'nBASIS

Home » ARTIKEL » JOKOWI-AHOK

JOKOWI-AHOK

AKSES

  • 512,201 KALI

ARSIP


Untuk sementara para pelaku survey yang menyelenggarakan quick count memposisikan Jokowi-Ahok unggul dalam pemulukada DKI dengan selisih angka di bawah 10 % dengan runner up Foke-Nara. Apakah Jokowi-Ahok akan mampu mempertahankan kemenangan ini pada putaran kedua September nanti?

Tampaknya secara keseluruhan pihak-pihak penyelenggara Quick Count untuk pilgub DKI 2012 hanya berbeda pada kisaran angka yang tak begitu mencolok untuk menyatakan kemenangan Jokowi-Ahok. Semua “pihak” menempatkan Foke-Nara pada posisi kedua dengan perbedaan raihan suara kurang dari 10 % di bawah Jokowi-Ahok.

 Litbang Kompas misalnya  memberi  angka 42,58 % untuk Jokowi-Ahok  dan 34,39% untuk Foke-Nara .   Lembaga survey Jaringan Suara Indonesia mendapatkan hasil  39703 suara atau 34,42% untuk Foke-Nara dan  48413 atau sekitar 41,97% untuk Jokowi – Ahok.  Sedangkan LSI pimpinan Syaiful Mujani memberi angka kemenangan Jokowi-Ahok 42,55% dan Foke-Nara menempati posisi kedua (33,64%).

Memecah Mitos. Meski babak kedua masih akan dilangsungkan pada bulan September mendatang karena perolehan suara di bawah 50% plus 1 belum memberi legitimasi kemenangan bagi Jokowi-Ahok, tetapi yang sudah pasti saat ini Jokowi-Ahok telah meretas sebuah mitos lewat jalan baru yang membelakangi “tradisi”.

Meski dalam sejarah tak banyak incumbent yang bisa dikalahkan dalam perhelatan pemilihan langsung politik Indonesia, tetapi Megawati Soekarnoputri adalah orang yang pertama harus disebut ketika diungguli oleh SBY pada pilpres 2004. Di Sumatera Utara tercatat Bupati sipil pertama setelah Orde Baru John Hugo Silalahi (Simalungun) tunduk atas keperkasaan Zulkarnain Damanaik yang kemudian kalah pula kepada penantang baru, Purba. Di Tapsel juga tercatat incumbent Ongku Parmonangan Hasibuan yang gagal memperpanjang jabatannya.

Pada pemilukada DKI inilah kejutan-kejutan politik lainnya bermunculan. Tak ubahnya kebijakan outsorching yang banyak dicaci-maki itu, Jokowi-Ahok si pendatang dari kota yang relatif kecil Solo mampu menyisihkan kompetitor-kompetitor lokal di ibukota Negara. Rupanya Jokowi-Ahok bukan cuma menarik bagi warga Jakarta karena faktor outsorching-nya itu. Alex Noerdin juga pendatang yang bermaksud menaklukkan Jakarta dan dengan dukungan partai papan atas. Malah ia hanya mampu menempati urutan kelima setelah Jokowi-Ahok, Foke-Nara, Nurwahid-Didik Rahbini dan Faisal Basri-Biem Benjamin.

Ahok, pasangan Jokowi, adalah mantan Bupati yang terpaksa berhenti karena ketentuan undang-undang karena mengikuti pemilukada yang lain dalam perebutan kursi gubernur di daerah asalnya, juga menjadi catatan baru. Ia memang tipe “penjelajah”, karena sebelumnya, 2008, pernah ikut memperebutkan tiket dari PDIP untuk pencalonan Sumut 1 atau Sumut2.

Meski bukan cuma melekat pada pasangan ini, dalam performance keseharian yang begitu kontras, Jokowi-Ahok adalah figur yang oleh para pendukungnya disimbolkan sebagai pendobrak dalam proses “singkrikan kepala batu”. Kemana-mana dengan kemeja lengan panjang bermotif kotak-kotak, kedua pasangan ini berhasil memberi warna baru yang diikuti oleh para pendukung. Bukan itu saja, simbol 3 jari metal juga kembali amat populer di tangan mereka berdua.

Kisah Calon Perseorangan. Tetapi meskipun begitu masih ada satu lagi tradisi baru yang belum bisa lahir dari pengalaman DKI kali ini. Tradisi itu ialah munculnya kemenangan di kubu pasangan perseorangan. Di antara kelangkaan itu Kabupaten Batubara untuk pertamakali mencatatnya dengan kemenangan T Arya Zulkarnain. Jokowi-Ahok adalah pasangan dukungan partai. Memang hebat, di tengah krisis kepercayaan publik yang meluas terhadap partai, tampaknya Jokowi-Ahok bisa mencairkan itu. Faisal Basri yang selama kampanye terus menerus memanfaatkan ketidak-simpatian kepada partai, akhirnya hanya mampu mendapatkan posisi ke 4. Memang dari berbagai analisis Faisal Basri-Biem Benjamin dianggap memiliki peluang kemenangan yang besar meski tersandung oleh biaya pemenangan yang amat minim. Juga factor kesamaan “watak” pendobrak dengan kompetitor pendatang dari Solo itu. Untuk tingkat tertentu dapat disebut bahwa Faisal Basri adalah tokoh yang segugus dengan Jokowi, dan ini dimenangkan oleh Jokowi. Di gugus lain lihatlah Alex Noerdin yang segugus dengan Foke dan malah kalah perolehan suaranya di bawah  Faisal Basri-Biem Benjamin.

Putaran kedua. Bagaimana nasib pasangan outsirching ini pada putaran kedua September mendatang? Akan menguat kampanye berbau sara yang akan menimbulkan ketegangan serius. Mungkin akan mirip dengan apa yang terjadi di Medan pada pemilukada 2010. Pada tim Jokowi-Ahok memang ada kekhawatiran itu. Tetapi itu tidak akan mencuat kepermukaan jika Jokowi-Ahok tidak melayani. Tempohari dalam catatan pengalaman di Medan Sofyan Tan memang terpancing. Malah timnya terlihat seperti mengumbar kedekatan dengan tokoh-tokoh muslim yang ketika diperiksa lebih jelas rupanya akar ketokohan figur  yang mereka gandeng tidak begitu menghunjam. Pengaruhnya boleh disebut sukar terdeteksi.

Kemanakah arah dukungan partai-partai dan pasangan yang kalah? Belum kita ketahui. Tetapi ada dua hal yang selalu menjadi pertimbangan dalam soal ini, yakni kedekatan idiologis dan pertimbangan pragmatis. Kedekataan idiologis kepartaian dan agenda besar  partai dan tokoh-tokoh sentral akan menjadi prioritas penentuan dukungan. Kedua, pragmatism seputar (maaf) bayaran dan pertimbangan keuntungan sesaat bagi partai politik dan elit. Mungkinkah Foke akan lebih diminati? Tetapi, entahlah pula.


1 Comment

  1. Humala says:

    kok ga membahas pasangan PKS yang gagal ikut putaran ke-dua ?

    ‘nBASIS: biar dibahas oleh yang merasa perlu membahas saja.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: