'nBASIS

Home » ARTIKEL » EKSPERIMEN JAKARTA 2012

EKSPERIMEN JAKARTA 2012

AKSES

  • 512,316 KALI

ARSIP


Ketika karikatur di atas saya upload pada akun Facebook saya, seseorang berkomentar “Kalau hanya Foke vs Jokowi, saya rasa 4 x pemilu lagipun tetap Jokowi yangg akan memenangkannya. Namun karena pilkada ini Jokowi dan Ahok vs Foke dan Nara, maka masalah Rohingya dan terlebih saat ini bulan romadhon, maka putaran kedua ini belum tentu Jokowi- Ahoq pemenangnya”.

Dalam sebuah publikasi berjudul Religion and Politic (2011) ada sebuah karikatur yang menggambarkan seseorang yang melukiskan mewakili Obama berkampanye. Dalam karikatur itu ia digambarkan naik gajah ke sana dan kemari.  Di tengah jalan  ia dilukiskan berpapasan dengan seseorang yang memeluk (di dada kirinya) sebuah kitab bergambarkan salib. Orang itu  berucap demkian: WAIT ! WAIT! YOU MUST ACCEPT JESUS CHRIST AS YOUR LORD And PERSONAL SAVIOR BEFORE YOU SAVE US FROM OBAMA”. Sebagian kata-kata yang dianggap penting malah diberi warna berbeda.

“Most voters continue to say it is important for a president to have strong religious beliefs. But voters have limited awareness of the religious faiths of both Mitt Romney and Barack Obama. And there is little evidence to suggest that concerns about the candidates’ respective faiths will have a meaningful impact in the fall elections. (PEW Research Centre, July 26, 2012).

Kebanyakan pemilih di Amerika tetap melanjutkan sikap dan pemahamannya tentang pentingnya bagi seorang presiden untuk memiliki keyakinan agama yang kuat. Tetap melanjutkan? Ya, kalimatnya memang harus dibuat seperti itu, karena ini hasil survey berkelanjutan (longitudinal) yang membanding dua hasil survey dari periode berbeda.

Di Indonesia banyak orang berpikiran yang boleh disebut bermazhab keamerikaan secara sekularistik memandang agama harus dibebaskan dari urusan-urusan di luar keperibadatan sambil melukiskan semua itu konsekuensi modernitas. Mungkin saja ada ketidak-jujuran atau ketidak-fahaman tentang masalah itu. Sayangnya, kewibawaan dan otoritas mereka secara keilmuan sudah terlanjur dipermazhabkan.

Padahal semua organisasi politik yang ada tidak pernah lepas dari upaya perhitungan SARA, termasuk agama. Saat berusaha merancang kemenangan pada pemilukada 2012 untuk Jakarta, misalnya, partai manakah dan elit manakah yang tidak mengawali dengan perhitungan SARA?


1 Comment

  1. jecidi says:

    gombalnya para fundies….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: