'nBASIS

Home » ARTIKEL » TEMUAN RESES ANGGOTA DPRD SUMUT (1)

TEMUAN RESES ANGGOTA DPRD SUMUT (1)

AKSES

  • 512,316 KALI

ARSIP


“….anggota Dewan ada baiknya memahirkan diri dalam pemahaman dan pendekatan data-data kuantitatif serta metodologi yang terkait dengan pengukuran agar tidak terjebak pada subjektivitas yang hanya bermuara pada suara-suara sensasional yang lemah argumentasi”.

Banyak temuan menarik dari reses Anggota DPRDSU bulan Nopember 2011. Jika itu ditindak-lanjuti, tentu perasaan teradvokasi akan semakin kuat di tengah-tengah masyarakat. Meskipun demikian, masih banyak pihak yang menganggap reses itu buang-buang uang. Tulisan ini akan diawali dengan tawaran strategi pelaksanaan reses yang lebih efektif, untuk kemudian dilanjutkan dengan sorotan terhadap isyu-isyu mengemuka di Sumatera Utara.

Sumatera Utara adalah bagian integral dari Indonesia. Oleh karena itu keindonesiaan tidak cukup hanya terjejaki dalam kesan-kesan umum dan ringan, melainkan juga pada agenda keindonesiaan yang menjadi tugas yang diembankan ke daerah. Banyak indikator keindonesiaan yang memang sebaiknya dijadikan sebagai mistar ukur atau pembanding (benchmarking) bagi keindonesiaan ala daerah itu. Tentu saja ketersediaan data, atau tepatnya keterpercayaan terhadap ketersediaan data, begitu menentukan sifatnya.

Mekanisme Reses. Selain evaluasi kinerja pemerintahan daerah berdasarkan pelaksanaan program-program nasional, daerah memiliki kekhususan yang dapat sangat membedakannya satu dengan yang lain. Sumatera Utara misalnya, dengn Perda no. 8 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2009 – 2013,  menempatkan fokus peningkatan kualitas SDM, baik pada tingkat aparatur pemerintahan maupun anggota masyarakat, sebagai agenda penting. Kemudian, beberapa kebijakan yang menjadi prioritas dibatasi pada 9 bidang. Isyu ini bahkan sudah dibreakdown kepada 8 prioritas yang menunjukkan rincian teknis dengan penentuan berbagai indikator.

Kesembilan bidang dimaksud ialah Pertama, elayanan Umum yang masih dapat dibreakdown meliputi perencanaan pembangunan, pemerintahan umum, kepegawaian, statistik, kearsipan, komunikasi dan informatika.  Kedua, ketertiban dan ketenteraman. Ketiga, ekonomi, yang memiliki cakupan yang amat luas. Kedalam bidang ini dimasukkan perhubungan, tenaga kerja, koperasi dan UKM, penanaman modal, pemberdayaan masyarakat dan desa, pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan, energi dan sumber daya mineral, kelautan dan perikanan, perdagangan, perindustrian dan transmigrasi. Keempat, Lingkungan hidup. Kelima, perumahan dan fasilitas umum yang meliputi pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Keenam, kesehatan. Ketujuh, pariwisata dan budaya. Kedelapan, pendidikan. Kesembilan, perlindungan sosial yang meliputi kependudukan dan catatan sipil, pemberdayaan perempuan, keluarga sejahtera dan sosial.

Sekiranya secara komprehensif kesembilan bidang prioritas ini yang dijadikan sebagai rambu-rmbu acuan atau patokan dalam mengklasifikasikan temuan temuan tim reses DPRD Sumatera Utara, manfaatnya tidak saja secara berkelanjutan dapat dimanfaatkan sebagai informasi penting menyertai arena musyrembang lokal maupun provinsi pada masa berikutnya. Lagi pula tatkala Kepala Daerah memberi pertanggung-jawabannya sesuai ketentuan perundaang-undangan, bukankah sistematisasi dan keakuratan serta kekayaan data seperti ini akan sangat membentu? Bukan itu saja, dalam menyusun kebijakan berikut yang dihimpun dalam APBD data-data itu sangat bermanfaat.

Memang tidak kurang manfaatnya setiap anggota DPRD melakukan pertemuan dengan konstituennya dalam kaitan dengan pengisian kegiatan reses. Bahkan lebih dari itu para konstituen di dapem itu mestinya malah dilibatkan untuk melakukan tugas-tugas evaluatif di lapangan. Misalnya membantu mengukur panjang dan lebar jalan yang diperbaiki serta kualitas pengaspalan jalan yang dananya diperoleh dari alokasi APBD Provinsi. Jika pun diterjemahkan sebagai gerakan oposisional yang menghadapkan pemerintah kepada konfrontasi data yang dapat berakibat sanksi hukum, itu sah-sah saja dalam sebuah rivalitas politik. Itu amat sehat menurut ukuran sebuah negara demokrasi.

Karena itu anggota Dewan ada baiknya memahirkan diri dalam pemahaman dan pendekatan data-data kuantitatif serta metodologi yang terkait dengan pengukuran agar tidak terjebak pada subjektivitas yang hanya bermuara pada suara-suara sensasional yang lemah argumentasi. Jika sebuah fraksi dapat menjadikannya sebagai catatan politik strategis, tentulah bersama pimpinan partai politik mereka bisa semakin mempertinggi kemampuan untuk mengawasi jalannya pemerintahan, malah untuk menjatuhkannya jika memenuhi syarat konstitusional. Jangan pernah lupa bahwa media menyediakan jasa penting untuk kerja-kerja politik yang bertujuan mensejahterakan rakyat melalui peran sebagai pilar keempat demokrasi.

Catatan Atas Temuan Tim. Setelah mencermati dokumen laporan 11 tim reses DPRDSU Nopember 2011, beberapa catatan kritis yang diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dapat diberikan. Dalam bidang pelayanan umum, laporan masing-masing tim menunjukkan keajegan permasalahan yang dihadapi, kurang lebih bertumpu pada pola-pola lama yang belum bergeser dari asa memerintah (government) ke melayani (governance). Ini mengindikasikan persepsi diri aparatur pemerintahan yang belum menggembirakan.  Di lain pihak, kondisi ini sekaligus menjelaskan rendahnya pertumbuhan civil society.  Banyak tim memberi catatan serius tentang buruknya pelayanan, bahkan signifikannya  performance mata rantai pemerintahan di dalamnya. Sebutlah misalnya contoh buruknya distribusi pelayanan jamkesnas, raskin dan KUR di kota Medan yang selain tidak merata juga tidak transparan. Kartu Keluarga dikomersilkan oleh petugas, buruknya kualitas air minum dan infrastruktur vital lainnya.

Dalam bidang ketertiban dan keamanan tim mencatat aspirasi masyarakat tentang perlunya penambahan kantor polsek yang menunjukkan bahwa pertumbuhan masyarakat telah diikuti pula oleh pertumbuhan ancaman kriminalitas hingga memerlukan  penanganan yang lebih cepat. Beberapa tim juga menyoroti praktik judi yang semakin meluas di tengah-tengah masyarakat. Tampaknya fenomena ini memiliki pola sendiri.  Bahwa jika penindakan demi penindakan tidak mengurangi bobot permaslahan, maka kemungkinan sekali pengenalan terhadapakar masalah gagal dilakukan. Misalnya, menangkap para opertor judi (orang kecil) di lapangan sudah tidak diperlukan sama sekali, karena sesungguhnya para operator lapangan ini dengan sendirinya pasti berhenti jika para owner  judi serta pendukung jaringannya dilumpuhkan.

Spektrum permasalahan ekonomi daerah pada umumnya berkisar pada rendahnya prakarsa pembentukan iklim kondusif, mulai dari aspek perhubungan, ketenagaa-kerjaan yang tumbuh tanpa skill, fungsionalitas yang belum menggembirakan dari lembaga ekonomi koperasi dan UKM. Penanaman modal selalu terbentur dengan regulasi. Program pemberdayaan masyarakat dan desa selalu salah arah dan salah sasaran. Pertanian, perkebunan dan peternakan dibiarkan merana. Regulasi dalam bidang kehutanan adalah salah satu sisi dari kompleksitas permasalahan hutan di Sumatera Utara. Banyak kelangsungan perusakan hutan merupakan andil dari pemodal yang dibiarkan secara leluasa mengambil keuntungan besar-besaran tanpa memperhitungkan masa depan.

Dalam bidang energi dan sumber daya mineral Sumatera Utara mengalami permasalahan  yang identik dengan Indonesia secara keseluruhan. Tidak ada kejelasan jaminan tentang pandangan nasionalitas dan kedaulatan ekonomi dalam kasus yang merebak di sekitar pertembangan (Madina, Batangtoru, Geothermal Sarulla, Langkat, dan lain-lain). Masalah kelautan dan perikanan adalah dialog klasik antara centre dan pheri-pheri (pemodal versus rakyat). Masalah transmigrasi di 7 lokasi di Sumatera Utara mencuatkan isyu-isyu penyerobotan oleh kalangan pemodal sebagaimana terlihat jelas di lokasi trans Aliaga di Palas dan juga di Tapanuli Tengah.

Temuan Reses Anggota DPRD Sumut (2)

Harian Waspada Medan Kamis 24 Nopember 2011, hlm A6


1 Comment

  1. […] Temuan Reses Anggota DPRD Sumut (1) […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: