'nBASIS

Home » ARTIKEL » Pilgubsu: PILIHAN POLITIK WARGA MUHAMMADIYAH

Pilgubsu: PILIHAN POLITIK WARGA MUHAMMADIYAH

AKSES

  • 568,912 KALI

ARSIP


mUHAMMADIYAH

Perlu diingat bahwa jabatan kekuasaan adalah amanat yang harus dijalankan dan dipertanggungjawabkan selain kepada rakyat, juga kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa

Menjelang Pilpres 2009, PP Muhammadiyah mengeluarkan sebuah keputusan berisi maklumat. Pertama ditegaskan bahwa, Muhammadiyah sebagai organisasi dakwah dan tajdid tetap istiqamah dengan khittah untuk tidak memiliki hubungan dan tidak terlibat dalam melakukan dukungan politik dengan kekuatan politik mana pun. Fasilitas gedung, amal usaha, masjid dan musholla, serta institusi-institusi di lingkungan Muhammadiyah tidak boleh digunakan untuk kepentingan dan kampanye politik.

Sikapnya dalam menjaga jarak itu, malah dipertegas dengan ketentuan penonaktifan anggota pimpinan persyarikatan, majelis, lembaga, organisasi otonom (Ortom), amal usaha, dan institusi-institusi lainnya dalam lingkungan Muhammadiyah yang menjadi anggota tim sukses sampai selesai pemilihan.

Obsesi Muhammadiyah. Dalam seruan butir kedua ditegaskan bahwa, bangsa Indonesia telah melintasi perjalanan sejarah yang panjang dengan fondasi falsafah negara dan cita-cita nasional yang kokoh serta agenda-agenda besar yang harus diselesaikan. Karena itu, dalam menghadapi pemilihan setiap calon perlu memiliki komitmen tinggi pada idealisme kebangsaan yang luhur.

Segenap pasangan calon serta partai politik dan tim sukses yang mendukungnya, hendaknya menjadikan arena perpolitikan perebutan jabatan itu sebagai proses demokrasi yang penting dan strategis untuk sebesar-besarnya memenuhi hajat hidup dan kepentingan bangsa. Dalam berkompetisi itu, Muhammadiyah menghendaki agar persaingan berlangsung secara sehat dilandasi etika dan sportivitas yang tinggi, mengedepankan program kerja, menjauhkan diri dari praktik politik uang, dan tidak menebar janji kosong bagi rakyat.

Koalisi yang dibangun hendaknya mengedepankan kepentingan bangsa. Tidak merupakan kompromi-kompromi politik untuk mengejar kekuasaan sesaat. Kendati politik itu bersifat praktis dan dinamis, namun hendaknya dalam berpolitik disertai nilai-nilai kebenaran, kejujuran, kebaikan, keteladan, kepatutan dan moral yang utama.

Peringatan. Menyadari pengalaman buruk dari waktu ke waktu, Muhammadiyah menyerukan agar Komisi Pemilihan Umum (KPU), pemerintah, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dan pihak-pihak yang terkait lainnya hendaknya menyelenggarakan pemilihan secara lebih cermat dan transparan. Muhammadiyah meminta perhelatan dipersiapkan dengan seksama serta tidak mengulangi kesalahan yang menciderai legitimasi proses demokrasi dan memicu keresahan publik.

Perlu diingat bahwa, satu orang pun yang terabaikan atau dirugikan haknya untuk memilih, berarti mengabaikan hak politik dan hak asasi rakyat. Karena itu, seluruh pihak penyelenggara hendaknya menunjukkan komitmen yang kuat dan kesungguhan dalam bekerja untuk mewujudkan pelaksanaan pemilihan yang benar-benar jujur, adil, bersih, transparan, damai, beradab, serta mampu mencegah kecurangan dan praktik politik uang.

Muhammadiyah tidak gembira jika warganya memilih sikap golput. Sebaliknya kandidat terpilih harus menganggap suara rakyat itu sebagai penyerahan amanah. Warga dianjurkan hanya memilih secara bertanggungjawab disertai pertimbangan matang bahwa yang dipilih benar-benar dapat membawa kemajuan. Sebagai perimbangan, bahwa partisipasi rakyat yang positif harus disertai komitmen total dari calon serta segenap elite politik dalam merespons, menampung, dan memperjuangkan aspirasi rakyat dengan sungguh-sungguh sehingga tidak membuahkan kekecewaan dan apatisme politik di kemudian hari.

Juga perlu diingat bahwa jabatan kekuasaan adalah amanat yang harus dijalankan dan dipertanggungjawabkan selain kepada rakyat, juga kepada Allah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Kriteria Calon. Muhammadiyah waktu itu memandang perlu menegaskan pilihan terhadap calon yang memiliki sifat dan kualitas sebagai tertentu, yang berjiwa negarawan dengan mengutamakan kepentingan negara dan bangsa di atas kepentingan lainnya. Berkarakter kuat yang ditunjukkan dengan keteguhan memegang prinsip serta kesesuaian antara kata dan tindakan. Memiliki visi kebangsaan yang jelas khususnya dalam melakukan penyelamatan atas sumberdaya alam dan kekayaan negara. Mampu bekerja-keras dan bekerja-nyata untuk kemajuan bangsa.

Mengedepankan kemandirian ekonomi dan mewujudkan kebijakan ekonomi bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Menjaga martabat bangsa dan kedaulatan negara dari berbagai intervensi dan kepentingan asing. Mengagendakan perubahan yang konkrit untuk keluar dari transisi dan membawa kemajuan sejalan dengan cita-cita nasional. Melakukan revitalisasi reformasi dan demokrasi yang bersifat mendasar disertai kebijakan-kebijakan nasional yang mengutamakan hajat hidup rakyat. Secara proporsional akomodatif terhadap aspirasi umat Islam dengan tetap menunjukkan komitmen kuat dalam membangun bangsa secara keseluruhan.

Ide pokok dan konten seruan itu masih terasa tepat untuk saat ini.

Naskah ini pertamakali diterbitkan oleh Harian Medan Bisnis, Senin, 17 Des 2012, hlm 2

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: