'nBASIS

Home » ARTIKEL » PERBINCANGAN PENDEK TENTANG SOSIOLOGI POLITIK

PERBINCANGAN PENDEK TENTANG SOSIOLOGI POLITIK

AKSES

  • 538,714 KALI

ARSIP


Terkadang begitu sulit memahamkan dan apalagi membedakan antara satu dan lain perspektif. Mengapa? Ya, mungkin karena kajiannya begitu abstrak.  Salah satu cara untuk lebih mengenali kelima perspektif itu ialah dengan memperhatikan cara pandang masing-masing terhadap isyu-isyu pokok yang menjadi bahasan Sosiologi Politik

ADA LIMA perspektif teoritis yang paling banyak dipelajari dalam cabang ilmu Sosiologi Politik selama ini ialah, pertama, Struktural-Fungsional. Kerap juga dipandang termasuk dalam perspektif  ini teori-teori konsensus,  teori sistem dan teori-teori yang dipengaruhi oleh Talcott Parson.

Kedua, Perspektif Konflik. Di antara tokohnya tersebutlah misalnya Ralf Dahrendorf dan Lewis Coser. Ketiga,  Perspektif Kelas. Pada umumnya akan termasuk dalam perspektif ini semua teori-teori yang dipengaruhi oleh Karl Marx.

Keempat, Perspektif Elitis yang di antara para pentolannya ialah Gautano Mosca, Vilfredo Pareto, Robert Michels, C. Wright Mills, dan Robert  D. Putnam. Kelima, Perspektif  Pluralis  yang diusung oleh tokoh-tokoh seperti Robert Dahl, Suzzane Keller dan lain-lain.

Terkadang begitu sulit memahamkan dan apalagi membedakan antara satu dan lain perspektif. Mengapa? Ya, mungkin karena kajiannya begitu abstrak.  Salah satu cara untuk lebih mengenali kelima perspektif itu ialah dengan memperhatikan cara pandang masing-masing terhadap isyu-isyu pokok yang menjadi bahasan Sosiologi Politik. Perhatikanlah dua isyu penting, yakni (1) masyarakat, (2) negara dipandang berbeda oleh satu dan lain perspektif berikut ini:

Begitulah setiap perspektif itu akan memiliki pandangan dasar yang berbeda setiap kali mengulas konsep-konsep atau isyu-isyu yang menjadi objek bahasannya.

Tetapi setelah memperbandingkan cara pandang masing-masing perspektif terhadap kedua isyu yang diberikan (masyarakat dan negara),  maka tidak mengapa jika ditanya apakah kini benar-benar dapat diresapkan perbedaan masing-masing perspektif itu?

Memang terasa begitu penting meskipun karena keterbatasan dalam ruang perbincangan pendek ini tidak diuraikan esensi dari masing-masing persepektif (Perspektif Teori Struktural-Fungsional, Perspektif Teori Konflik, Perspektif Teori Kelas, Perspektif Teori Elitis, dan Perspektif Teori Pluralis) itu. Banyak literatur yang memberi penjelasan tuntas tentang itu.

Masyarakat. Bagi Anda sendiri apa sesungguhnya yang dimaksud dengan masyarakat itu? Apa pula yang dimaksud Negara? Ha ha. Seperti ujian saja ya. Tetapi itu penting. Sebab dalam kajian Sosiologi Politik hal-hal seperti itu selalu dan kerap muncul sebagai sebuah kebutuhan.

Bagi perspektif teori Kelas, sebagaimana digambarkan dalam tabel di atas,  ”masyarakat” adalah ”arena pertikaian antar-kelas sosial”. Apa benar demikian ya? Anda setuju dengan pendapat itu? Jangan sembarang setuju saja seperti dan seolah-olah dalam koalisi politik. Ha ha ha. Mesti ada dong argumen. Pertanyaan lainnya tentulah dapat diungkapkan demikian (kepada diri sendiri): “Apa perlunya bagi Anda mempelajari Sosiologi Politik?”

Sembilan seri artikel berjudul ”Percakapan Petruk Gareng dan Semar Tentang Demokrasi” pernah dimuat dalam blog ini. Anda bisa menemukannya dan akan sangat membantu terhadap kelancaran perbincangan pendek ini.

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

3 Comments

  1. kopral cepot says:

    Saya slalu bermimpi untuk mendapat kuliah langsung dari bapak

    ‘nBASIS: ‘nBASIS sekarang jadi peserta belajar dari sang pembelajar sejarah si serdadu itu. tutorial jarak jauh

  2. sikapsamin says:

    Sosiologi…sebagai ilmu yang mencoba menyelami(diving/googling) ‘samudera luas’ kehidupan…penuh hal2 abstrak, misteri, paradoksal…rasanya cukup arif jika perbincangan2 mengenai masalah ‘sosiologi politik’ pendek2 saja, namun Bernas.
    Kalau berpanjang-lebar…biasanya tidak terasa terjebak dlm tema ‘Politik(ing) Sosiologi’

    (hihihi…BAGONG menguliahi Dekan FISIP…apa kata dunia?)

    ‘nBASIS: perspektif baru kang SIkapsamin. Kang Sikapsamin yang Dekan Fakultas Studi Kesejagatan. ha ha

  3. sikapsamin says:

    Tidak mau dikalahkan oleh BAGONG.., Samin mencoba membuat perspektif lain (ke-6?), semoga nyambung :

    Negara diibaratkan BAHTERA, sedangkan Politik adalah SISTIM-NAVIGASI…
    Pemerintahan adalah NAHKODA & para ABK

    ‘nBASIS: ah, perspektif ini kan cuma dibuat-buat azzza oleh mereka. Kang Sikapsamin juga bisaa. ha ha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: