'nBASIS

Home » ARTIKEL » REPUBLIK NASOMAL KORUPSI

REPUBLIK NASOMAL KORUPSI

AKSES

  • 551,562 KALI

ARSIP


ABDULLAH HEMAMAHUA menggambarkan adanya pasukan ninja di KPK sebagai satuan tugas di antara satuan-satuan khusus yang dimiliki KPK dalam menjalankan tugasnya memberantas korupsi di Indonesia. Wow, itu menyeramkan juga. Ia sendiri mengatakan tak tahu-menahu dengan pasukan ninja itu. Sampai-sampai Karni Ilyas memelototinya pertanda heran.

Penuturan Abdullah Hemamahua itu dikemukakan saat diskusi interaktif para praktisi hukum yang tergabung dalam Jakarta Lawyers Club Selasa pekan ini, yang diasuh Karni Ilyas di TV-One. Diskusi kali ini tentang kantor KPK yang diblow up menjadi isu penting pekan ini. Awalnya Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR-RI dengan KPK tiba pada materi pembicaraan tentang pembangunan kantor KPK yang sudah lama tak terwujud. Mereka di kantor itu terus-menerus menambah pekerja. Konon ada alasan bahwa usia kantor itu sendiri sudah 30 tahun (emang mesjid Istiqlal dan istana negara sudah berapa tahun usianya?). Jadi alasan usia ini amat artifisial.

Hal yang sangat menarik sekaligus menjengkelkan ketika kemudian muncul gelombang dukungan publik yang bahkan memobilisasi pengumpulan recehan untuk membangun kantor KPK. Meskipun dalam diskusi ini Abdullah Hemamahua menjelaskan bahwa ada slip of the tongue dari oknum pimpinan KPK ketika menggasak isyu ini hingga memicu dukungan publik. Ia sendiri sudah menerima orang yang bermaksud menyerahkan sumbangan, tetapi ia tolak sumbangan itu. Karena ia tahu cara-cara itu tidak cuma tak elegan, melainkan naif.

Meskipun begitu Dahlan Iskan menyebut gajinya akan disumbangkan buat membangun kantor KPK. Lihatlah betapa naifnya Dahlan Iskan. Ia mungkin sangat haus sensasi. Kabarnya Mahfud MD pun sudah ikut. Hancur leburlah negeri ini.

Ahmad Yani dan banyak orang dari DPR-RI sudah barang tentu merasa ada yang salah. Opini seolah digiring ke situasi hadap-hadapan DPR-RI vs KPK. Ada apa sebenarnya? Guru Besar Hukum Sahetapi juga merasa keanehan semakin menggila. Belum lagi pembeberan data oleh Ahmad Yani tentang biaya-biaya sangat istimewa dari APBN untuk KPK. Sangat senjang sebetulnya jika dibandingkan dengan apa yang diterima oleh Kepolisian dan Kejaksaan dalam tugas yang sama menegakkan hukum, terutama jika yang dimaksud ialah biaya penyelesaian atau pemerosesan kasus atau perkara.

Seseorang yang diundang Karni Ilyas karena posisinya sebagai guru besar hukum berucap sangat tegas. KPK itu sangat tak memuaskan baginya. Di kampungnya buruk sekali image tentang KPK. Pada forum lain politisi dari PKS Fachri Hamzah mempertanyakan berapa banyak pengaduan rakyat yang tak mendapat respon? Mengapa KPK selalu saja berkutat pada kasus-kasus kecil? Tidakkah KPK tak merasa bahwa Kepolisian dan Kejaksaan harus kembali menjadi normal? Sampai berapa lama KPK ini menikmati keistimewaan?

KPK tidak boleh cengeng. KPK tak memerlukan kantor itu karena semestinya ia sudah harus bubar. Mengabadikan eksistensi KPK bermakna mengabadikan kedaruratan. Marilah berpikir lebih jernih.

Advertisements

1 Comment

  1. […] Republik Nasomal Korupsi […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: