'nBASIS

Home » ARTIKEL » SIKAP TERHADAP SYAMSUL ARIFIN: SEBELUM SEGALANYA TERLAMBAT

SIKAP TERHADAP SYAMSUL ARIFIN: SEBELUM SEGALANYA TERLAMBAT

AKSES

  • 686,138 KALI

ARSIP

Advertisements

 

Diperkirakan akhirnya kelak Golkar pasti mengutamakan kepentingan partai dan pada waktu yang tepat, mungkin juga setelah vonis, atau bahkan sebelum itu, akan menunjuk pengganti Syamsyul Arifin atau memberi legitimasi perhelatan untuk itu. Jika tidak, maka taruhannya adalah pemilu 2014 yang sudah mulai menularkan hawa panas politik.

AGAKNYA tidak berlebihan jika memperkirakan bahwa akhirnya kelak Golkar akan mengutamakan maslahat terbesar untuk partai dan pada waktu yang tepat, mungkin juga setelah vonis, atau bahkan sebelum itu, akan menunjuk pengganti Syamsyul Arifin atau memberi legitimasi perhelatan untuk itu. Jika tidak, maka taruhannya adalah pemilu 2014 yang sudah mulai menularkan hawa panas politik. Sebelumnya, tahun 2013, Sumut juga akan menghadapi pemilukada. Itu terlalu berat dihadapi tanpa Syamsul Arifin atau tanpa nakhoda yang bermandat penuh. Lagi pula sejak kapan dunia politik tidak mahir memilih di antara dua pilihan sulit: “the singer” atau “the Song”?

Protes terhadap Chaidir Ritonga yang dianggap berbicara seolah tanpa solidaritas saat pelantikan Gatot Pujonugroho menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu di Jakarta beberapa waktu lalu, tampaknya juga akan dapat menjadi hal yang debatable di antara orang-orang dalam yang sekaligus mencerminkan pemikiran apakah akan mengutamakan maslahat Golkar yang amat membutuhkan adaptasi politik atau tetap berduka seiring nasib yang akan menimpa Syamsul Arifin.

Pihak-pihak yang selama ini dapat diidentifikasi atau dianggap sebagai teman politik dan pendukung berat Syamsul Arifin pun terindikasi telah memulai langkah baru dengan antara lain berbicara tentang Wakil Gubernur pendamping Gatot Pujonugroho. Membicarakan Wakil Gubernur dalam masa yang belum punya kepastian seperti ini? Ya, itulah. Indikasinya cuma satu, keniscayaan “hadap hidup baru” (adaptasi) yang merujuk pada kalkulasi kepentingan-kepentingan terbesar ke depan. Itulah pentas politik.

Fatsoen memang perlu. Tetapi jika diperhatikan secara serius tahapan-tahapan persiapan yang diperlukan oleh semua partai untuk menuju pemilu 2014, banyak sekali energi yang harus dikeluarkan mulai dari  keperluan koordinasi untuk persiapan administratif menghadapi veryfikasi partai, penyegaran kader dan infrastruktur partai, dan lain-lain. Pimpinan puncak yang sedang bermasalah dan tak mungkin melakukan langkah apa pun karena dalam status tahanan, tentu amat tidak mendukung.

Ada beberapa pertimbangan yang tampaknya kini sedang digodog oleh pimpinan puncak partai. Tentu saja perlu solidaritas. Tetapi jika kajian (prediksi) atas kemungkinan vonis yang akan diterima Syamsul Arifin atas tuduhan korupsi diperhitungkan akan menyebabkannya menjalani hukuman penjara melampaui masa  atau mendekat saat,  pelaksanaan 2 perhelatan penting (pemilukada Sumut 2013 dan pemilu 2014) tentu eliminasi resiko politik akan didahulukan.

Syamsul Arifin akan terlupakan? Ia juga akan sekaligus kehilangan kesempatan memperpanjang masa jabatan (satu kali lagi, sesuai UU) sebagai incumbent? Jawabannya, itu amat tergantung pada vonis. Jika boleh merujuk kasus Abdillah-Ramli, maka kesempatan untuk mendapatkan kesempatan itu akan hilang sama sekali. Tetapi jelas, kedua kasus itu berbeda.

Siapa yang kelak akan menggantikan posisi Syamsul Arifin? Suara-suara yang menginginkan diadakannya Musyawarah Daerah Luar Biasa (MUSDALUB) sudah bermunculan meski pada akhirnya tampak masih dapat diredam oleh petinggi partai. Wakil Sekjen DPP Partai Golkar Leo Nababan tampaknya lebih ingin menunggu penetapan (inkracht) peradilan sebelum orang menancapkan keinginan untuk mengganti posisi Syamsul Arifin. Tetapi suara-suara pro kontra tetap tidak reda. Amru Daulay, mantan Bupati Madina yang di daerahnya Golkar tercatat mengungguli rival-rivalnya pada pemilu 2009 tampaknya memiliki pandangan yang menurutnya didasarkan pada ketentuan partai. Tetapi Wagirin Arman, kader Golkar yang lain, menolak keinginan itu.

Karir Cemerlang. Syamsul Arifin pernah menjadi anggota legislatif Kabupaten Langkat di bawah asuhan  Golkar. Dari posisi itu karirnya melejit.  Ia pun berhasil menjadi Bupati Kabupaten yang terletak di bagian paling Utara Sumatera Utara yang berbatasan dengan NAD itu. Dua periode ia memimpin di sana, sebelum akhirnya memenangi pemilukada Sumatera Utara pada tahun 2008 saat masih menjabat Bupati.

Dalam pemilukada Sumatera Utara 2008, penerima piagam penghormatan kepemimpinan dari Dekan Fakultas Ekonomi USU ini maju menjadi calon Gubernur atas dukungan koalisi beberapa partai, sedangkan partainya (Golkar) mengajukan  Ali Umri yang berpasangan dengan Maratua Simanjuntak. Tetapi itu tidak menjadi penghalang baginya untuk merebut kedudukan nomor 1 di jajaran Golkar Tingkat I Sumatera Utara melalui sebuah perhelatan yang konon tercatat sebagai salah satu musyawarah tercepat dengan modus aklamasi.

Syamsul Arifin telah menjadi terdakwa untuk tuduhan korupsi APBD ratusan milyar. Karena itu ia pun telah ditahan (di Rumah Tahanan Salemba) sejak beberapa bulan lalu, dan kini sedang menjalani persidangan.

Advertisements

3 Comments

  1. farhan arif says:

    dsadadad

    ‘nBASIS: apa gerangan arti simbol2 ini?

  2. farhan arif says:

    lumayan ccd

    ‘nBASIS: lumayan apanya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: