'nBASIS

Home » ARTIKEL » Perubuhan Mesjid: WAWANCARA DENGAN SEORANG JURNALIS

Perubuhan Mesjid: WAWANCARA DENGAN SEORANG JURNALIS

AKSES

  • 512,606 KALI

ARSIP



Siang tadi seorang jurnalis dari Harian lokal (Medan) mengajak saya diskusi tentang perubuhan mesjid yang akhir-akhir ini menjadi isyu keagamaan yang hangat di Kota Medan. Berikut petikannya.
Jurnalis: Assalamu ‘alaikum, bang. Apa berita mantap kali ini menurut pengamatan abang? Bagaimana kalau kita berbincang tentang perubuhan mesjid?

Saya: Maraknya pemberitaan media tentang perubuhan mesjid yang disebabkan oleh perlawanan dan bahkan gugatan dari umat Islam (di peradilan) menurut saya mengindikasikan beberapa hal tentang kelemahan umat Islam saat ini:

  • Ternyata mereka tidak memiliki administrasi kemesjidan yang cukup baik
  • Secara umum mereka mengalami degradasi keberagamaan, kalau tidak bagaimana mesjid yang didirikan bisa “tidak diperlukan” lagi sehingga orang dengan begitu enteng menganggap tidak mengapa dirubuhkan?
  • Adanya reaksi yang berbeda-beda dan bahkan ada kontroversi yang bagi saya menunjukkan bukan saja perbedaan pemahaman, melainkan perbedaan kepentingan dan otomatis mengindikasikan secara kuat lemahnya persatuan di antara umat
  • Dalam kondisi yang disebut di atas, ada bukan saja ketegaan, melainkan sekaligus perasaan anggap enteng bagi pemerintah dan pengusaha. Rasionalitas dan kalkulasi mereka jelas sangat berbeda dengan rasionalitas dan kalkulasi umat. Memang pemerintah dan pengusaha di satu pihak kerap tak bisa sejalan dengan umat dan rakyat mayoritas di pihak lain dalam hal urusan-urusan publik.

Jurnalis: Jadi perbuatan menghanucrkan mesjid sama artinya menjual agama bang?

Saya: Dalam perubahan peta demografis terutama di kota-kota besar seperti Medan, kita ketahui bukan saja komposisi penduduk telah berubah, tetapi juga perubahan peruntukan dan kepemilikan space (lahan) yang memerlukan pengaturan sebaik-baiknya agar tidak memicu konflik.

Dalam catatan saya, corporate dan pemerintah dengan bahu-membahu mengalih-fungsikan lahan-lahan penting dan strategis untuk kepentingan bisnis. Dulu di Medan ada sekolah yang ditukar-gulingkan dan bermasalah karena rakyat marah. Kini mesjid-mesjid yang raib.

Orang wajib memahami bahwa, meskipun terjadi perubahan demografis dan komposisi kependudukan, mesjid yang tadinya mungkin memiliki jama’ah besar kini sudah tinggal sedikit berhubung pendududuknya pindah ke tempat lain, mesjid itu tidak serta merta dapat dikatakan sudah kosong. Dengan kemajuan dan mobilitas yang tinggi dalam masyarakat modern, saat ini kita dapat mengkategorikan 2 macam mesjid.

  • Pertama, mesjid mukim yang difungsikan dan dimakmurkna oleh orang-orang yang tinggal berdekatan dengan lokasi mesjid.
  • Kedua, mesjid yang mungkin dapat disebut mesjid “profesional” dalam tanda petik dalam arti dimakmurkan oleh orang-orang pekerja di sekitar lokasi mesjid dan mungkin tak setiap waktu da jama’ah.

Jurnalis: Lanjutkan bang. Apa lagi, bang? Saya: Jika berdasarkan kategori itu maka sebetulnya Mesjid Agung Medan itu tidak memiliki jama’ah yang tinggal berdekatan dengan lokasi. Apakah dengan alasan itu mesjid Agung harus dirubuhkan juga? Kan letaknya strategis dan amat cocok untuk bisnis?

Jurnalis: Jadi apa harapan abang?

Saya: Selain itu lahan-lahan tertentu yang tadinya adalah eks HGU (Hak Guna Usaha) yang dikuasai oleh PTPN, kini sudah diambil-alih oleh pemodal. Kita tidak persis tahu apakah itu benar-benar diambil alih sesuai proseder. Juga aset-aset (lahan) tertentu yang tadinya dikuasai oleh instansi pemerintah (sipil maupun militer). Jika di sana ada mesjid, sesungguhnya diperlukan pemikiran yang bening untuk melestarikannya.

Mesjid itu seyogyanya milik umat, karenanya stakeholder keumatanlah yang mengambil keputusan tentang perubahan atau alih-fungsi lahannya. karena hal ini memiliki sisi sensitif, pemerintah dan pengusaha wajib hati-hati.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: