'nBASIS

Home » ARTIKEL » Marah Halim Cup: EVENT INTERNASIONAL YANG HILANG SEIRING DEGRADASI

Marah Halim Cup: EVENT INTERNASIONAL YANG HILANG SEIRING DEGRADASI

AKSES

  • 512,968 KALI

ARSIP


“Orang Medan itu “gila bola”. Bagi mereka, biar cabang olah raga lainnya kalah, asal jangan kalah main bola”. [Marah Halim Harahap (1985), Gubsu 1967-1978]

Ungkapan di atas disampaikan oleh Marah Halim Harahap kepada Wartawan TEMPO yang mewawancarainya tahun 1985, saat akan dilangsungkannya perhelatan tahunan sepakbola mendunia Marah Halim Cup (MHC). Saat itu sudah 7 tahun ia pensiun dari jabatannya sebagai gubernur Sumut (1967-1978). Ia memang orang yang patut dikenang. Saiful Harry, seorang pemberi komentar pada akun FB saya menuliskan kata hatinya begini:

nggak ada lg org spt marah halim, kelebihannya disalahgunakan oleh org org tertentu, kini kenangan manis itu di sandiingkan dgn walikota saat itu Soerkani maka jadilah Sumatera Utara yg dikagumi di seluruh indonesia, sekarang masihkah ada pasangan seperti itu.

Tanggal 20 April 1985, Majalah TEMPO menurunkan ulasan seputar sepakbola tahunan Marah Halim Cup yang ke 14. Banyak yang perlu diketahui tentang event ini, di antaranya:

  • Marah Halim Harahap, pencetus event ini, adalah Gubernur Sumut (1967-1978). Kini beliau masih hidup pada usia 90-an tahun, dan menurut berbagai sumber hingga kini bermukim di Medan, sekitar wilayah Simpanglimun.
  • Kepada Wartawan TEMPO saat diwawancarai menjelang event ke 14 kali tahun 1985, Marah Halim berucap: “Saya punya ide dan menciptakan wadah saja, selanjutnya sudah tak turut campur lagi. Saya tak pernah minta-minta agar nama saya dipakai terus, tapi sayang sekah kalau wadah yang sudah ada ini tak diteruskan”.
  • Sejak 1974 Marah Halim Cup terdaftar di agenda FIFA. Kerap mengalami kesulitan soal pembiayaan, antara lain karena panitia terus-terusan merugi. Ketua Umum PSSI Kardono dan Gubernur Sumut Kaharuddin Nasution, waktu itu selalu mendorong agar turnamen tetap berlangsung. Sebagai contoh untuk melaksanakan event diperlukan biayanya Rp 158 juta, sedangkan sumbangan sponsor cuma Rp 31 juta. 
  • Meski prihatin, Marah Halim tak dapat berbuat banyak kecuali berharap jangan sampai turnamen itu berantakan. Namun sayang, harapan itu kandas. Marah Halim Cup telah tutup usia. Marah Halim Harahap tahu bahwa orang Medan itu gila bola. Katanya begini: “Bagi mereka, biar cabang olah raga lainnya kalah, asal jangan kalah main bola”. 
  • Marah Halim Harahap tercatat menyediakan piala setinggi 1,5 m dipalut 6 kg emas yang dipesan dari London dengan harga (ketika itu, 1972, sekitar Rp 6 juta). Tahun berikutnya, untuk menyambut tim luar negeri, Stadion Teladan, Medan, tempat turnamen berlangsung, dipermak lagi dengan melengkapi lampu yang memungkinkan pertandingan berlangsung malam hari. 
  • Setelah Marah Halim Harahap digantikan E.W.P. Tambunan sebagai gubernur, pamor Marah Halim Cup tercatat mulai melorot. Ada berbagai kericuhan yang tidak dapat ditanggulangi. Ada dugaan karena diurus oleh orang yang tak tahu bola.

Catatan Hasil Pertandingan. Sebuah situs yang kurang lengkap memberi keterangan tentang hasil pertandingan final MHC sejak dimulai (1972) hingga event terakhir (1995), yakni sbb:

Ed. Year    Winners                   Runners-Up
 1  1972    PSMS Medan            3-1 Persebaya Surabaya
 2  1973    PSMS Medan            1-0 Persija Jakarta Pusat
 3  1974    Japan XI              0-0 PSMS Medan                    [5-4 pen]
 4  1975    Western Australia     2-0 South Korea XI
 5  1976    Australia XI          2-0 South Korea XI
 6  1977    Persija Jakarta Pusat 1-0 Japan XI
 7  1978    Burma XI              2-1 PSMS Medan
 8  1979    Burma XI              drw Iceland XI                    [5-3 pen]
 9  1980    Netherlands XI        4-2 Burma XI
10  1981    South Korea XI        3-2 Japan XI
11  1982    West Germany XI       2-0 Japan XI
12  1983    South Korea XI        3-1 PSMS Medan
13  1984    Al-Jaish (Baghdad)    1-1 Middlesex Wanderers (England) [6-5 pen]
14  1985    South Korea XI        2-1 Middlesex Wanderers (England) 
15  1986    Yugoslavia Amateur    2-0 South Korea XI
16  1988    Japan XI              3-1 PSMS Medan
17  1989    FC Wageningen (Net.)  1-0 Japan B
18  1991    China XI
19  1995Medan Jaya            2-0 Harimau Tapanuli 

Situs itu kemudian mencatat bahwa "non-Indonesian teams are usually club teams or youth or reserve representations; unfortunately their precise identity is unknown in most cases".

Number of Wins
  • 3 South Korea XI (precise identity unclear) 2 Burma XI (p
  • recise identity unclear)
  • 2 Japan XI (precise identity unclear)
  • 2 PSMS Medan
  • 1 Australia XI (precise identity unclear)
  • 1 China XI (precise identity unclear)
  • 1 Al-Jaish (Baghdad)
  • 1 Medan Jaya
  • 1 Netherlands XI (precise identity unclear)
  • 1 Persija Jakarta Pusat
  • 1 FC Wageningen (Netherlands)
  • 1 Western Australia
  • 1 West Germany XI (precise identity unclear)
  • 1 Yugoslavia Amateur

Degdarasi Sumut.  Sebetulnya fakta kepeloporan Sumut dalam memajukan sepakbola lebih dari cukup dengan menunjukkan data ini. Data ini sekaligus juga menjadi keterangan tak terbantahkan tentang degradasi Sumut khususnya tentang sepakbola. Mungkin baguslah dipikirkan sejak sekarang, siapa gerangan Gubernur Sumut yang mampu mengemban amanah menghentikan degdarasi ini.


5 Comments

  1. […] Ia merintis upaya pembangunan olahraga sepakbola modern di Indonesia dan memasarkannya melalui Marah Halim Cup. Event itu selalu dihadiri oleh kesebelasan-kesebelasan luar negeri. Jika sekarang kita langsung […]

  2. putra sinaga says:

    Bang saya kebetulan adalah pengagum beliau apakah saya bisa mendapatkan sumber dari wacana diatas? Dan apakah marah halim sudah meninggal? Karena setau saya belum, trimakasi

  3. sinar says:

    beliau masih hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: