'nBASIS

Home » ARTIKEL » BIAYA PEMILUKADA SUMUT 2013

BIAYA PEMILUKADA SUMUT 2013

AKSES

  • 564,592 KALI

ARSIP


demokrasi yang berkembang di Indonesia kan demokrasi wayang yang disetir oleh dalang yang di antaranya tak kecil peran pengusaha hitam? demokrasi ini memang milik mereka

Pagi ini seorang wartawan bertanya serius tentang dana Pemilukada Sumut 2013.  Maka terjadilah dialog berikut:

Dia: Assalamu alaikum. Bang, berapa dana yng harus dikeluarkan cagubsu untuk pilgubsu?

Saya: Susah menghitung ya. Tetapi begini. Bagi incumbent atau orang yang dapat memanfaatkan jabatannya untuk kampanye seperti Gatot Pujo Nugroho dan Gus Irawan, tentulah mereka lebih beruntung dalam dua tanda kutip. Mereka sudah memanfaatkan jabatan untuk kampanye yang jika dihitung, belanja bagi seseorang calon biasa, progress seperti itu bisa disetarakan dengan biaya kurang lebih seratusan milyar. Maksud saya, untuk kegiatan yg menggunakan jabatan kedua orang ini mungkin sudah menghabiskan ratusan milyar.

Mari kita hitung biaya normal

  1. Biaya persiapan utuk formasi awal membentuk opini awal dan hal-hal terkait dengan itu, termasuk membayar media, pertemuan awal dengan berbagai komunitas, itu bisa ratusan juta.
  2. Biaya tim kecil yg menjadi ring satu, itu ratusan juta.
  3. Biaya untuk mengaproach partai, ratusan juta
  4. Biaya untuk “membeli” ticket atau dukungan resmi partai politik berkisar antara 5 sampai puluhan milyar. Jika ia orang bodoh yang maju dari jalur perseorangan tetapi dengan kualitas tim yang cuma mampu membayar foto copy KTP atau memanipulasinya, biaya paling kecil mencapai 20 milyar.
  5. Biaya kampanye resmi, ratusan milyar. Memang dalam laporan resmi kelak tidak akan sebesar ini.
  6. Biaya saksi puluhan milyar.
  7. Biaya persiapan untuk berkelahi di Mahkamah Konstitusi, puluhan milyar.
Dia: Kalau begitu bisa mencapai 500-an milyar?
Saya: Idealnya memang harus 500-an milyar. Apa boleh buat, semua kandidat pasti sudah berfikir membayar pemilih karena zaman sudah berubah ke politik transaksional.Dia: Apakah uang yang berasal dari pengusaha hitam berperan di sini?

Saya: Ya. Sesungguhnya demokrasi yang berkembang di Indonesia kan demokrasi wayang yang disetir oleh dalang yang di antaranya tak kecil peran pengusaha hitam? Demokrasi ini memang milik mereka.

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: