'nBASIS

Home » ARTIKEL » SEPULUH BUTIR KESEPAKATAN DAMAI LAMPUNG

SEPULUH BUTIR KESEPAKATAN DAMAI LAMPUNG

AKSES

  • 538,914 KALI

ARSIP


 

Negara bersuku-bangsa majemuk seperti Indonesia memerlukan resep jitu untuk menjaga integritasnya. Tumbuhnya berbagai macam potensi ketidak-serasian menjadi ancaman serius. Sebelum konflik Lampung, di berbagai daerah hal serupa juga terjadi. Baik yang lebih besar maupun maupun yang lebih kecil (kualitatif dan kuantitatif).

Untuk meredam konflik lampung telah dihasilkan 1o butir kesepakatan, yakni sebagai berikut:

 

  1. Kedua pihak sepakat menjaga keamanan, ketertiban, kerukunan, kehamornisan, kebersamaan, dan perdamaian antarsuku yang ada di Lampung Selatan.
  2. Kedua pihak sepakat tidak akan mengulangi tindakan-tindakan anarkis yang mengatasnamakan suku, agama, rasa (SARA) sehingga menyebabkan keresahan, ketakutan, kebencian, kecemasan dan kerugian secara material khususnya bagi kedua belah pihak dan umumnya bagi masyarakat luas.
  3. Kedua pihak sepakat apabila terjadi pertikaian, perkelahian dan perselisihan yang disebabkan oleh permasalahan pribadi, kelompok atau golongan agar segera diselesaikan secara langsung oleh orangtua, ketua kelompok dan atau pimpinan golongan.
  4. Kedua pihak sepakat apabila orangtua, ketua kelompok dan atau pimpinan golongan tidak mampu menyelesaikan permasalahan seperti yang tercantum pada poin 3, maka akan diselesaikan secara musyawarah, mufakat dan kekeluargaan oleh tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda serta aparat pemerintahan desa setempat.
  5. Kedua pihak sepakat apabila penyelesaian permasalahan seperti tercantum pada poin 3 dan 4 tidak tercapai, maka tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan aparat pemerintahan desa setempat menghantarkan dan menyerahkan permasalahan tersebut kepada pihak berwajib untuk diproses sesuai dengan ketentuan perundangan berlaku.
  6. Apabila ditemukan oknum warganya yang terbukti melakukan perbuatan, tindakan, ucapan serta upaya-upaya yang berpotensi menimbulkan dampak permusuhan dan kerusuhan, kedua pihak bersedia melakukan pembinaan kepada yang bersangkutan. Dan jika pembinaan tidak berhasil, maka diberikan sanksi adat berupa pengusiran terhadap oknum tersebut dari wilayah Lampung Selatan.
  7. Kewajiban pemberian sanksi sebagaimana dimaksud pada poin 6 berlaku juga bagi warga Lampung Selatan dari suku-suku lainnya yang ada di Lampung Selatan.
  8. Terhadap permasalahan yang telah terjadi pada 27-29 Oktober yang mengakibatkan jatuhnya korban jiwa maupun korban luka-luka, kedua pihak sepakat untuk tidak melakukan tuntutan hukum apapun dibuktikan dengan surat pernyataan dari keluarga yang menjadi korban dan hal ini juga berlaku bagi aparat kepolisian.
  9. Kepada masyarakat suku Bali khususnya yang berada di Desa Balinuraga harus mampu bersosialisasi dan hidup berdampingan secara damai dengan seluruh lapisan masyarakat yang ada di Lampung Selatan terutama dengan masyarakat yang berbatasan dan atau berdekatan dengan wilayah Desa Balinuraga Kecamatan Way Panji. 
  10. Kedua pihak sepakat berkewajiban untuk menyosialisasikan isi perjanjian perdamaian ini dengan lingkungan masyarakatnya. 

Instrumen Kenegaraan. Negara telah lebih mengarah kepada pemihakan atas prestasi semu dan status-status bawaan lain yang merendahkan makna kebersamaan. Itu telah terjadi sejak lama. Bukan karena sentimen kedaerahan PRRI/PERMESTA terjadi, melainkan karena protes atas ketidak-adilan tidak diindahkan.

Kini negara telah lebih dimiliki oleh kekuatan-kekuatan sektarian. Ini jika melihat arah penguatan identitas Indonesia sebagai negara kepartaian ketimbang kesatuan. Mungkin saja orang berfikir bahwa partai adalah jelmaan seluruh masyarakat dan karena itu tak mengapa mereka berebut negara untuk kepentingannya. Sayangnya mentalitas kepartaian adalah semangat tertinggi sektarianisme mutakhir minus idiologi kebangsaan. Partai mengakomodasi sangat luas hasrat-hasrat kekuasaan tanpa batas dan dengan partai perisai paling ampuh untuk segala bentuk kesewenaang-wenangan pun tampaknya ditemukan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: