'nBASIS

Home » ARTIKEL » MAHASISWA ITU BERTANYA TENTANG SOSIOLOGI

MAHASISWA ITU BERTANYA TENTANG SOSIOLOGI

AKSES

  • 557,706 KALI

ARSIP


Suatu ketika, di beranda masjid kampus usai sholat lohor, 2 orang anak muda mengulurkan tangannya untuk bersalaman. Mereka memperkenalkan diri sebagai mahasiswa baru, dan menyatakan sudah mencantumkan mata kuliah yang saya asuh “Pengantar Sosiologi” dalam Kartu Rencana Studi (KRS) mereka untuk diikuti pada semester ini.

Perbincangan terjadi dengan lancar walaupun sebetulnya saya lebih banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka tentang sosiologi. Mereka tentu belajar ilmu ini di kelas sebelumnya (SLTA) dan karena itu saya menganggap mereka tidak akan kesulitan belajar bersama saya kelak.

Inilah pertanyaan-pertanyaan dari mereka yang saya jawab:

Sosiologi itu secara sederhana adalah studi tentang masyarakat manusia dan bagaimana mereka berinteraksi. Betul kan pak? Apa yang dipelajari sosiologi itu hingga akan jelas bedanya dengan ilmu sosial lain misalnya antropologi?

Banyak akademisi sosiologi yang saya ikuti pemikirannya mengklaim bahwa sosiologi bukan sekedar sebuah objek studi. Sosiologi mereka sebut seluruh cara untuk memandang dunia. Sosiologi itu studi tentang masyarakat manusia dan bagaimana interaksi sosial dalam masyarakat tersebut membentuk kepercayaan sebuah masyarakat, perilaku, dan identitas.  Bagaimana pandangan bapak, apa sama?

Bukankah subjek sosiologi itu senantiasa dekat dengan praktik kebijakan sosial, pak? Karena itu maka seseorang yang mempelajari sosiologi harus memahami model dan teori-teori sosial yang berbeda-beda.  Konon dalam pelajaran sosiologi kita akan menyelidiki bagaimana masyarakat berubah seiring perjalanan waktu dan mempelajari beberapa persoalan seperti industrialisasi, urbanisasi, ketidaksetaraan, dan globalisasi. Kompleks betul ya pak?

Pertanyaan-pertanyaan tadi diborong oleh anak muda yang lebih gesit dan berpakaian rapi sekali dan dengan ransel yang tampaknya baru dibeli. Orang kedua mendapat kesempatan, begini pertanyaannya:

Dalam sosiologi kita juga mempelajari masalah-masalah seperti buruh dan pekerjaan, dan bagaimana pandangan masyarakat mengenai kedua hal ini serta bagaimana pula pandangan tersebut berubah dari waktu ke waktu.  Benar itu pak?

Isu mengenai feminisme, kelas, dan gerakan serikat perdagangan juga.  Di luar itu dalam sosiologi juga dipelajari tentang seksualitas, agama, serta budaya dan identitas kaum muda seperti kami-kami. Benar pak?

Kecakapan seperti apa yang mesti saya miliki dalam mempelajari sosiologi ini pak? Misalnya tentang mengolah data, menyelidiki pertanyaan sosiologis beserta teorinya dan berlatih merumuskan kesimpulan. Apakah saya salah pak?

Kesan saya, apa pun kata orang di luar, seseorang yang mempelajari sosiologi seharusnya mempunyai kemampuan untuk berpikir tajam dan kritis. Lebih dari itu ia juga harus berusaha dan sedapat mungkin bahkan mampu mencari solusi terbaik. Ha ha, artinya seluruh waktu kita seharusnya habis di perpustakaan dan menulis esai-esai sosiologis. Bagaimana pak?

Nanti setelah tamat dengan kemahiran sebagai sosiolog, selain pilihan menjadi dosen seperti bapak, saya merasa perlu dijelaskan peluang kerja untuk sosiolog. Saya beranggapan bahwa ahli sosiologi dapat memasuki berbagai jenis pekerjaan baik di negara maju maupun di negara berkembang seperti kita Indonesia. Bagaimana pak? Anehkah jika saya mengatakan bahwa melalui keahlian dalam bidang sosiologi kita juga dapat mengembangkan kemampuan untuk mengejar karir dalam bidang jurnalisme, manajemen, atau dalam dunia akademik?

Saya bergembira sekali dengan interaksi itu. Dalam menutup pertemuan itu saya tanyakan apakah mereka berdua tahu siapa Auguste Comte, Emile Durkheim dan Ibn Khaldun. Saya senang kepada kedua anak muda itu.

Good luck, my new students.

Advertisements

5 Comments

  1. kopral cepot says:

    Jawabannya mana pak ? 😉

    ‘nBASIS: rahasia. ini untuk ujian mid-semester. ha ha ha. Kopral ada-ada saja.

  2. sikapsamin says:

    Memang, setelah membaca malah jadi bingung mau komen apa ya?
    Saya pikir Sosiologi memang Ilmu yang mencoba menyelam mempelajari kehidupan yang penuh paradoks. Istilah kerennya mungkin ilmu yang bidangnya All-Categories tapi bisa dipersepsikan Un-Categories…
    Seorang Generalis dalam pengertian mendalami segala prediksi, mungkin itu yang dinamakan Sosiolog…?!?

    Lho…Samin “mengkuliahi” nBASIS..???
    Apa kata dunia..???
    maaf..maaf..anggap saja menceracau..he.he.he.


    ‘nBASIS:
    jika Sikapsamin dengan sudut pandangnya yang selalu akurat sudah ikut serta, kita pun jadi tambah bergairah. Matur sembah nuwun

  3. Usup Supriyadi says:

    wah, kedua mahasiswa itu seperti saya waktu SMA, meski dahulu itu saya masuk ke program ilmu alam, namun sering sekali dan khususnya waktu di tingkat pertama kan ada sosiologinya, jadi sering sekali bertukar pandangan dengan para guru sosiologi, sampai ada yang mengatakan “kamu ini anak sains apa sosial sih?” ha ha ha…

    kalau menurut hemat saya mah sosiologi itu merupakan ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang pergaulan hidup. dan pokok-pokok pikiran sosiologi tidak bisa terlepas dari pemikiran para ahli filsafat yang mengkaji tentang masyarakat, karena memang sosiologi itu cabang ilmu sosial yang berinduk pada ilmu filsafat. salah satu tokoh yang menarik menurut saya itu Durkheim, yang katanya seorang yang taat dalam beragama, tapi tetap sekuler. dan, bapak sosiologi Auguste Comte adalah orang pintar, kritis, dan mampu hidup sederhana tetapi kehidupan sosial ekonominya katanya dianggap kurang berhasil.

    dan sebagaimana yang SikapSamin katakan All-Categories, maka timbullah berbagai sosiologi + “bidang kajian”, dan menurut saya dengan hal tersebut tidak menutup kemungkinan apa yang dikatakan kedua mahasiswa tersebut, bahwa para sosiolog bisa masuk ke dunia jurnalistik, politik, industri, pendidikan, dan lainnya.

    saya lebih menyenangi sosiologi dibandingkan antropologi. baca tulisan nBASIS kali ini mengingatkan saya kepada guru-guru di SMA dulu.

    ‘nBASIS: memang tanpa harus belajar sosiologi setiap orang mendapatkan pengetahuan sosiologis berdasarkan pengalaman empirisnya dan seseorang seperti kang Us bahkan dapat sangat terlatih berfikir sosiologi tanpa harus menjadi mahasiswa sosiologi dan mungkin sekali melebihi itu. komentar kang Us mencitrakan itu.

    Keahlian dalam Ilmu Alam? ya itu tak membatasi tentunya. Lagian ada juga tokoh besar sosiologi yang tadinya sekolah teknik. ha ha

  4. […] sebuah kado harapan disaat serbasejarah menginjak usia dua tahun, harapan seorang bapak pada anak, wejangan dosen pada mahasiswanya dan pertalian bathin  saya dengan nBasis sejak komentar beliau dalam tulisan […]

    ‘nBASIS: Tks Serbasejarah

  5. ria says:

    a. apa masalah sosial yang menonjol pada masyarakat yg kalian amati
    b. mengapa gejala tersebut dikatakan masalah sosial
    c. mengapa masalah tersebut muncul
    d. bagaimana cara menanggulangi nya ?berikan penjelasan
    tolong cepat dijawab iyaaaa gan???????

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: