'nBASIS

Home » ARTIKEL » PAPARAN TANPA JUDUL: SIPIROK IBUKOTA TAPANULI SELATAN

PAPARAN TANPA JUDUL: SIPIROK IBUKOTA TAPANULI SELATAN

AKSES

  • 538,914 KALI

ARSIP


IKAPSI mengundang saya untuk berbicara pada sebuah pertemuan yang dihadiri oleh tokoh-tokoh masyarakat Sipirok Sabtu 26 Mei 2012 di Medan. Hadir dalam pertemuan itu antara lain MP Siregar, M.Abduh Pane, Yunan Siregar, Faisal Reza Pardede, Zubeir Siregar, utusan DPP IKAPSI Muchlis Simatupang, para mahasiswa dan lain-lain yang saya kenal dan yang belum saya kenal secara dekat. Naskah ini adalah paparan yang saya sampaikan dalam bentuk powerpoint dengan penambahan sedikit catatan pada bagian akhir.

MEMANG ADA SEBUAH KECAMATAN DI TAPSEL YANG SAMA DENGAN NAMA IBUKOTA YANG DITUNJUK PASCA PEMEKARAN. ITUKAH ALASAN UNTUK MENGINTERPRETASI IBUKOTA TAPSEL BUKAN KOTA SIPIROK?

FAKTA

  • Orang Sipirok orang baik-baik. Unjuk rasa damai dilakukan setelah melewati sejumlah dialog yang amat berbudaya.
  • Sama dengan pendahulunya, Syahrul ingin membangun kantor Bupati dan sarana/prasarana lainnya di atas lahan seluas 271,10 hektar di luar Sipirok, dan untuk itu telah berhasil ”mengantongi” SK Menhut No 244/Menhut-II/2011.
  • Secara eksplisit SK ini menunjuk kawasan hutan produksi di Kecamatan Sipirok, bukan kota Sipirok, sebagai lokasi kantor Bupati Tapsel. Silakan menebak mengapa sampai terjadi input Bupati memposisikan Menhut sebagai pelanggar UU (No 37 dan No 38 tahun 2007). Dengan sendirinya Sk Menhut ini mestinya batal demi hukum.
  • Pernah dimunculkan opini yang menempatkan masyarakat Sipirok ”berhadap-hadapan” dengan masyarakat Tapsel lainnya. Strategi bipolar and segmentary process (politik belah bambu) ini mengesankan seolah-olah masyarakat Sipirok telah menghalang-halangi rencana pembangunan dan merugikan masyarakat Tapsel lainnya. Ini amat berbahaya dan seyogyanya Syahrul wajib melihatnya sebagai potensi konflik serius.
  • Ada kisah yang mirip saat Gubernur Kaharuddin Nasution (Kaharuddin) membangun kantor baru Gubsu di Wilayah Deliserdang dan meresmikannya pada akhir masa jabatannya. Gubenur yang menggantikannya Raja Inal Siregar tidak mau memakai bangunan baru itu, malah membangun kantor di lahan yang sekarang yang kebetulan digambar oleh Wakil Bupati Tapsel Rapolo.
  • Para Gubenur setelah Raja Inal Siregar pun tidak pernah menganggap bangunan Kaharuddin sebagai kantor Gubsu (Rizal Nurdin, Rudolf M Pardede, Syamsul Arifin, dan begitu juga Plt Gatot Pujonugroho). Bisa saja hal ini kelak benar-benar terjadi di Tapsel.
  • Indra Muda Hutasuhut, Sekum Ikatan Keluarga Alumni Pelajar Sipirok (IKAPSI) Sumut secara tegas mengungkapkan bahwa jika saja Syahrul dengan berbagai dalih tetap tidak menginginkan Sipirok sebagai ibukota Tapsel, sebagaimana halnya Ongku, maka kemungkinan untuk mewujudkan kemauan imperatif UU No 37 dan No 38 Tahun 2007 hanyalah setelah terpilih Bupati pengganti Syahrul (2015-2020). Ini sebuah ungkapan kekecewaan. Mestinya diterjemahkan tak ubahnya ”genderang perang” yang hanya bisa terungkap dalam keadaan tak normal.

SIPIROK IBUKOTA TAPSEL TIDAK MULTI TAFSIR 

  • Orang yang menginginkan ibukota Tapsel itu di Sipirok adalah pihak yang tahu dan mendukung kemauan UU no 37 dan 38 Tahun 2007.
  • Penegasan apa yang ditemukan pada kedua UU itu? Keduanya secara jelas menunjuk Sipirok sebagai ibukota Tapsel, bukan Kecamatan Sipirok. Bahwa sebuah kota akan berkembang sudahlah pasti. Silakan berkreasi untuk merancang masa depan itu dengan benar.
  • UU No 37 dan 38 Tahun 2007 memberi redaksi yang tak berbeda sama sekali tentang Sipirok sebagai ibukota Tapsel dan paling lama 18 (delapan belas) bulan harus terealisasi.
  • Jika harus terealisasi dalam jangka waktu sesingkat itu tentulah yang dimaksud oleh kedua UU itu bukan sebuah hutan yang tak memiliki bangunan apa pun, melainkan Sipirok yang dalam julukan lain biasa disebut Pasar Sipirok atau Sipirok Godang. Terbukti Tapsel tidak punya dana untuk itu, kecuali mengharap kucuran dari atas.
  • Ibukota untuk kedua Kabupaten pemekaran dari Tapsel (Paluta dan Palas) masing-masing disebut secara eksplisit nama Gunung Tua dan Sibuhuan. Tentu karena dikehendaki secara sadar, pada pasal 7 penjelasan UU No 37 Tahun 2007 dipertegas bahwa “Yang dimaksud dengan Gunung Tua sebagai ibukota Paluta berada di Kecamatan Padang Bolak”. Orang tidak memerlukan debat untuk ini.
  • Pada bagian Keempat tentang Ibukota, UU Pembentukan Kabupaten Nias Utara di Provinsi Sumatera Utara (No 45 Tahun 2008), pada Pasal 7 secara eksplisit menyebut Ibukota Kabupaten Nias Utara berkedudukan di Kecamatan Lotu.
  • Hal yang sama terjadi di Provinsi Sumsel saat pemekaran Kabupaten Empang Lawang. Disebutkan Ibu kota Kabupaten Empang Lawang berkedudukan di Tebing Tinggi yang berada di Kecamatan Tebing Tinggi.
  • Jika undang-undang No 37 dan 38 Tahun 2007 menghendaki Ibukota Tapsel itu di Kecamatan Sipirok, maka ia akan berbicara tegas sebagaimana untuk penujukan ibukota yang lain.

BUPATI TIDAK CUMA MELAWAN HUKUM 

  • Secara gradatif dialog sampai unjuk rasa damai (di Tapsel maupun di Jakarta) yang pernah dilakukan tidak menemukan titik temu. Upaya apa lagi yang harus dilakukan?
  • Sulit juga memahami mengapa surat resmi Ketua DPRDSU, Gubsu, dan 4 anggota DPD-RI dari dapil Sumut yang meminta Sipirok sebagai ibukota Tapsel segera direalisasi dianggap ”angin lalu” saja di Tapsel. Bupati Tidak cuma melawan UU.
  • Semua masih ingat bahwa salah satu janji kampanye Syahrul adalah memindahkan ibukota Tapsel ke Sipirok sesuai UU 37 dan 38 Tahun 2007

PELUANG MELAKUKAN PRESSURE POLITIK 

  • Berapa banyak keluarga kita (Sipirok) di kota Padangsidempuan? Kita punya peluang untuk memobilisasi mereka untuk memilih pasangan yang bersedia menandatangani Surat Perjanjian Bersedia mengusir Pemkab Tapsel paling lambat 3 bulan setelah dilantik;
  • Saya tidak tahu apakah pressure seperti ini bisa digunakan untuk perhelatan lain, misalnya pemilukada Sumut 2013.
  • Menjelang Pemilu 2014 pressure yang sama juga dapat digunakan untuk rekrutmen anggota DPRD Kabupaten Tapsel Dapil “hitaan”.

TINDAK LANJUT PERTEMUAN

  1. Gerakan moral yang konstitusional tetap dijalankan.
  2. Menggencarkan sosialisasi baik di grass root maupun ke semua level kelembagaan pemerintah dan swasta.
  3. Mempressure DPRD Sumatera Utara agar membentuk Pansus Sipirok Ibukota Tapsel.
  4. Mempressure DPR-RI meminta pertanggungjawaban mereka tentang pengabaian mereka terhadap tidak diindahkannya UU (37 dan 38 tahun 2007).
  5. Mendesak Kemendagri untuk memaksa Pemkab Tapsel segera pindah ke Sipirok.
  6. Mendesak Presiden RI untuk hal yang sama (butir 4 dan 5).

Shohibul Anshor Siregar

Advertisements

4 Comments

  1. napit says:

    Kayak nya, perwujutan akan itu akan semakin bias. Mengingat lokasi yang sekarang ini sangat dekat dengan tangjung rompa, kampungnya syahrul. Mungkin mereka akan mati matian melaksanakan itu, dan kemudian membangun yayasan yayasan keluarganya kearah sana. Bukan kah para pemimpin kita semuanya masih berjiwa KAMPUNGAN ?. Coba kita mampaatkan semua kekuatan, tidak lagi menggunakan cara cara damai. Penghianat tak perlu dikasih hati. Gerakkan juga warga yang tinggal di sekitar lahan tukar guling pertapakan nya, bantu mereka mendapatkan hak hak mereka yang telah tergadai atas nama pemerintah. Bentuk juga tim untuk mengaudit penghasilan yang telah didapat dari penjualan hasil tebangan kayu nya. Pokok nya tabuh lah gendrang perang sekeras keras nya. DPR D, DPR. DPD, yang tidak mengsegerakan pelak sanaan UU tersebut umumkan secara terbuka nama nama nya agar tak dipilih lagi. Memaksa sahrul mundur juga perlu dipertimbangkan, demi epektif nya perjuangan. Tapi waspadalah terhadap musuh dalam selimut, sahrul punya keluarga yang mengelola uang banyak di BPD SU yg kemungkinan besar punya pengaruh terhadap itu.

    ‘nBASIS:terimakasih atas masukannya

  2. irwansyah says:

    Harusnya masyarakat Sipirok umumnya dan tapsel khususnya Sadar akan pentingnya memilih pemimpin yang benar-benar membangun bila terpilih. cuma sedikit yg harus dilihat untuk memilih pemimpin, lihatlah dan maknakan arti dari fisi dan misi kandidat. dalam pilkada 2005 dan 2010 hanya ada satu kandidat yg benar-benar berkampanye memaparkan misi dan fisinya yang lain cuma datang dan bagi-bagi duit. yg ahehnya yg cuma datang dan bagi-bagi duit, itulah yg diinginkan masyarakat tapsel dalam dua periode pilkada langsung di tapsel. ironis memang dalam pilkada 2010 kemarein ada kandidat dari calon independent yg bergerilya memaparkan dan membagikan Misi dan Fisinya dalam sosialisasi maupun Kampanye malah tidak dipilih masyarakat dengan alasan tidak ada “Ingot-Ingotnya” ( Uangnya ). Jadi dalam hal Pembangunan Kantor Bupati, Masyarakat Sipirok Jangan bermimpi untuk dibangun di Ibukota Tapsel yang bernama Sipirok, Sipirok hanyalah komoditi yg dengan mudah dimanfaatkan oleh calon-calon pemimpin dalam pilkada dengan berjaji akan membangun Kantor Bupati di Sipirok. Saya yakin kantor Bupati tidak akan berdiri di Sipirok. Ini menjadi pelajaran yg berharga buat Masyarakat Sipirok Umumnya dan Masyarakat Tapsel Khususnya. Yang namanya Team Sukses hanyalah mencari keuntungan lain dari itu tidak ada yg dibenaknya. Team sukses yg berada di ring satu yg dapat menikmati apa bila yg diusungnya berhasil yg lainya akan terlempar dengan sendirinya. bahkan yg berada di ring dua dan tiga tergolong barisan sakit hati bila terlempar dari keberhasilan. Dan Masyarakat tergolong barisan yang tertipu.

    ‘nBASIS: terimakasih atas masukannya

  3. ijin ya, dikutip tuk tabloid pusukBuhit dan golkar mendukung chairuman, tks

    ‘nBASIS: silakan senior

  4. […] perlu saya kemukakan bahwa memang pada pertemuan shilaturrahim untuk Syawal dua tahun lalu saya mencetuskan gagasan seleksi dan membantu figur terpercaya untuk […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: