'nBASIS

Home » ARTIKEL » Politik dan Adat: TATEA BULAN

Politik dan Adat: TATEA BULAN

AKSES

  • 538,914 KALI

ARSIP


Gus Irawan untuk sementara berpacu lebih cepat dan berhasil memperoleh predikat Anak Na Dipalojo Jala Olo Dipajolo oleh klen besarnya kumpulan marga dalam gugus Tatea Bulan. Sesuai perkembangan peta politik Pemilukada Sumut, kini bermunculan tokoh-tokoh kaliber lainnya. Jika di hadapan Tatea Bulan kini paling tidak sudah ada Benny Pasaribu dan Chairuman Harahap, kira-kira bagaimana sikap terbaru mereka? Baik Benny Pasaribu maupun Chairuman Harahap bukanlah nama baru bagi kelompok Tatea Bulan di Sumatera Utara dan Indonesia.
Sebuah akun facebook menurunkan sebuah posting yang agak panjang, bunyinya begini:

Parsadaan Pomparan Guru Tatea Bulan Toba Samosir dukung serta “berangkatkan” H Gus Irawan Pasaribu untuk menjadi Gubernur Sumatera Utara pada pesta Demokrasi yang akan berlangsung 2013 yang akan datang. Parsadaan Pomparan Guru Tatea Bulan Toba Samosir dukung serta “berangkatkan” H Gus Irawan Pasaribu untuk menjadi Gubernur Sumatera Utara pada pesta Demokrasi yang akan berlangsung 2013 yang akan datang.

Dukungan serta restu Parsadaan Pomparan Guru Tatea Bulan Tobasa untuk “anak nadipajolo, jala olo dipajolo” tersebut ditandai dengan pemakaian seperangkat pakaian adat serta “bulang-bulang” pada Pesta Bona Taon Parsadaan Guru Tatean Bulan Toba Samosir, Minggu (18/3) di Lapangan Sisingamanagaraja XII Balige Tobasa.

Acara “Bulangbulang” yang dilakukan orangtua serta tokoh dari Pomparan Guru Tatea Bulan dihadiri kurang lebih 2500 orang pomparan Guru Tatea Bulan seperti laporan Ketua Panitia Pesta Bona Taon Parsadaan Pomparan Guru Tatea Bulan Tobasa Ir Darlin Sagala MSc. Pesta Bona Taon ini juga dihadiri Parsadaan Pomparan Gurru Tatea Bulan Kabupaten Tapanuli Utara, Samosir, Humbanghasundutan, Siantar /Simalungun, Tapteng/Sibolga, Paluta, Palas, Dairi, serta Jakarta. Hadiri juga Pengurus Lembaga Ompu Guru Tatea Bulan Indonesia (LOgtabi) yang berpusat di Siantar Simalungun.Gus Irawan Pasaribu dibulang-bulangi tokoh Pomparan Guru Tatea Bulan Toba Samosir pada pesta bona taon Parsadaan tersebut di Lapangan Sisingamangarja XII Balige, Minggu (18/3)Dari jajaran Pemerintah, ada Bupati Toba Samosir Pandapotan Kasmin Simanjuntak, Wakil Bupati Tobasa Liberty Pasaribu SH MSi, Ketua DPRD Tobasa Sahat Panjaitan, Kajari Balige Timbul Pasaribu SH, Bupati Tapsel sekaligus abang kandung Direktur Bank Sumut H Gus Irawan Pasaribu Syahrul Pasaribu, Wakil Bupati Tapteng Sukran Tanjung SE, Panusunan Pasaribu mantan Bupati Tapteng, Ketua PN Medan Erwin Mangatas Malau dll.

Pria yang akrab disapa Gus Irawan usai dibulang bulang kepada ribuan warga keturunan Guru Tatea Bulan yang hadir dari hampir seluruh Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara menyampaikan rasa terimakasihnya. “Bulang bulang ini menjadi motivasi buat saya pada pengabdian dimasa yang akan datang,” kata Gus. Gus mengaku sejak kecil sudah diajarkan adat budaya dan ibadat oleh ayahnya, menurut dia adat dan ibadat adalah selalu sejalan.

Momen syukuran serta dukungan yang diberikan dengan pemberian seperangkat pakaian adapt batak serta bulang-bulang ini dijadikan Gus sebagai dorongan semangat untuk ikut pada pesta besar yang akan datang di Provinsi Sumatera Utara.Tidak lupa pria yang selama ini mengabdikan dirinya sebagai Direktut Utama PT Bank Sumut ini mengutip sebuah nats yang tertulis dalam 1 Korintus 1 ayat 10 b “bersatulah kamu sekalian jangan bercerai berai”.

Diminta agar keturunan Guru Tatea Bulan khususnya, masyarakat Batak umumnya juga bisa bersatu padu seperti bahasa batak satahi saoloan.

Demikian halnya dengan Yakobus 2 ayat 26 juga tertulis bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Sehingga doa yang telah dipanjatkan kepada Tuhan perlu diimplikasikan melalui perbuatan nyata. “Keturunan Guru Tatea Bulan kalau sudah sepakat ikut perhelatan Demokrasi Provinsi Sumatera Utara agar sama-sama berbuat,” ujarnya.

Parlin Parasibu salah seorang tokoh dari Keturunan Guru Tatea Bulan yang berada di Medan mengajak seluruh Pomparan Guru tatean Bulan untuk mendukung program Pemerintah Toba Samosir. Demikian halnya dalam hal adanya salah satu dari Keturunan Guru Tatean Bulan yang ingin menjadi pemimpin di Sumatera Utara, untuk bersama-sama kita bersatu padu mendukung untuk memajukannya sebagai “anak na dipajolo,jala olo dipajolo”.

“Mari kita jadikan momen Gus Irawan jadi pemersatu bagi keturunan Guru Tatea Bulan boru, bere dan ibebere,” kata Parlin.Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak mengatakan sangat merespon acara Bona Taon tersebut. Mengingat Wakilnya adalah salah seorang Keturunan Guru Tatea Bulan, Kasmin mengatakan masih berkomitmen dan minta agar tidak ada yang menginginkan terjadi perpecahan diantara mereka.

Ketua Keturunan Guru Tatea Bulan Tobasa Ruddin Pasaribu mengatakan bahwa keturunan Guru Tatea Bulan juga masih komitmen mendukung kepemimpinan pasangan Bupati Tobasa Pandapotan Kasmin Simanjuntak dan Wakil Bupati Tobasa Liberty Pasaribu kedepan.Pesta Bona Taon ini sendiri, dimulai dengan cara kebaktian singkat serta diisi dengan hiburan yang masing-masing dihibur Gomparan Guru Tatea Bulan, Silitonga Sister yang kesemuanya diiringi oleh Binter Jaya Musik Entertaint yang dipimpin oleh Peris Hutagaol ST.

Pro dan Kontra. Puluhan orang ditautkan ke posting ini.  Hingga posting ini ditulis, 18 orang memberi jempol dan beberapa orang memberi komentar. Dari nada komentar itu terlihat sedikit pro dan kontra. Perhatikan misalnya:

 Musa Pasaribu Horas …………………….Amang !!

!Mudin Pasaribu horas kedan….

Imam Marzuki mantap

Tantom Pasaribu Aha muse do H Gus Irawan Pasaribu on? H = Haji manang H = Horas? unang jo singkat2 hamu, asa niparsiajaran boha profilna. Dang boi alani marga dasar mamillit pamaretta.

Aldi Wongso horas..

Khalik Sinaga Olo botuldo na nidokmi lae . AI so na mamillit pangurus marga hita…

Anak Na Dipajolo, Jala Olo Dipajolo. Gus Irawan memang sudah berkampanye jauh di depan yang lain. Ia saling berlomba dengan Plt Gubsu Gatot Pujonugroho. Saat Gus Irawan dinobatkan sebagai Anak Na Dipajolo Jala Olo Dipajolo (ANDJOD), peta politik pemilukada Sumut memang  belum terlihat jelas. Belakangan sudah muncul nama-nama baru yang menurut hitungan-hitungan adat dan pertimbangan lainnya, bisa tak sejalan dengan peristiwa penobatan Gus Irawan sebagai ANDJOD. Kini setidaknya sudah muncul di lapangan Benny Pasaribu selain Chairuman Harahap yang keduanya adalah juga anggota kekerabatan Borbor Morsada (klen besar marga yang menyatukan mereka).

Siapakah the real ANDJOD kini?

Advertisements

4 Comments

  1. Ayubhendri says:

    Mantaplah …
    Semakin banyak cagub sumut …
    Semakin meriah oi

    ‘nBASIS: pada gilirannya nanti akan tereliminasi sekian persen, ketika pendaftaran sebagai calon tetp di KPUD

  2. lian says:

    Mudah-mudahan setelah menjadi gubernur, Sumut lebih baik :

    ‘nBASIS: solidaritas semacam ini seharusnya tak cuma terbatas untuk pemenangan kandidat, tetapi juga dalam pengawasan agar kandidat yang didukung tidak bekerja tak sesuai harapan.

  3. Roland Manalsal says:

    Menurut pendapat saya, Punguan Tatea Bulan bukan hanya milik mereka. Siapa saja dari pomparan Tatea Bulan yang mau dipajolo, silakan membuatnya tetapi dengan tata musyawarah dan mufakat. Kita harus mengerti apa arti dari bulang-bulangan. Jangan humahojor gabe boi singgalak, molo humalaput malala indahan jolo adong do partaina namangusung ibana – gus irawan,benny pasaribu, chairuman harahap,- baru pe asa di bulang-bulangi! Ini saran dari saya. Horas!

    ‘nBASIS: mungkin pendapat serupa difahami secara meluas. tetapi namanya usaha, kandidat pastilah memperoleh political benefit. soal dukungan riil, siapa yang bisa memastikan ya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: