'nBASIS

Home » ARTIKEL » Pilgubsu: BIAS JAWA

Pilgubsu: BIAS JAWA

AKSES

  • 512,316 KALI

ARSIP


27894_3907139998919_1125376465_n

Tak heran kalau Soekirman pun tak mau ketinggalan dengan mengklaim dirinya lebih Jawa, Jawa asli sini, Pujakesuma. Bukan pendatang. Meski tak berusaha sevulgar Jawa lainnya, apakah Djumiran Abdi tidak punya pendukung? Itulah yang tidak diketahui sama sekali oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dan dia terjebak di sana. Mestinya di Sumatera Utara ia harus berusaha mendapat kesan lebih “nasionalis” dan terhadap para Jawa (Soekirman dan Djumiran Abdi) yang menjadi calon berusaha terlihat santun dan adil.

Baru saja saya buka akun facebook saya. Saya ingin update informasi dan berusaha membalas sapaan, pertanyaan dan hal-hal lain yang perlu. Misalnya melihat siapa-siapa saja yang masih berjualan di laman saya dan mendelete dari pertemanan. Tetapi ada tanda masuknya berita di inbox. Oh, rupanya dari seorang jurnalis yang memberitahu bahwa wawancara dengan saya kemaren sudah dimuat pada halaman 1 koran tempatnya bekerja. Inilah wawancaranya kemaren:

Jurnalis: Assalamu ‘alaikum, bang. Apa gerangan isu yang layak diberitakan untuk halaman satu besok?

Saya: Wa’alaikum salam. “Rakyat Jelata Melawan Raja Jawa”. Itu topik menarik menurut saya.

Jurnalis: Bagaimana itu, bang?

Saya: Kemaren, Sri Sultan Hamengku Buwono X telah sengaja datang menghadap Gatot Pujo Nugroho di kantornya. Eh, maaf. Sengaja datang atau sengaja didatangkan, sebetulnya tak jelas bagi saya. Tetapi menurut pemberitaan media, Raja Jawa Sri Sultan Hamengku Buwono X itu memberi dukungan penuh kepada Gatot Pujo Nugroho.

Jurnalis: Apa salahnya itu, bang?

Saya: Sri Sultan Hamengku Bowono X sangat awam soal kondisi Sumut sehingga bisa “dimainkan” oleh Gatot Pujo Nugroho. Akhirnya perlawanan pasti akan muncul, dan kesakralan Raja Jawa itu bagi sebagian orang sudah tinggal cerita.

Jurnalis: Jadi warga Jawa sudah terpecah belah ya bang. Apakah Gatot juga bisa dibilang pemecah warga Jawa di Sumut?

Saya: Mari kita lihat dengan cermat. Mayoritas orang Jawa di Sumut adalah orang-orang yang termasuk dalam kategori massa apung. Tetapi Gatot masih sangat berharap dengan kampanye penuh semangat SARA (Suku, Agama, Ras, Antargolongan) yang amat kental, bisa meraih pendukung dari etnis pendatang yang mayoritas secara numeric (jumlah) ini. Kini sudah marak kampanye negatif yang bernuansa sara, antara lain dengan mengatakan “ngapain makan kerak kalau ada sego (ngapain milih orang Batak kalau ada Jowo).  Itu ungkapan yang sangat mengkhawatirkan banyaknya orang Jawa, khususnya kelas bahwa yang berkomitmen memenangkan calon non Jawa.

Di antara seama calon Jawa yang tiga orang itu pun selalu ada “sikut-menyikut”. Soekirman, misalnya, tak mau ketinggalan dengan mengklaim dirinya lebih Jawa, Jawa asli sini, Pujakesuma. Bukan pendatang. Meski tak berusaha sevulgar Jawa lainnya, apakah Djumiran Abdi tidak punya pendukung? Itulah yang tidak diketahui sama sekali oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X dan dia terjebak di sana. Mestinya di Sumatera Utara ia harus berusaha mendapat kesan lebih “nasionalis” dan terhadap para Jawa (Soekirman dan Djumiran Abdi) yang juga menjadi calon berusaha terlihat santun dan adil.

Jurnalis: Jadi ketokohan Cagub/cawagub Jawa bakal buyar ya, bang.

Saya: Sekjen DPP Forum Komunikasi Warga Jawa Sulistiyo Pandu dari Jogjakarta tadi malam menyebut bahwa Sri Sultan Hamengku Buwono X tidak akan hadir mengikuti seluruh agenda FKWJ Sumut selagi Pilgub belum usai. DPP FKWJ dan Sri Sultan Hamengku Bowono tahu bahwa FKWJ Sumutlah pihak yang pertama mengajukan Dr H Chairuman Harahap, SH., MH kepada Ketum DPP Golkar agar dicalonkan menjadi Gubsu dengan alasan sudah teruji, peduli, bersih dan paling mudah dimenangkan. Itu bahasa FKWJ dalam surat resminya yang disampaikan kepada DPP Golkar dengan tembusan Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Jika setelah membuat ketentuan begitu ternyata Sri Sultan Hamengku Buwono masih datang ke Sumut untuk memberi dukungan kepada Gatot Pujo Nugroho, maka itu suatu keganjilan. Resikonya besar buat dia. Dia tak akan difahami baik oleh Soekirman dan Djumiran. Apa pun alasannya.

Bagi orang mayoritas non Jawa di Sumut, hal itu juga sesuatu yang menggambarkan kelucuan. Masa ada orang seperti ini tak menjaga sikap-sikap nasionalisme dan pluralitas? Ini sebetulnya sebuah potensi konflik yang secara tak sengaja ditebar. Maksud hati ingin berjawa ria, apa daya orang tak suka dan malah membenci.

Jurnalis: Ok, bang. Masih ada tambahan lagi?

Saya: Gatot sudah dari awal ingin menang dengan agenda setting SARA kejawaan. Dia mengemas fanatisme Jawa melalui berbagai cara, antara lain pemanfaatan Padepokan Nuswantoro di Patumbak. Di sana ia seperti mengadukan nasibnya waktu itu kepada orang Jawa karena banyak dihujat berhubung melakukan kebijakan penggantian sejumlah pejabat di lingkungan pemprovsu. Karena seakan dibela “membabi buta” oleh “agen-agen” Jawa, di sana ia dengan senang hati melakonkan diri sebagai Gatot Koco yang tahan banting, berotot baja dan bisa terbang ke angkasa luar seperti burung garuda raksasa dalam upaya menghabisi musuh-musuhnya.

Siapa musuh-musuhnya? Dalam persepsi “agen-agen” Jawa itu dan dalam persepsinya, ya orang Non Jawa. Karena secara salah mereka memahami protes dan perlawanan orang terhadap kebijakannya yang salah dalam memberhentikan sejumlah pejabat daerah itu adalah protes terhadap dirinya sebagai orang Jawa. Di situ anehnya.

Jika Sri Sultan Hamengku Buwono X tahu masalah sesungguhnya, maka sebetulnya terasa sangat terbelakang dengan isyu kejawaan itu. Massa apung Jawa akan resisten terhadap scenario seperti itu.


1 Comment

  1. emelia says:

    Aneh dan feodalistis.

    ‘nBASIS:
    itu faktanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: