'nBASIS

Home » ARTIKEL » TRILOGI SUKSES PERSAINGAN PEMILUKADA

TRILOGI SUKSES PERSAINGAN PEMILUKADA

AKSES

  • 512,968 KALI

ARSIP


Anda tak lupa pentingnya image bagi 2 kali kemenangan SBY (pilpres) bukan? Kaum ibu menunjukkan keterpikatannya dengan pemberian suara di TPS. Tetapi semua itu harus dilembagakan menjadi jejaring efektif, dan berapa banyak uang Anda untuk membiayai itu semua.

Pemilukada Sumut akan berlangsung Maret 2013. Waktu yang tersedia untuk mempersiapkan diri sudah sangat pendek. Meski akan menyebabkan eskalasi suhu politik, rakyat tak perlu resah. Agenda 5 tahunan ini hal yang biasa saja. Jangan ikut panik. Ingat saja bahwa kalau tak gaduh malah itu bukan politik.

Jika kesemrawutan proses penentuan calon tetap yang lazim terjadi di KPUD dapat dijadikan rujukan, maka tak ada alasan untuk canggung bagi satu pasangan yang akan maju melalui jalur perseorangan. Ada “adat” yang sudah lazim di sini, sebagaimana juga terjadi pada proses penetapan partai politik peserta pemilu 2009. Proses politik kita masih minus martabat (lack of dignity).

Trilogi Sukses.  Berdasarkan kajian-kajian empiris dan penyesuaian-penyesuaian teori yang berkembang, saya menilai faktor figuritas, networking dan budgeting adalah keniscayaan dalam model suksesi bermetode langsung. Figuritas adalah kombinasi faktor given (takdir) dan faktor achievement (capaian). Bukan permintaan seseorang dilahirkan sebagai anggota etnis tertentu dengan jenis kelamin, warna kulit dan perawakan tertentu pula. Tetapi setiap orang lazim mencapai eskalasi posisi dan status hingga berada pada satu etape dalam being process (proses menjadi) yang masih terus berlangsung.

Networking (jaringan) adalah mata rantai sosial yang menunjukkan pengaruh dan posisi fluktuatif seseorang dan sekaligus locus-nya (tempat) dalam keluasan setting sosial. Partai seyogyanya adalah networking, hanya jika ia tidak mengulah. Bayangkan Anda datang entah dari komunitas mana, akhirnya didukung oleh satu atau gabungan partai yang hal itu hanya mungkin karena Anda membayar mereka. Sadarilah bahwa Anda sama sekali tak memiliki networking yang diperlukan oleh urusan ini melainkan sekadar potensi networking belaka. Lagi pula, bukankah fenomena swing votter ada dimana-mana sepanjang sejarah?

Karena partai kerap mengalami konflik internal yang serius akibat penentuan kandidat yang dianggap konroversial, maka dalam kondisi ini malah sel-sel tertentu dari partai itu adalah musuh Anda.  Networking jangan pula dimaknai dengan fakta banyaknya populasi manusia yang mengenal seseorang figur. Parameternya lain sama sekali.

Budgetting adalah urusan primer yang boleh jadi menjadi segalanya meski banyak orang berbasa-basi hendak mengingkari. Seberapa besar uangmu untuk dikucurkan untuk pemenangan perhelatan politik, itu yang dimaksudkan.

Figur, networking dan budgeting adalah semacam trilogi sukses. Ketiga faktor itu direkomendasikan menjadi rumus paling kuat untuk keseluruhan proses politik dalam pilihan langsung. Tak sekadar packaging and imaging (kemas dan kepesonan), tetapi mengajak, meyakinkan, memikat dan mendeploy (menggerakkan) orang-orang, serta membayar secara eklektif dan memadai (sufficient) setiap proses dan orang, adalah rumus pamungkas dalam pemilihan langsung. Jika harus ditambah agenda sulit lain, sebutlah pengamanan suara berjenjang dan bahkan sampai sengketa di peradilan Mahkamah. Itu semua harus bisa dijawab oleh ketiga faktor tadi: figur, networking dan budgetting.

Geopolitik. Trilogi sukses figur, networking dan budgetting tentu tidak bisa diterapkan tanpa memahami faktor lain seperti geopolitik yang mengharuskan penyesuaian penerapan. Aspek geografis sejak lama diyakini turut membentuk corak politik. Perasaan terdeprivasi secara relatif tentu kuat di wilayah pantai Barat yang sejak zaman kolonial diabaikan ole kebijakan. Begitu pula corak politik daerah agraris yang pasti sangat berbeda dengan warna politik pesisir yang lebih egaliter.

Daerah-daerah dengan tingkat ekonomi yang lebih maju akan berbeda memahami kesusahan dengan orang yang hidup dalam ekonomi lebih sulit. Dengan uang Rp 10.000 saja mungkin Anda bisa menggerakkan seorang anak muda berkampanye seharian di daerah minus, yang hal itu tentu akan dianggap sebuah penghinaan besar di daerah pertanian makmur seperti Karo yang untuk mengerjakan ladangnya sendiri mereka terbiasa menggaji tenaga kerja dari luar daerahnya.

Penutup. Anda tak lupa pentingnya image bagi 2 kali kemenangan SBY (pilpres) bukan? Kaum ibu menunjukkan keterpikatannya dengan pemberian suara di TPS. Tetapi semua itu harus dilembagakan menjadi jejaring efektif, dan berapa banyak uang Anda untuk membiayai itu semua. Anda sudah harus menghitung berapa besar sumberdaya untuk setiap Kabupaten/Kota dengan menggunakan basis perhitungan jumlah pemilih.

Dengan melihat signifikansi figuritas, networking dan begitu pentingnya aspek budgetting, apakah kini Anda sudah mendapatkan gambaran sesosok calon gubernur untuk provinsi kita yang terpuruk ini?

Shohibul Anshor Siregar. Dosen Sosiologi Politik FISIP UMSU. Koordinator Umum ‘nBASIS. Naskah ini pertamakali dipublis Harian Waspada, Kamis 16 Februari 2012 hlm B5


1 Comment

  1. […] Trilogi Sukses Persaingan Pemilukada […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: