'nBASIS

Home » ARTIKEL » AWAM POLITIK ATAU?

AWAM POLITIK ATAU?

AKSES

  • 512,316 KALI

ARSIP


baliho

Mana space untuk atribut kampanye? Apakah hanya Gatot Pujo Nugroho yang Plt Gubsu itu saja yang boleh menjadi Gubernur Sumut periode 2013-2018? Betapa menyedihkan negara dikendalikan oleh awam politik

Post ini berawal dari pertanyaan seorang jurnalis baru saja: “apa berita hangat untuk besok, bang?”

Jadi saya saksikan satpol PP bahkan sampai aparat kelurahan memberangus habis semua atribut kampanye. Saya pun amat khawatir. Bisa-bisa nanti yang tinggal hanya Gatot Pujo Nugroho dan orang yang bisa memborong semua space komersil yang tersedia dengan harga lebih tinggi. Bukankah demokrasi harus menjamin kesetaraan? Paling tak masuk akal pula mendengar laporan bahwa hingga atribut yang dipasang oleh seseorang menempel di rumahnya dan di ketinggian yang cukup aman pun dicuri dan dirusak (tengah malam) oleh (siapa lagi).

Incumbent Leluasa. Gatot Pujo Nugroho karena Plt Gubsu bisa dengan leluasa memanfaatkan semua instansi agar memasang wajahnya dalam bilboard mewah yang dibiayai negara (APBD). Ia menemukan kondisi yang mendukung atas hasrat pribadinya itu, yakni masyarakat “belum tahu” apakah ini etis atau tidak. Lembaga penegak hukum pun “belum tahu” apakah hal ini termasuk jenis abuse of power atau tidak. Norma pemerintahan yang sengaja dibuat kabur mendukungnya. Patut juga dibayangkan bahwa nanti akan ada seseorang (pasangan) yang akan mendominasi hampir semua space komersial. Atau (mari berandai saja), jika untuk sebulan ini sebuah perusahaan raksasa internasional memerlukan semua space komersial itu untuk promosi programnya dan membayar setinggi apa pun tarif yang diberlakukan, apa tak habis lawan-lawan politik Gatot Pujo Nugroho? Perusahaan seperti pengelola space periklanan itu tentu pentingkan bisnis.  Jadi akan di mana calon lain memasang atribut?

Solusi. Jika pemko Medan dan seluruh pemkab mau bersih-bersih seperti itu saya sangat setuju. Sangat setuju. Tetapi mestinya mereka harus lebih dulu menyediakan space khusus. Dengan begitu mereka bisa berkata kepada para cagubsu (selain Gatot): Wahai para negarawan calon gubernur, jangan pasang atributmu di sembarang tempat. Jangan tempel di pohon karena pohon bisa nangis dan pohon itu kita perlukan untuk kesehatan dan kemaslahatan kita bersama. Saya sudah sediakan ala kadarnya di sana dan di sana dan di sana dan di situ. Di situ gratis, sebagai bagian dari program pendidikan politik untuk bangsa.

Bagaimana negara bisa dikendalikan oleh awam politik?


2 Comments

  1. jtxtop says:

    Terima kasih atas konten dan info yg menarik dan menginspirasi….thk u

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: