'nBASIS

Home » ARTIKEL » Abuse of Power: KESBANGLINMAS CETAK KALENDER MENDUKUNG PENCALONAN GATOT

Abuse of Power: KESBANGLINMAS CETAK KALENDER MENDUKUNG PENCALONAN GATOT

AKSES

  • 538,550 KALI

ARSIP


71565_547562091921533_398835625_n
  • Sore ini seorang jurnalis mengajukan pertanyaan seputar praktik demokrasi. Ia amat terganggu melihat gambar Gatot Pujo Nugroho (Plt Gubsu)  melambai dengan kelima jari tangannya yang diterakan pada kalender yang dibuat oleh Badan Kesbanglinmas Provinsi Sumut.  Tidak tanggung-tanggung, kalender itu sudah didistribusi ke 33 Kabupaten/Kota se-Sumut. Sebagaimana diketahui, dalam pemilukada 2013 Gatot Pujo Nugroho mendapat nomor kontestan 5, seperti dilukiskan oleh lambaian tangannya pada kalender itu.
  • Mengapa Gatot Pujo Nugroho, misalnya, tidak ditampilkan mengacungkan 3 jari untuk memaksudkan simbol keserasian eksekutif, legislatif dan yudikatif? Mengapa bukan angka 1, 2, dan 4? Artinya banyak alasan sensitif agar Gatot Pujo Nugroho tidak ditampilkan dalam pose mengajukan 1 jari, 2 jari, 3 jari 4 jari, dan apalagi 5 jari. Karena dengan begitu tidak boleh ditafsirkn lain: Badan Kesbanglinmas Provinsi Sumut memanfaatkan kekuasaannya untuk mendukung pencalonan Gatot Pujo Nugroho dengan menggunakan uang negara.
  • Kalender itu wajib segera ditarik dari peredaran, dimusnahkan dan dana pembuatannya wajib diaudit oleh penegak hukum. 

Jurnalis: Assalamu ‘alaikum. Bang, saya minta tanggapan tentang pembuatan kalender oleh kesbanglinmas yang menampilkan Gatot melambaikan lima jari dalam kalender itu seperti nomor urutnya seakan-akan kesbanglinmas berkampanye dan kalender tersebut telah dibagikan ke 33 kab/kota se Sumut.

Saya: Segera tarik kalender itu dari peredaran.

Jurnalis: Apa lagi bang? Tolong komentar abang yang panjang abang buat.

Saya: Mungkin itu “baik” dan amat tepat sebagai salah satu bentuk persembahan (upeti?) dari pejabat Badan Kesbanglinmas itu untuk pemupukan kepatuhannya kepada atasannya, yakni Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho. Tetapi itu sudah jauh menyimpang dari etika pemerintahan. Mengapa dana publik digunakan untuk kepentingan pribadi? Tradisi pemerintahan seperti itu amat memalukan, norak dan kampungan. Mengapa pejabat saat ini masih menyukai hipokritas? Sebetulnya hipokritas adalah sejenis penyakit yang hulunya ada pada sikap pengkhianatan dan kemunafikan. Sikap pengkhianatan dan kemunafikanlah yang menjadi basis bagi hipokritas. Pada zaman penjajahan Belanda tipe-tipe manusia seperti inilah yang membuat Indonesia sulit merdeka, karena mudah dipecah-belah dengan berbagai modus termasuk keuntungan material dan kedudukan tertentu dalam pemerintahan kolonial yang jahat itu. Mereka seakan buta kebenaran dan lebih baik menyembah kolonial ketimbang berjuang menegakkan keadilan dan kebenaran. Usai proklamasi kemerdekaan, kalangan seperti itu malah kerap ditemukan sangat keberatan dengan kemerdekaan itu. Mengapa? Karena mereka kehilangan peran di sisi penjajah.

Jurnalis: Apa lagi tambahannya, bang?

Saya: Bisa saja Badan Kesbanglinmas Provinsi Sumut mengatakan kalender dengan model tokoh Gatot Pujo Nugroho melambaikan 5 jari itu tidak bermakna apa-apa. Tidak bermakna apa-apa? Jadi, mengapa Gatot Pujo Nugroho tidak ditampilkan dengan mengacungkan jempol untuk mengatakan bahwa ia memuji semua rakyat yang pro pembangunan dan kemajuan? Mengapa Gatot Pujo Nugroho tidak ditampilkan mengajukan 2 jari untuk memaksudkan kemenangan (victory) rakyat? Mengapa Gatot Pujo Nugroho tidak ditampilkan mengacungkan 3 jari untuk memaksudkan simbol keserasian eksekutif, legislatif dan yudikatif? Mengapa? Artinya ada banyak alasan sensitif agar Gatot Pujo Nugroho tidak ditampilkan dalam pose mengajukan 1 jari, 2 jari, 3 jari 4 jari, dan apalagi 5 jari.

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=548186225191553&set=o.378700958880746&type=1&theater

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=548186225191553&set=o.378700958880746&type=1&theater                   Foto ini disertai komentar “Apa comment teman2 lihat gambar nih….!

Tetapi saya pribadi sangat kasihan melihat pejabat yang pandainya cuma seperti itu. Umbang sana umbang sini, tak peduli moralitas. Pada saatnya hipokritas seperti itu akan menunjukkan jati diri, berani memutar arah 350 derajat melihat arah angin. Bagaimana jika Gatot Pujo Nugroho nanti kalah, sebagaimana diprediksi banyak orang, akankah ia (Badan Kesbanglinmas itu) akan beringsut dengan berbagai cara untuk mendekati kandidat yang menang? Kita perlu mengingatkan siapa pun gubernur terpilih kelak agar selektif memilih para pembantunya agar tidak ada dari kalangan hipokrit. Pemerintahan yang sudah rusak ini akan semakin rusak dibikin oleh orang-orang hipokrit itu.

Foto ini diupload oleh https://www.facebook.com/radja.a.chitorus  pada akun FB Relawan Pendukung Ganteng (Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi)

Foto ini diupload oleh https://www.facebook.com/radja.a.chitorus pada akun FB Relawan Pendukung Ganteng (Gatot Pujo Nugroho dan Tengku Erry Nuradi) dan diberi catatan “GANTENG No.5 wiTh my faMiLy

Jurnalis: OK, bang. Ada lagi?

Saya: Sekali lagi, tarik kalender itu dari peredaran. Karena pembuatan kalender itu dapat dikategorikan sebagai praktik abuse of power, yakni menggunakan dana negara untuk kampanye Gatot Pujo Nugroho, maka pengguna anggaran itu wajib diperiksa dan dimintai pertanggungjawabannya oleh penegak hukum.

Pihak Kesbanglinmas wajib membuat Berita Acara penarikannya. Juga Berita Acara pemusnahannya kelak setelah berhasil ditarik keseluruhannya, dengan disaksikan oleh Gatot Pujo Nugroho sendiri (baik sebagai pribadi maupun sebagai Plt Gubsu), pihak Kejaksaan, pihak Kepolisian, pihak Legislatif dan kelompok-kelompok civil society lain seperti lazimnya seremoni pemusnahan miras dan barang-barang haram hasil razia lainnya.

Putri Andini sewaktu mengupload foto ini buat catatan "PESAN PAK RE NAINGGOLAN untuk masyarakat SUMUT". Ia sudh terlebih dahulu memodifikasi foto itu untuk keperluan kampanye Ganteng (https://www.facebook.com/photo.php?fbid=111269355712927&set=o.378700958880746&type=1&theater)

Putri Andini sewaktu mengupload foto ini buat catatan “PESAN PAK RE NAINGGOLAN untuk masyarakat SUMUT”. Ia sudh terlebih dahulu memodifikasi foto itu untuk keperluan kampanye Ganteng (https://www.facebook.com/photo.php?fbid=111269355712927&set=o.378700958880746&type=1&theater)

Jurnalis: OK, bang. Mantap. Terima kasih banyak.

Saya: Scan dulu ke saya kalender itu, ya. Ada barang contohnya kan?

JurnalisOK, bang. Itu bang di FB ku sudah kubuat di dinding.

Saya: Jangan lupa untuk mencari data apakah selama ini Kesbanglinmas membuat kalender. Berapa anggaran yang digunakan untuk itu. Bandingkan pula kalender setiap tahun. Itu sangat perlu untuk mendudukkan masalah. Jangan beri toleransi terhadap segala macam bentuk penyimpangan dalam pemerintahan.

Advertisements

5 Comments

  1. Ucok Blue Eagle says:

    Kaban Kesbang Linmas-nya yg lebay atau Gatot-nya yg melotot?

  2. Potret buram budaya jilat menjilat dalam birokrasi kita….

  3. […] Kalender instansi untuk Kampanye […]

  4. Saya kira ini hanya ketakutan dari lawan politik.
    Karena ini memang akan mengundang kontroversial apalagi beliau incumbent.
    Tapi emang salah ya melambaikan tangan seperti itu?
    Bagaimana dengan pasangan calon lain yang melambaikan tangan seperti beliau.
    Apakah lantas kita langsung mengatakan bahwa pasangan lain mendukung Gatot sebagai Gubernur, kan tidak.
    Kritis boleh, tapi harus realistis juga donk dalam menyampaikan pendapat.

    ‘nBASIS: Jika Anda membaca secara sempurna keseluruhan posting ini Anda akan merasa malu mengajukan pendapat seperti itu. Penutup beca yang kadung dipasang dengan foto tiga orang (Gatot Pujo Nugroho, T Erry Nuradi dan seorang Tukang beca) dengan mengajukan jempol, kini sebagian sudah mulai diganti bukan jempol lagi, tetapi 5 jari. Beca berjempol itu sudah beredar duluan sebelum penentuan nomor kontestan. Mungkin karena data tidak punya, dari semua beca yang kadung berjempol ria itu masih ada yang berkeliaran. Karena menyadari pentingnya simbollah kalender itu dibuat seperti itu, sama seperti penaikan tutup beca berjempol untuk diganti lambaian tangan. Foto SBY dan Ibu Ani Yudhoyono saja diklaim jadi simbol dukungan. Bahkan foto Amri Tambunan dan RE Nainggolan juga. Sekali lagi, mestinya Anda malu beroendapat seperti itu. Nah…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: