'nBASIS

Home » ARTIKEL » BELAJAR MENGAJUKAN PERTANYAAN KRITIS

BELAJAR MENGAJUKAN PERTANYAAN KRITIS

AKSES

  • 512,968 KALI

ARSIP


DI KELAS itu sudah lazim dilakukan perdebatan di antara mereka (mahasiawa) yang jumlahnya hanya 25 orang. Menutup kegiatan akhir semester, diskusinya dirancang untuk mendorong setiap peserta kelas mengajukan pertanyaan-pertanyaan kritis. Catatan ini diambil dari beberapa situasi paling menarik dari diskusi itu. Tidak pula semua pertanyaan dari 25 peserta itu dapat dicatat.

Ahadun. Dengan penuh percaya diri ia senang mendapat giliran pertama yang ditentukan bukan dengan suka rela atau tunjuka, melainkan melalui sebuah game khusus. Dia pun memulai: A.R Desai menyebut sosiologi desa mestinya sebuah kajian sistematik dan ilmiah serta komprehensif tentang organisasi sosial masyarakat pedesaan yang dapat menyangkut struktur, fungsi tendensi tujuan-tujuan pembangunannya dan sekaligus untuk menemukan pilihan-pilihan tepat untuk pembangunannya. Sosiologi Desa adalah cabang baru dalam kajian sosiologi yang berawal pada abad ke 19. Sir Henry Maine, Etton, Stemann, Baden Powel, Slater dan Pallok dapat disebut sebagai tokoh penting di antara para penggerak studi ini. Pada periode 1890-1920 di Amerika tampak menghadapi berbagai macam masalah sosial dan ekonomi yang menjadi daya tarik bagi sejumlah intelektual yang akhirnya mendirikan studi pedesaan sebagai sebuah cabang kajian sosiologi khusus. Ahadun agak lama berfikir dan setelah membolak-balik catatannya, ia pun berusaha meminta penjelasan tentang pertanyaan yang diterimkanya demikian “Menurut Saudara bagaimana kemajuan cabang studi ini di Indonesia?”

Itsnaini. Merasa akan mampu lebih baik dari Ahadun, Itsnaini maju ke depan kelas dan meminta izin penggunaan infokus. Segera setelah menyala,ia pun memaparkan melalui sebuah gambar atau model yang diciptakan sendiri. Jika diterjemahkan model itu kira kira begini: Urbanisasi adalah pergerakan penduduk dari desa menuju kota. Sosiologi kota (urban sociology) adalah cabang sosiologi yang mempelajari kehidupan kota. Thompson Warren berkeyakinan bahwa sebagai proses perpindahan manusia dari desa agraris ke tempat baru yang berkapasitas lebih luas yang kegiatan utamanya berpusat pada pemerintahan, perdagangan, industri dan aneka profesi lainnya.  Saya kira bukan untuk usaha menutupi perasaan kurang puas setelah gilirannya usai, Ahadun pun bertanya: “Menurut pendapat Saudara apakah kajian Sosiologi perkotaan cukup berpengaruh terhadap pembangunan perkortaan yang dilaksanakan pemerintah di Indonesia?”

Atstsalits. Urbanisasi itu adalah sebuah proses ganda sebab ia tidak hanya melibatkan pergerakan dari desa ke kota dan peralihan dari pertanian ke pekerjaan baru, tetapi juga mendasari perubahan dalam sikap, nilai, bahkan mungkin kepercayaan dan pola-pola tindakan (perilaku). Proses urbanisasi berlangsung cepat di seluruh dunia. Fasilitas seperti pendidikan, kesehtan, pekerjaan, fasilitas kesejahteran social adalah alas an-alasan yang masuk akal untuk diraih sebagai alas an untuk perpindahan kekota (urbanisasi).  Itu inti presentase Atstsalis yang disampaikannya agak monoton. Ia sudah membuat catatan yang rapih sebelumnya, dan itulah yang dibacakannya. Arrabi’ langsung tunjuk tangan untuk memulai diskusi. Katanya, “Menurut Saudara mengapa terjadi kemacetan dalam arus transportase di hampir seluruh kota besar di Indonesia, dan apa penyebab Jakarta dianggap tak layak lagi sebagai ibukota Negara hingga perlu dipindahkan? Belum sempat dijawab, serentak ada 3 orang tunjuk tangan dan salah satunya berkata lantang: “Menurut Saudara apa sebetulnya induk persoalan dalam konteks ini? Kita melegitimasi kesenjangan (disparitas), kan?

Proses. Menyenangkan menyaksikan diskusi cair seperti ini, yang terkadang dibumbui tingkat emosional khas anak muda. Mereka sedang berusaha memperkaya diri (tentu bukan korupsi) dengan banyak teori, eksemplaar, metode dan bahkan gaya. Updating informasi yang mereka lakukan cukup menggembirakan. Semoga.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: