'nBASIS

Home » ARTIKEL » MENGGUGAT SUKSES JOKOWI DI SOLO

MENGGUGAT SUKSES JOKOWI DI SOLO

AKSES

  • 512,606 KALI

ARSIP


Citra Walikota Solo Joko Widodo cukup lekat dengan ‘Walikota Sukses’. Namun, sejak mencalonkan diri sebagai gubernur DKI Jakarta, sejumlah gugatan mencuat ke publik. Sukses Jokowi pun diindikasikan hanya kamuflase semata. Benarkah?

Gugatan demi gugatan muncul ke publik atas kiprah dan sepak terjang Joko Widodo di Kota Solo. Termasuk yang dilakukan mantan Ketua MPR Amien Rais. Dia menilai, predikat walikota terbaik dunia kepada Joko Widodo merupakan sebutan yang menyesatkan. “Selama periode Jokowi sebagai walikota, angka kemiskinan meningkat, dan masih banyak daerah kumuh di Kota Solo,” ujar Amien saat acara halal bihalal awal pekan ini.

Terkait angka kemiskinan di Kota Solo, memang jika melongok data Badan Pusat Statistik (BPS) terungkap, selama 10 tahun terakhir kepemimpinan Joko Widodo di Solo angka kemiskinan justru kian meningkat dari tahun ke tahun.

Seperti 2010 angka kemiskinan di Kota Solo mencapai 13,34 persen. Disusul berturut-turut 2006 (15,21 persen), 2007 (13,64 persen), 2008 (16,13 persen), 2009 (14,99 persen), 2010 (13,98 persen), dan 2011 (16 persen).

Ekonom Didik J Rachbini yang juga maju dalam Pemilukada DKI Jakarta putaran pertama beberapa waktu lalu juga mengungkapkan Kota Solo termasuk daerah yang berkategori miskin. “Kemiskinan di daerah tinggi sekali, Solo termasuk tinggi sekali. Jakarta kemiskinannya tinggal dua persen. Jakarta lebih baik dari Kota Solo,” ungkap Didik Mei lalu.

Hal ini terkonfirmasi dengan data dari Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Solo pada 2011 ang mengungkapkan sebanyak 133 ribu jiwa (25 persen) jumlah warga miskin dari total jumlah penduduk Solo yang mencapai 530 ribu jiwa. Angka ini mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya seperti 2009 yang hanya 107 ribu jiwa, dan 2010 yang mencapai 125 ribu jiwa.

Citra sukses Joko Widodo saat memimpin Kota Solo belakangan memang ditelanjangi di publik. Dalam angka kemiskinan Kota Solo saja, publik baru mengetahui setelah ingar bingar pemilukada Jakarta. Citra kadang memang tak sesuai dengan kenyataan. Begitu pula soal angka kemiskinan di Solo yang ternyata tak berbanding lurus dengan citra Joko Widodo. [mdr]

Sumber: inilah.com


3 Comments

  1. Amri Munthe says:

    Holan Ninna Tu Ninna do…
    Karakter masyarakat Solo di kawasan kesultanan sama dengan Jogja. Tradisi “manut” dan “inggih” melekat pada diri masyarakat. Bagaimana dengan Jakarta? Heterogenitas, jumlah penduduk Jakarta serta statusnya sebagai pusat pemerintahan RI dan pusat bisnis membuat beban pemimpin Jakarta semakin berat. Kalau di Solo saja separah itu masalahnya, bagaimana pula kalau jadi memimpin Jakarta?

  2. wong solo says:

    Semoga aja amin rais blg gitu bukan karna lg galau anaknya gagal jd walikota jogja..kami warga solo dukung pak jokowi sepenuhnya..milih pemimpin yg jujur dan rendah hati bukan yg arogan..

  3. Monang says:

    bagaimana dengan kemiskinan yang meningkat di Jakarta? kok ga ada yang bahas?

    ‘nBASIS: malah overdosis pak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: