'nBASIS

Home » ARTIKEL » MENYIMAK CERAMAH POLITIK

MENYIMAK CERAMAH POLITIK

AKSES

  • 512,716 KALI

ARSIP


RENTETAN ceramah yang disajikan begitu bersemangat oleh aktor-aktor yang silih berganti. Saya duduk di bagian terdepan mendengarkan sebuah “ritus” khusus akhir semester pada sebuah kelas. Semua mahasiswa secara berkelompok melakukan presentase. Sayang saya tidak bisa mengikuti sampai akhir. Beberapa ceramah yang sempat saya dengar dan saya catat, isinya kira-kira begini.

Power. Kekuasaan (power) boleh disebut sebagai kemampuan dari seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi perilaku orang atau kelompok lain. Max Weber sendiri pernah memberi definisi bahwa kekuasaan (power) sebagai kesempatan atau peluang yang tersedia bagi seseorang atau sejumlah orang untuk mengejawantahkan (merealisasikan) keinginan-keinginan mereka dalam bentuk-bentuk aksi komunal termasuk terhadap orang-orang yang menentang mereka.  Kekuasaan adalah sebuah aspek kesaling-hubungan sosial (social relationships). Seseorang atau sekelompok orang sebetulnya tidak menggenggam kekuasaan itu dalam keterasingan atau isolasi dari orang atau kelompok lain. Mereka menggenggamnya dalam hubungan (relation) dengan orang-orang atau kelompok lain.

Wewenang. Dalam sosiologi politik kita memahami bahwa konsep wewenang bermakna pengakuan hak untuk memberi perintah atau mengatur. Ekspresi dalam berbagai lapangan kehidupan seperti  wewenang orang tua, kewenangan tradisional, opini bersifat otoritas, otoritas politik, keabsahan otoritas hukum dan lain-lain menunjukkan bahwa ekspresi wewenang itu dilaksanakan dalam karakteristik dalam sebuah jaringan kerja dan peran yang amat jelas. Semua itu diselenggarakan dalam pola-pola yang mapan dan dikenl luas di tengah masyarakat. Doktrin legitimasi (pengakuan) kalau begitu berkaitan dengan otoritas yang mestinya digunakan sesuai dengan pola-pola yang sudah dikenal dan diterima luas di tengah masyarakat.

Sosialisasi Politik. Sosialisasi politik dapat dinyatakan sebagai suatu proses perluasan ide dan wilayah pengaruh dalam system politik melalui informasi dengan menggunakan symbol-simbol, lembaga dan prosedur serta pemamahan (internalizing) sistem nilai dan idiologi yang mendukung perkuatan system. Ada juga yang menyebut bahwa sosialisasi politik itu adalah akuisisi kebudayaan politik. Proses ini bekerja pada levelindividual sebagaimana halnya pada level komunitas melalui transmisi cultural. Ini diangap bagian terpenting dari fungsi system politik.

Modernisasi Politik. Modernisasi politik kerap dianggap sebagi proses transformasi budaya politik dalam menjawab perubahan sosial dan perubahan fisik yang memang kerap tak dapat dihindari. Menurut Huntington modernisasi politik itu adalah proses multifaset yang melibatkan perubahan dalam semua area pikiran dan kegiatan manusia. Proses modernisasi politik menjadi acuan dalam memandu berbagai kemunculan  masalah-masalah krusial dan tantangan perubahan yang bersumber pada legitimasi dan otoritas.

Catatan Khusus. Mengasyikkan ketika sesama kelompok melakukan debat tentang hal-hal serius, bahkan sampai menyerempet tentang kondisi objektif dalam politik Indonesia kontemporer. Anak-anak muda itu berusaha mengenali dan memetakan kajian. Satu saat tentu mereka akan memiliki kemampuan untuk menjadi tokoh yang penuh otoritas menjelaskan (explanation) dan meramalkan (prediction) secara objektif, mislkan tentang nasib negeri ini dan arah perkembangan tata dunia. Memang mereka sedang berusaha meraih otorits itu dengan proses belajar. Good luck. I love you, all.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: