'nBASIS

Home » ARTIKEL » SURVEI DI NEGARA KURANG MAKAN

SURVEI DI NEGARA KURANG MAKAN

AKSES

  • 512,316 KALI

ARSIP


Survei dapat ternoda oleh ulah orang-orang yang berkeinginan memanfaatkannya hanya untuk kepentingan yang kurang bertanggungjawab. Padahal tidak begitu wacana apalagi urgensi survei

Cukup banyaklah pertanyaan orang kepada saya tentang hasil survei yang dipublikasi melalui media. Tetapi kali ini perbincangannya lain, saat seorang jurnalis bertanya:

Jurnalis: Selamat malam, pak. Apa kabar?

Saya: Selamat malam. Kabar baik. Apa yang akan kita bincangkan malam ini?
Jurnalis: Iya, pak. Menurut survei si Anu menduduki posisi tertinggi dalam rivalitas menuju Sumut 1. Bagaimana pendapat Bapak?

Saya: Ya, berita tentang itu sudah saya baca. Pernah membaca hasil survei si Anu dan si Anu yang juga dipublikasikan di media?

Jurnalis: Itulah, pak. Saya bingung, survei mana yang betul?

Saya: Sebetulnya ada kewajiban lembaga survei memberi tahu metode yang digunakan. Misalnya tentang cara pengumpulan data. Cara penarikan sample dan angka kesalahannya, tingkat kepercayaan, rumusan pertanyaan, dan lain sebagainya. Dengan begitu orang faham seberapa akurat dan seberapa objektif survei itu. Tetapi masalah metode sebetulnya bisa dipelajari dan sama sekali bukan dominasi lembaga survei tertentu. Hal yang menjadi masalah besar ialah integritas orang-orang pelaku survei itu.

Jurnalis: Jadi, bagaimana pendapat Bapak tentang hasil survei yang dipublikasi oleh lembaga Anu itu.

Saya: Tentu saya tidak bisa mengomentari kecuali mereka memberi tahu metodenya.

Jurnalis: Jadi, bagaimana sebaiknya, pak?

Saya: Jujur saja. Ya, pelaku survei itu jujur saja. Survei itu bukan mainan apalagi bentuk kejahatan berbalut gincu akademis untuk mendapatkan uang. Survei itu harus dilandasi nilai moral.

Jurnalis: Sebetulnya sih apa urgensi survei ini, pak?

Saya: Jadi kalau survei adanya hanya untuk pemilu, sebetulnya kelihatan kesadaran yang masih rendah dari masyarakat terutama para petinggi politik. Padahal, setiap kebijakan yang terkait dengan nasib rakyat sangat memerlukan survei agar benar-benar tepat sasaran dan sesuai aspirasi rakyat. Jika hanya untuk pemilu, kita pun merasa muatan politiknya lebih utama.

Survei politik itu perlu, tetapi harus dengan moral politik survei yang tinggi. Jangan sampai, ini satu contoh, lain yang ada dalam daftar pemilih tetap, lain yang disurvei dan lain pula orang yang datang ke TPS. Sudah begitu buruk kondisinya, lembaga survei pun masih ngotot mengatakan hasil surveinya akurat.

Pernahkah Anda mendengar figur Gubernur survei? Ia boleh disebut menjadi wakil untuk gambaran tipe elit dari “negara kurang makan”. ha ha


2 Comments

  1. Blog yang keren dan bagus sob🙂
    Terus posting artikel2nya sob, ane tunggu posting selajutnya ya🙂
    Kunjungi juga nih toko online ane di http://kedaishop.com barangnya

    keren-keren dan harganya juga murah-murah🙂
    Ditunggu kunjungannya sob😀

  2. […] Survei di Negara Kurang Makan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: