'nBASIS

Home » ARTIKEL » DUA BINTANG ADU CAHAYA

DUA BINTANG ADU CAHAYA

AKSES

  • 512,968 KALI

ARSIP


batak

Kedua putera Batak Toba ini  akan tiba pada situasi yang memaksa orang Batak Toba berfikir menjatuhkan pilihan ke senior yang mantan Bupati (RE Nainggolan) atau orang muda yang anggota DPR RI. Memang, dari segi akar politik, pijakan RE Nainggolan tampaknya jauh lebih berakar dan kuat. Namun jika mobilisasi kepartaian bisa sukses di bawah koordinasi tim Efendi MS Simbolon, hasilnya bisa lain. Tetapi, dengan hanya sibuk memperebutkan suara dari Batak Toba saja mereka tentu akan kandas.

Memang bukan mereka berdua saja (Efendi MS Simbolon dan RE Nainggolan) putera Batak dalam perhelatan pemilukada Sumut 2013. Ada Amri Tambunan yang Bupati Deliserdang. Ada Chairuman Harahap yang bahkan terpilih sebagai Anggota DPR-RI mewakili Sumatera Utara dari Daerah Pemilihan Sumut 2 yang di dalamnya tercakup Tapanuli Utara dan kabupaten-kabupaten pemekarannya. Juga ada  Gus Irawan yang mantan Dirut Bank Sumut. Tetapi putera Toba yang beragama Kristen memang cuma mereka berdua. Ini jika harus melihatnya dari aspek politik identitas.

Tetapi dengan tak menepis peluang putera Batak lainnya dalam meraup suara di “hita an”, adalah dua figur ini yang secara politik akan paling banyak bertemu dan berkonflik di lapangan. Itu karena daya tarik figuritas mereka di depan konstituen yang difasilitasi oleh partai-partai yang paling dekat dengan karakter masyarakat Batak yang tentu dengan kadar politik identitas tertentu itu.  PDIP di sini adalah usungan dominan orang Batak Toba, paling tidak secara umum. Juga PDS yang  kebatakan dengan identitas keagamaan (Kristen).

Di tengah fakta itulah dua bintang ini tengah diukur cahayanya. Banyak cara dalam mengukur. RE Nainggolan tentu pernah diharapkan oleh konstituennya menjadi Gubernur. Tetapi mantan Sekdaprovsu ini hanya menjadi wakil bagi Amri Tambunan. Itu tentu bisa memelorotkan dukungan. Dengan menggandeng orang Jawa, senior Djumiran Abdi, Effendi MS Simbolon akhirnya menjadi calon usungan PDIP. Konon ia tak pernah mendaftar untuk calon pada partainya itu.

Dengan peluang yang masih belum dapat dipetakan secara jelas, kedua putera Batak Toba ini  akan tiba pada situasi yang memaksa orang Batak berfikir menjatuhkan pilihan ke senior yang mantan Bupati (RE Nainggolan) atau orang muda yang anggota DPR RI. Memang, dari segi akar politik, pijakan RE Nainggolan tampaknya jauh lebih berakar dan kuat.  Namun jika mobilisasi kepartaian bisa sukses di bawah tim koordinasi tim Efendi MS Simbolon, hasilnya bisa lain.

Tetapi, dengan hanya sibuk memperebutkan suara dari Batak Toba saja mereka tentu akan kandas.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: