereka juga khawawtir dengan imigran2 latin (padahal mereka katolik) mereka benci kaum homo (homophobia), dulu mereka benci komunis, sekarang mereka punya islamphobia, jadi phobia itu selalu ada pada mereka…apakah kita juga punya phobia? Mungkin kita tidak punya phobia, tapi kelakuan kita sendiri menyebabkan phobia pada kelompok lain…

    Saya tidak yakin FPI itu gerakan spontanitas, apanya yang spontanitas kalo mereka punya kartu anggota, Punya koordinator lapangan, punya AD/ART. Dan lucunya sebagian masyarakat dikatakan membutuhkan mereka. Dimana FPI saat tki-tki di Malaysia dizolimi? Dimana FPI saat Malaysia menantang kedaulatan Indonesia pada kasus ambalat? Dan ini yang lucu, kok FPI diam saja dengan kelakuan koruptor? Ato jangan-jangan FPI didanai oleh para Koruptor? Atau jangan-jangan sebenarnya FPI itu sama saja dengan ormas-ormas kepemudaan preman tapi mengatasnamakan Agama Islam…

    Pembakaran Alquran pasti mengudang reaksi keras , namun perlu dicermati, apakah aksi tersebut mewakili sikap seluruh masayarakat Amerika? Lebih baik kita tunjukan bahwa mereka salah dengan tidak terpancing provokasi yang mereka lakukan, apabila terpancing, kitapun aka sama seperti mereka…ingat di Otak mereka bukan hanya Islam yang harus dienyahkan….


    ‘nBASIS:
    (1) banyak yang merujuk MO Parlindungan (1964) untuk kisah tentang Paderi. Ketika salah seorang ahli (Lance Castles) pernah bertemu dengan salah seorang pengurus ‘nBASIS dan bercerita tentang ini, Lance berkata “Karya itu diragukan sebagai karya sejarah dan penulisnya sangat perlu ditelaah oleh ahli lain (misalnya psikiater atau psikolog). Dalam dialog langsung maupun polemik tertulis antara MO Parlindungan dengan Hamka banyak hal menjadi terbuka. MO antara lain berjanji merevisi bukunya pada edisi kedua, tetapi itu tak pernah dilakukannya sampai akhir hayat.

    MO Parlindungan selalu berkilah bahwa naskah-naskah (sumber-sumber) yang dijadikan sebagai bahan untuk penulisan buku yang cuma dimaksudkan sebagai cerita kepada kedua anaknya (bukan cerita sejarah) itu telah dibakar olehnya. Jadi cerita klarifikasi berhenti sampai di situ.

    Orang jarang melihat dan mendiskusikan halaman 689 buku MO Parlindungan yang memuat pernyataan bahwa dalam buku yang ditulisnya telah dia tebar 7 kesalahan-kesalahan dan hanya 3 yang ia jelaskan. Jangan-jangan 4 kesalahan yang tak dijelaskannya itu yang menjadi pegangan bagi banyak orang.
    Heran juga kasus ini mendapat
    blow up yang segera dan cukup lama, sementara yang lain (44 tahun dari kejadian ini) tidak bergema sama sekali http://nommensen.wordpress.com/.

    (2) Pernyataan “semua agama bersifat missionaristik” mungkin sukar dibantah dan dalam menjalankan missi itu sering sekali terjadi penyimpangan. Jadi Budha juga tidak terlepas dari masalah (contoh dekat: Thailand).

    (3) Spontanitas FPI yang dimaksudkan bukan pada kelembagaannya yang sejarah dan penataannya terlihat sama saja dengan ormas yang lain. Tetapi melihat reaksi-rekasinya, ‘nBASIS cenderung berpendapat adanya sifat spontanitas itu. Justru pertanyaan tentang nihil respon terhadap permasalahan-permasalahan besar (TKI, Korupsi, dll) lebih menunjukkan sifat spontanitas itu.

    Jika Anda berkeyakinan FPI didanai koruptor dan sama saja dengan ormas kepemudaan preman mengatasnamakan Islam, itu sebuah masalah lagi dan tentu saja tetap Anda perlukan bukti-bukti untuk tidak sekadar membuat tuduhan yang serius untuk itu.

    (4) Dalam posting lain pada blog ini (klik di sini) keterbelahan sikap Amerika tentang Ground Zero telah ditunjukkan sekedar menunjukkan bahwa Amerika bukanlah sebuah keseluruhan dalam permusuhan terhadap Islam. Bahkan ada warga non muslim yang terang-terangan melawan pihak yang melancarkan provakasi anti Islam. Keterbelahan yang sama tentu begitu meluas terhadap pastor Senior Terry D Jones yang berencana membakar Al-quran tanggal 11 September 2010.

    Terimakasih komentar Anda.

  4. sikapsamin says:

    Salam kenal nBASIS,

    JAS MERAH…

    JAngan Sekali-kali MElupakan sejaRAH,
    JAngan Sekali-kali MEmalsukan sejaRAH,
    JAngan Sekali-kali MEngkhianati sejaRAH…

    @Humala
    Saya hargai denga acungan 2-jempol tangan…

    Mungkin masih perlu saya tambahkan :
    – Tragedi Karbala, HASAN/HUSAIN dua cucu Rasulullah saw, DIPENGGAL KEPALANYA DIARAK KELILING KOTA ;
    – Kiprah Wali Songo, penuh pertumpahan darah

    Salam…JAS MERAH utk semuanya

    ‘nBASIS: salam kenal. distorsi sejarah banyak terjadi, dan apa yang kita fahami saat ini sering menjadi bagian dari distorsi itu. Terimakasih telah berkunjung dan memberi komentar.

  5. […] berantai cukup luas, termasuk dari Terry D Jones dan kelompoknya yang berencana memperingati kejadian 9 tahun lalu di menara kembar WTC itu dengan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: