'nBASIS

Home » ARTIKEL » ANDA TAK DIAPRESIASI OLEH PASANGAN CAGUBSU? BERILAH MEREKA SESUATU YANG BERMAKNA

ANDA TAK DIAPRESIASI OLEH PASANGAN CAGUBSU? BERILAH MEREKA SESUATU YANG BERMAKNA

AKSES

  • 545,455 KALI

ARSIP


Mungkin Anda penasaran tak diapresiasi oleh salah satu dari 5 (lima) pasangan calon gubernur yang sudah terdaftar itu. Mereka dan para perencana dan pengambil kebijakan di sekeliling mereka pada umumnya adalah orang-orang yang berfikir taktis

Mereka akan sehemat mungkin mengeluarkan biaya untuk apa pun. Jika Anda akan tuduh mereka pelit, sebetulnya Andalah yang salah. Mengapa? Jika inginkan gubernur yang tak korupsi justru Anda harus mampu memberi sumbangsih membantu pemenangan tanpa uang. Bisakah? Tentu bisa.

Ini hanya sebuah illustrasi. Ketika belum lama ini kepada hampir seratusan orang peserta Latihan Keterampilan Manajemen Mahasiswa Unimed (LKMM-Unimed) saya berikan secarik kertas ukuran setenga folio dan meminta mereka membuat kertas itu menjadi kalung tanpa sambungan sama sekali, saya temukan hanya beberapa orang yang secara teoritik menemukan kebenaran. Hanya karena waktu yang terbatas mereka tak sampai pada hasil akhir yang sempurna.

Bagi kebanyakan peserta hal yang saya tawarkan itu adalah kemustahilan dan karena itu mereka tak mau berusaha sama sekali sebab menurut mereka itu sebuah kemustahilan belaka. Tetapi setelah saya tunjukkan cara membuat kalung dari kertas itu mereka pun merasa lega dan “oh, begitu. Bisa ya”.

Sulit memang berbuat dalam arena politik tanpa uang. Tetapi kan hanya sulit, bukan tak mungkin. Tetapi jika ingin berbuat yang terbaik bagi negeri ini, mengapa tak memulai sesuatu. Tadi saya sebut di depan Anda tentu berfikir untuk memperoleh figur gubernur yang tidak korup. Dengan beban biaya besar untuk ikut sebagai kandidat saja sudah begitu besar biaya yang harus disediakan. Jika masih akan ditambah lagi dengan biaya yang Anda timbulkan, sudah barang tentu semakin tak mungkin mengharap gubernur yang tanpa korupsi.

Meskipun korupsi semacam kemustahilan saat ini, menguranginya adalah sebuah kemuliaan. Jika mau berfikir religious, ya itu pahala. Besar pahalanya. Ganjarannya di sisi Al-khaliq. Bagaimana caranya? Beri mereka dukungan. Bentuk jaringan pendukung. Tetapi sebelum melakukan itu, lakukan dulu semacam swot analysis kepada kelima pasangan. Anda harus menemukan pasangan yang paling mungkin memberi kemaslahatan kepada masyarakat terutama dari aspek keterjaminannya sebagai figur paling berpotensi korupsi rendah, kemampuannya menghentikan degradasi Sumatera Utara, dan lain sebagainya. Dalam melakukan telaahan itu periksalah secara cermat track record mereka. Jangan terkecoh dengan magic word yang mereka umumkan. Dalam dunia politik selalu terdapat panggung depan dan panggung belakang. Apa yang dikemas sebaik mungkin untuk dipertontonkan di panggung depan kerap hanya kebohongan belaka. Jadi Anda tidak boleh terkecoh, karena Anda sedang mengemban amanah rakyat.

Tentu amat penting Anda lakukan semacam perjanjian dengan kandidat itu dalam bentuk rumusan komitmen. Komitmen itu Anda perlukan ketika akan bicara dengan orang-orang yang akan Anda tarik sebagai pendukung. Tentu saja Anda juga perlu tahu kondisi objektif Sumatera Utara saat ini dan segenap tantangan-tantangannya, agar Anda benar-benar kompeten menjalankan tugas itu.

Beri mereka dukungan jaringan. Di tengah merosotnya kepercayaan masyarakat terhadap partai dan di tengah tingginya variasi fenomena swing votter (terutama jika dibandingakn antara pemilu legislatif dan pilkada serta pilpres) semakin disadari bahwa mendapat dukungan partai atau gabungan partai-partai sangat tidak meyakinkan untuk memenangkan kompetisi (pilkada dan pilpres). Karena itu diperlukan jaringan yang sama sekali baru. Di sinilah Anda bisa menjadi pahlawan.

Di dalam kondisi seperti ini jaringan adalah bentuk kerjasama sejumlah orang dalam sebaran ruang, keahlian, tugas bahkan suku yang kesemuanya dipertautkan oleh emosi atas dasar ideologi dengan interest serta kepentingan relatif sama. Tugas pemenangan adalah mengalahkan kompetitor lain dalam perebutan dukungan suara yang disalurkan dengan cara one person one vote. Tugas pemenangan itu jamak sekali, dinamis, terkadang tidak terencanakan karena perubahan-perubahan yang tak terduga. Karena orang-orang dalam jaringan adalah satu badan utuh dengan ultimate goal yang dihafahami bersama, maka mereka harus mencakup sebaran perwilayahan (horizontal) maupun tingkatan tugas dan tanggungjawab yang variatif. Tidak saja aspek kecakapan (skill) sangat diperlukan, tetapi juga keteguhan  pendirian (militansi).

Mengingat mutlak pentingnya mendominasi sebagai satu satunya misi dan tujuan, maka jaringan harus menjadi cakupan wilayah sesuai dengan penjenjangan vertikalnya berdasarkan struktur dan administrasi pemerintahan. Karena itu jaringan sebaiknya terdiri dari dua jenis, yakni berdasarkan territorial  dan identifikasi perikatan-perikatan sosial spesifik. Di lapangan keduanya mesti saling mendukung, dengan kesadaran bersama untuk bekerja produktif meski dengan peluang mengembangkan pendekatan dan sifat penggalangan yang mungkin berbeda-beda antara satu dengan lainnya. Tetapi harus diingat bahwa betapa pun pentingnya memenangkan “pertarungan” ini, black campaing bukan sesuatu yang perlu karena hal ini dan penghalalan segala cara lainnya adalah pantang besar bagi demokrasi luhur.

Berdasarkan pendekatan proses politik dalam Pemilukada, penjenjangan jaringan harus dimulai dengan pembentukan simpul dasar yang menanggungjawabi Tempat Pemungutan Suara (TPS). Basis ini harus konkrit dan secara interaksi dan informasi harus bersifat accessfull. Baik jaringan vertikal maupun jaringan horizontal bermuara pada rentang kendali yang sama.

Siapa Anggota Jaringan? Setiap warga negara adalah orang-orang yang memiliki kesempatan dan peluang yang sama untuk direkrut menjadi anggota jaringan. Semakin majemuk jaringan itu justru semakin baik. Sebagai gambaran, di Sumatera Utara ada 8 (delapan) etnis dominan masing-masing dengan komposisinya dan persentasenya. Gambaran demografis itu tidak sama untuk semua daerah. Semakin urban pasti semakin majemuk dan begitu sebaliknya. Representasi paling mencakup akan dengan sendirinya mencerminkan kualitas jaringan.

Serangan udara.  Kerja-kerja politik itu selalu terkait dengan penekanan pentingnya image. Itu sebabnya dominasi packing dan imaging tak terhindari dengan menggunakan berbagai media. Serangan udara kurang lebih menjadi referensi awal  yang sangat membantu untuk langkah perekrutan jaringan. Hingga saat ini kita belum memiliki data terpercaya tentang posisi popularitas dan elektibitas masing-masing kandidat. Namun secara umum kita terpaksa membuat asumsi bahwa seberapa burukpun posisi popularitas dan elektibilitas kandidat yang Anda dukung semestinya ia dan pasangannya sudah dikenal di seluruh wilayah Sumatera Utara   dan juga mengenal Sumatera Utara. Ini penting, karena beberapa waktu lalu seorang calon Gubernur tersiar tidak tahu apa itu Martabe. Baginya itu singkatan dari nama sejenis minumas juice yang khas di kota Medan, yakni Markisa terong belanda. Itu sangat menyedihkan tentunya. Juga ada calon Gubernur yang berbicara lantang akan mengembangkan potensi kelautan dan perikanan dimulai dari Bagan Siapi-api. Padahal daerah itu bukan wilayah Sumatera Utara. Sudahlah, ini sebuah nasib saja dalam berdemokrasi. Outsourching bukan hanya ada dalam dunia ekonomi, dalam politik pun ternyata ada. Semestinya jangan tanggung-tanggung, presidennya pun kita outsourching saja dari luar.

Review jaringan lama. Anda pasti memiliki teman dekat. Juga famili. Itu bisa jadi awal yang baik. Pasangan kandidat pun pasti memiliki itu. Potensi itu perlu direview, dikabari dan diminta komitmennya. Itu awalnya. Anda bisa mendapatkan dokumen DPT di kantor KPUD. Itu dokumen umum, Anda berhak untuk itu. Rekrutlah orang berdasarkan daftar itu. Mengapa harus DPT? Ada orang yang memang penduduk Sumatera Utara tetapi karena buruknya proses pembuatan DPT ia tak ada dalam daftar. Ini sudah lazim, dan negara kita tak pernah merasa malu karena itu. Bagaimana kualitas demokrasi dengan tanpa jaminan memberi suara kepada seluruh penduduk? Itu pekerjaan jahatokrasi sebetulnya.

Merekrut orang-orang baru. Variasi cara ini sangat banyak mulai yang bersifat terstruktur  sampai insidental. Di bawah ini diberikan sebuah ilustrasi.

A menyatakan niatnya ingin dipertemukan dengan seorang kandidat.  Kepadanya dipertanyakan apakah artinya bertemu dengan kandidat jika hanya menduplikasi lakon orang-orang lain yang datang lebih banyak  ingin mendengar sambil memberi pujian-pujian kosong? Anda punya dua tugas strategis sebelum bertemu kandidat. Pertama menginventaris tokoh-tokoh berpengaruh yang dapat dihubungi dan disapa oleh kandidat atau orang yang disuruhnya. Beri ia nomor kontak, agar akses mudah. Kedua, beri ia (kandidat) rencana kerja yang dapat Anda lakukan dengan tanpa manipulasi sedikit pun. Gambarkan bahwa ini dapat dikerjakan dan meski tantangannya berat, proyeksi hasilnya sekian (kuantitatif).

Dengan dua data itulah  Anda akan dihitung dengan bobot tinggi oleh kandidat dan akan dirasakan ketergantungan kepada anda. Jangan beri puja dan puji kandidat itu, karena dengan puja-puji itu ia bisa jatuh terhuyung-huyung. Jangan melakukan sesuatu yang sifatnya hipokritas, karena jika targetnya cuma membuat kandidat senang, sebetulnya peran dan fungsi sebagai jaringan pemenangan sudah diruntuhkan.

Beri mereka bahan. Tugas setiap orang direkrut untuk melakukan rekrutment agar pertambahan jaringan berlangsung seperti bala salju (snow ball). Bekali mereka dengan bahan-bahan yang jika dapat menjadi set of toolkit yang terdiri dapat dari  Buku Profil, Lembar pesan atau surat istimewa dari kandidat, Alat peraga seperti Stiker, Notes spesial berlogo spesifik kandidat, Tas plastik unik dan menarik, Lembar kerja berisi buku blako daftar nama jaringan yang memuat informasi (a) nama jaringan (person baru) (b)  umur dan jenis kelamin (c) pekerjaan (d) nama anggota keluarga yang punya hak pilih (e) alamat lengkap (f) Nomor kontak (g) keterangan penting lainnya, dan lain-lain.

Anda mungkin merasa perlu diakui, dan orang lain yang Anda rekrut pun seperti itu. Pada saat yang tepat Anda dapat meminta legitimasi berupa sepucuk surat penunjukan. Dokumen seperti itu dapat membuat orang termotivasi. Bahkan ia bisa tunukkan itu dengan bangga kepada pacar dan calon mertua (bagi yang belum nikah).

Door to door campaign. Percontohan untuk daerah padat penduduk seperti kota medan, Deli Serdang, Binjai, Langkat, Pematangsiantar dan lain-lain. Harus diciptakan modus rekrutmen dengan memulai penugasan sejumlah orang terlatih. Mekanismenya sebagai berikut :

  • Sasaran ialah mendapatkan secara pasti penduduk yang bersedia memilih dan membantu memperbanyak pemilih.
  • Sasaran didatangi door to door dan jika sudah status “OK” ditandai dengan pemasangan stiker di rumah sasaran.
  • Untuk kota Medan misalnya diperlukan melatih sedikitnya 21 (dua puluh satu) orang yang akan bekerja di masing-masing Kecamatan, dalam sebaran kelurahan (151) dan tiap lingkungan.
  • Ia harus mendapatkan orang dari kecamatan itu dengan persebaran di setiap lingkungan secara berimbang.
  • Data hasil rekrutmen dicatat dalam buku tertentu. Setiap orang yang sudah direkrut diserahkan datanya ke pusat pemenangan agar mereka dapat melakukan uji petik secara acak untuk memastikan  efetivitas kerja rekrutmen itu.

Pengorganisasian. Struktur organisasi yang mewadahi jaringan ini dibentuk dengan watak pertisipatip. Tawaran akternatif model mencakup beberapa komponen yang terdiri dari  (a) Komponen Dewan Penasehat (b) Komponen Dewan Pakar (c) Komponen pengurus harian (d) Komponen pelaksana teknis yang disebut divisi. Untuk jumlah tidak perlu dibatasi karena makin banyak akan makin bagus. Untuk setiap kelompok terdapat figur paling berpengaruh sebagai premus interpares. Ia dibantu oleh beberapa orang wakil atau anggota. Orang-orang ini perlu sesekali diberi akses untuk bertemu dan berbincang dengan kandidat. Mereka bisa difasilitasi misalnya dalam acara makan malam.

Sejumlah orang karena posisi politik dan kultural serta kepakarannya dapat ditempatkan sebagai advisory team yang aktif memberi nasehat baik diminta atau tidak diminta.

Dengan model pekerjaan seperti ini bukan saja pasangan kandidat sangat tergantung kepada Anda terutama setelah merasakan kinerja partai pendukung yang kerap mengecewakannya. Dengan pekerjaan seperti ini Anda juga aan menjadi tokoh sosial berpengaruh. Jasa Anda akan dihitung tak cuma di sini, tetapi juga nanti di akhirat.

Tetapi mungkin saja apa yang diceritakan dalam tulisan ini menjadi sesuatu yang membuat Anda tertawa geli. Tertawa geli karena merasa pekerjaan ini seperti pekerjaan aneh karena Anda mempunyai strategi yang sangat jauh lebih jitu, atau merasa pekerjaan ini tak menghasilkan uang. Tak mengapa, tetapi pertanyaanya ialah Anda ingin punya andil dalam pemerintahan mendatang atau tidak. Itu saja.

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: