'nBASIS

Home » ARTIKEL » GROUND ZERO

GROUND ZERO

AKSES

  • 545,455 KALI

ARSIP


Sebuah media online menulis: Weighing his words carefully on a fiery political issue, President Barack Obama said Saturday that Muslims have the right to build a mosque near New York’s Ground Zero, but he did not say whether he believes it is a good idea to do so. Ini bukan saja menambah jumlah orang Amerika yang yakin bahwa dia adalah penganut Islam, tetapi resistensi politik juga akan meningkat dengan image tentang status keberagamaannya itu.

Sebuah jajak pendapat yang dibuat oleh Sienna College menunjukkan 63 % menentang proyek pembangunan mesjid di lahan pribadi dekat ground zero New York, Amerika Serikat. Hanya 27 % dukungan dan selebihnya (10%) menyatakan abstain. Ini tidak jauh berbeda dengan jajak pendapat yang dilakukan oleh CNN pada jarak waktu yang tak lama berselang.

Peta Denah Lokasi (news.yahoo.com)

Konon amendemen I Konstitusi Amerika Kongres menggolkan klausul “tidak akan membuat undang-undang mengenai pembentukan agama, atau yang melarang dijalankannya agama secara bebas; atau menghambat kebebasan berbicara, atau kebebasan pers; atau hak rakyat untuk berkumpul secara damai, dan untuk menyampaikan petisi kepada Pemerintah untuk ganti rugi atas keluhan-keluhan mereka”. Tetapi mereka (sebagian besar orang Amerika, paling tidak yang direpresentasikan oleh jajak pendapat ini) mengiginkan pembangunan mesjid itu tidak dilanjutkan alias dipindahkan ke lokasi lain. Konstitusi akan menjadi “kitab mati”?

Sebuah gedung di Manhattan, dekat Ground Zero adalah setapak (lokasi) milik pribadi yang di atasnya masih berdiri sebuah gedung yang direncanakan akan diubah peruntukkannya menjadi bangunan baru masjid dan kebudayaan muslim Amerika. Hari Selasa lalu Komisi Pelestarian Gedung-gedung Penting New York memulai dengar pendapat   apakah akan menyetujui rencana ini. Dua kelompok yang berdialog mengatasnamakan ‘Masyarakat AS untuk Kemajuan Muslim’ dan kelompok ‘Cordoba Initiative‘ tampaknya tidak dapat menghindari jalan buntu. Para penentang menyebutkan bahwa gedung yang dibangun pada tahun 1850-an itu adalah sebuah situs bersejarah yang wajib dilestarikan.

Tetapi antara gedung yang akan diperuntukkan bagi pembangunan masjid dengan bekas menara kembar WTC  yang  diluluh-lantakkan teroris pada tahun 2001  itu hanya bejarak sekitar 1 kilometer. Sensitivitasnya terletak pada peristiwa yang menyita perhatian dunia dengan korban manusia  sekitar 2.600 jiwa dan pemikiran asosiatif terhadap Islam sebagai “agama teror”. Oleh karena itulah rencana bangunan masjid yang sekaligus menjadi pusat kebudayaan muslim itu  yang bukan saja amat jelas diketahui oleh Amerika sebagai hak yang dilindungi oleh konstitusi, tetapi mereka seakan berkewajiban menolaknya.

Presiden Obama tidak hendak memberi interpretasi ganda terhadap konstitusi negaranya, dan jika itu terja

Obama menjamu buka puasa muslim Amerika Jum’at lalu (voanews.com)

di berarti orang pertama dan orang terkuat Amerika telah melecehkan konstitusi yang diakui telah membawa Amerika ke puncak kejayaan dunia mengungguli yang lain seperti sekarang ini. Tuntutan mempertimbangkan local wisdom dari para penentang tampaknya tidak untuk diindahkan bagi Obama.

Reaksi berantai cukup luas, termasuk dari Terry D Jones dan kelompoknya yang berencana memperingati kejadian 9 tahun lalu di menara kembar WTC itu dengan sebuah acara pembakaran Al-Quran. Gubernur negara bagian New York sendiri, David Petersen, dalam misi mediasinya tetap berkeingian kuat mencari win-win solution dan lebih cenderung dengan rencana  pemindahan lokasi masjid dan pusat kebudayaan muslim itu.

Berbeda dengan David Petersen, Walikota New York Michael Bloomberg justru bersedih menanggapi reaksi buruk ini. Ia mengatakan,  bahwa ini akan menjadi “hari menyedihkan untuk Amerika”. Tetapi di hadapan Michael Bloomberg sejumlah masyarakat yang melakukan penolakan juga didukung oleh para politisi. Salah satu di antara yang berteriak lantang ialah John Cornyn.  Senator dari Fraksi Republik ini menegaskan penilaiannya atas tidak-bijaknya rencana ini mengingat lokasi pembangunan amat dekat dari  tempat sejumlah besar orang Amerika kehilangan nyawa dalam sebuah tragedi buruk. Malah ia menuding dukungan presiden terhadap pembangunan masjid tersebut, menunjukkan Obama terputus dari masyarakat Amerika kebanyakan.

Pemimpin Demokrat yang menjadi mayoritas dalam Senat Amerika, telah menyatakan ketidaksetujuannya terhadap rencana pembangunan masjid dan pusat kebudayaan Islam dekat lokasi serangan teroris 11 September  di Kota New York.

Penolakan lebih halus datang dari  juru bicara Senator Harry Reid. Pemimpin mayoritas dalam Senat Amerika  ini menghargai amandemen I konstitusi Amerika yang melindungi kebebasan beragama, meskipun ia berpendapat masjid sebaiknya dibangun di tempat lain.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

2 Comments

  1. Bagi sy Islam dan Kristen itu banyak persamaan. Kitab sucinya pun isinya banyak kesamaan, makanya agama yg dua ini hendaknya rukun dan damai…Damai itu indah…!!

    ‘nBASIS: Jika damai itu indah, dan memang indah, tentulah (mestinya) semua pemeluk agama ini lebih dulu tahu tentunya bukan? Terimakasih.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: