'nBASIS

Home » ARTIKEL » JIHAD AL-MA’UN ALA MUHAMMADIYAH

JIHAD AL-MA’UN ALA MUHAMMADIYAH

AKSES

  • 512,968 KALI

ARSIP


Muhammadiyah melalui Majlis Pemberdayaan Masyarakat, salah satu organ khusus yang didesign untuk menanggulangi berbagai hal terkait community development dan community organization serta berbagai bentuk social problems, baik yang bersifat pathologis maupun non pathologis, sejak tahun 2005 menunjukkan kiprah tersendiri. Fokusnya tidak cuma sekadar menanggulangi masalah sosial dengan model-model usaha karitatif, melainkan juga masalah pengembangan (developmental). Berikut catatan ringkas dari upgrading yang diselenggarakan 19-21 Oktober 2012 di kampus Universitas Muhammadiyah Palembang.

Jika merujuk pada Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-46 Tahun 2010 hal-hal yang terkait dengan bidang pemberdayaan yang dianggap menjadi tugas bagi Majlis Pemberdayaan Masyarakat disebutkan sebagai berikut:

Pertama, Visi Pengembangan MPM. Meningkatnya kapasitas, daya saing, posisi tawar, dan intensitas pemberdayaan masyarakat berbasis misi Penolong Kesengsaraan ‘Oemoem’ (PKO) dan gerakan Al-Maa’uun menuju kehidupan masyarakat yang lebih adil, sejahtera, dan berkeadaban.

Kedua, Program Pengembangan. (1) Mengaplikasikan konsep-konsep gerakan seperti Teologi/Fiqih Al-Maa’uun dan model pemberdayaan masyarakat lainnya yang terpadu dengan system gerakan Muhammadiyah. (2) Mengembangkan model-model pemberdayaan masyarakat yang bersifat bottom-up dan partisipatif untuk komunitas buruh, tani, nelayan, dan kaum marjinal di perkotaan maupun pedesaan. (3) Mengembangkan potensi sumberdaya manusia untuk pemberdayaan masyarakat disertai peningkatan kualitas pengelola, optimalisasi multimedia dan teknologi informasi, dan mobilisasi sumber dana dari berbagai pihak yang sah dan tidak mengikat. (4) Meningkatkan kapasitas pengorganisasian dan pengembangan program pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan berbagai dayadukung yang dimiliki persyarikatan. (5) Meningkatkan jaringan hubungan dan kerjasama baik di lingkungan persyarikatan maupun lembaga-lembaga lain yang memiliki kepedulian pada pengembangan civil society atau masyarakat madani sejalan dengan prinsip gerakan Muhammadiyah. (6) Mengembangkan model-model pertanian, peternakan, dan perikanan yang terintegrasi dari hulu sampai hilir menuju pemberdayaan kelompok petani, nelayan, dan peternak yang kuat dan mandiri. (7) Meningkatkan advokasi dan pendampingan terhadap kelompok miskin, buruh, dan kelompok dhu’afa/mustadh’afin lainnya untuk memiliki akses, usaha, dan kekuatan kemandirian. (8) Meningkatkan perhatian, kepedulian, dan advokasi kepada kelompok difabel untuk memperoleh hak-hak dasar dan kesejahteraan dalam kehidupannya. (9) Mengupayakan advokasi kebijakan public yang tidak sensitive dan tidak memihak kepada kaum miskin, dhu’afa, dan mustadh’afin. (10) Mengembangkan pusat penanganan krisis (crisis center) di pusat dan wilayah sebagai wahana penanggulangan krisis yang dihadapi masyarakat teruatama masyarakat miskin, dhu’afa, dan mustadh’afin. (11) Meningkatkan kapasitas keahlian, modal, produksi, dan distribusi usaha di bidang pertanian, perikanan, peternakan, dan usaha-usaha lainnya yang mampu meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan rakyat.

Ketiga, Program Unggulan MPM adalah Jihad dalam 5 (lima) bidang, yakni: (1) Jihad Menegakkan Kedaulatan Pangan, meliputi antara lain: (a) Mengembangkan model Pertanian Terpadu (Integrated Farming). (b) Mendirikan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PUSDIKLAT) Pertanian Terpadu. (c) Mengembangkan Usaha Pengolahan Hasil Pertanian, Peternakan, dan Perikanan. (d) Mengembangkan Kapasitas Masyarakat untuk Memasarkan Hasil Pertanian, Peternakan, dan Perikanan. (2) Jihad Memberdayakan Sektor Informal, meliputi antara lain (a) Pendampingan Pedagang Asongan. (b) Pendampingan Abang Becak. (c) Pendampingan Kaki Lima. (d) Pendampingan Berbagai Sektor Informal Lainnya. (3) Jihad Memberdayakan Kaum Buruh, meliputi antara lain: (a) Penguatan Kapasitas Buruh Migran untuk Mengembangkan Usaha. (b) Pendampingan Terhadap Keluarga Buruh Migran di Tanah Air. (c)Pendampingan Buruh Gendong. (4) Jihad Advokasi Kebijakan Publik, meliputi antara lain: (a) Advokasi Kebijakan Publik yang Merugikan Rakyat. (b) Advokasi Penyusunan APBN maupun APBD. (5)Jihad Memberdayakan Kaum Difabel, meliputi antara lain: (a) Penguatan Kapasitas Kaum Difabel. (b) Fasilitas Publik bagi Kaum Difabel. (c) Lapangan Kerja bagi Kaum Difabel.

Namun dalam kenyataannya terdapat kelambanan gerakan ini di berbagai tempat di seluruh tanah air. Untuk itulah upgrading Regional Sumatera yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Palembang tanggal 19-21 Oktober 2012 didesign bertujuan untuk menyemangati dan memassifikasi gerakan.

Dilihat dari target tindak-lanjut, upgrading diharapkan memotivasi terjadinya perubahan mendasar, di antaranya berupa:

Pertama, aspek kelembagaan. Memastikan setiap level kepengurusan Muhammadiyah memiliki Majlis Pemberdayaan Masyarakat;

Kedua, aspek program. Mendorong semua level kepengurusan MPM untuk menentukan program-program prioritas masing-masing;

Ketiga, aspek kerjasama. Mendorong semua level kepengurusan MPM untuk mengembangkan model-model kerjasama dengan semua level dan unit amal usaha Muhammadiyah.

Menyadari potensi Indonesia yang agraris, sambil seakan tegas menyesali kebijakan Negara yang tidak proporsional, Muhammadiyah berusaha mgembangkan model-model pertanian, peternakan, dan perikanan yang terintegrasi dari hulu sampai hilir menuju pemberdayaan kelompok petani, nelayan, dan peternak yang kuat dan mandiri. Meskipun ini begitu sulit dengan benturan atas sistem, namun tanpa perasaan lelah Muhammadiyah tetap berusaha meningkatkan advokasi dan pendampingan terhadap kelompok miskin, buruh, dan kelompok dhu’afa/mustadh’afin lainnya untuk memiliki akses, usaha, dan kekuatan kemandirian.

Jika semua itu diyakini amat terkait pada kebijakan, maka advokasi kebijakan publik sangat diperlukan agar yang tidak sensitif dan tidak memihak  kepada kaum miskin, dhu’afa, dan mustadh’afin, dihentikan segera. Kebijakan yang tidak pro poor, malah dipandang sebagai pendustaan terhadap agama.


1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: